Bikin Hubungan Kandas, Kenali 7 Kesalahan Umum saat LDR
TEMPO.CO | 30/08/2019 20:30
Ilustrasi pria melihat foto pasangannya. shutterstock.com
Ilustrasi pria melihat foto pasangannya. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Ketika tinggal di kota atau negara yang berbeda dengan pasangan, sebagian besar waktu dihabiskan secara terpisah. Oleh karena 
itu, Anda dituntut membangun hubungan berkualitas selama menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship alias LDR.

Namun, menjalankan LDR bukan perkara mudah. Para ahli mengatakan, kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan oleh pasangan LDR bisa menjadi faktor penyebab kandasnya hubungan percintaan.

Melansir Bustle, Kamis, 29 Agustus 2019, inilah 8 kesalahan saat LDR yang bisa membuat hubungan Anda kandas di tengah jalan.

1. Menganggap LDR tidak nyata

Ada orang yang berpendapat bahwa LDR adalah hubungan yang tidak nyata. Anda tidak perlu berkecil hati bila sedang menjalani hubungan jarak jauh. Sekalipun pasangan Anda jauh, ikatan Anda dengan mereka bisa sedalam dan sama seperti hubungan pasangan lain yang tinggal se-kota.

"Suatu hubungan berarti berbagi emosi dan perasaan Anda satu sama lain, berdedikasi satu sama lain, dan peduli secara mendalam untuk pasangan Anda di mana pun mereka berada di dunia maka hubungan jarak jauh sama nyatanya," kata Carissa Coulston, seorang psikolog klinis dan pakar hubungan di The Eternity Rose kepada Bustle.

2. Menunda mengatasi perkelahian

Jangan tidur dengan membawa amarah, itu mungnkin nasihat yang paling sering Anda dengar tentang menjalani hubungan. Pepatah ini mungkin membantu, namun itu tentu bukan aturan utama, terutama jika Anda berada dalam hubungan jarak jauh.

"Berusaha menyelesaikan amarah Anda larut malam saat kelelahan memang bukan ide yang bagus," kata Coulston. "Ini terutama terjadi ketika pasangan yang tinggal berkilo-kilometer jauhnya."

Coulston mengungkapkan akan lebih baik bila pasangan LDR yang sedang bertengkar tidak tergesa-gesa dalam menyelesaikan permasalahan. "Daripada terburu-buru mau menyelsaikan masalah dan justru membuat pasangan semakin marah, lebih baik luangkan waktu sejenak," katanya.

Coulston menyarankan Anda membicarakan masalah di hari berikutnya setelah cukup tidur. "Dengan begitu, Anda akan menemukan perspektif yang jauh lebih baik tentang masalah yang sedang Anda alami bersama pasangan," kata Coulston.

3. Terlalu sering menghubungi

Jika Anda menjalani hubungan jarak jauh, satu-satunya akses untuk terhubung ialah melalui telepon atau obrolan lewat Internet. Tapi terkadang, jika Anda terlalu berlebihan mengubungi pasangan Anda, itu justru akan menimbulkan masalah baru.

"Bagaimanapun, jika Anda berada di tempat yang sama, Anda tidak akan menghabiskan 24 jam sehari bersama," kata Coulston. "Ruang, baik fisik maupun virtual, sangat penting dalam hubungan apa pun."

Ketika Anda tidak terus-menerus mengirim pesan kepada pasangan, Anda dapat tetap mandiri dan menghargai ketika Anda memiliki waktu berbicara dengan pasangan Anda.

4. Tidak minta perhatian

Sebagian perempuan seringkali berpikir bahwa pasangan mereka akan secara otomatis tahu ketika mereka sedang butuh perhatian. Padahal sebenarnya itu keliru.

"Kita sering berpikir bahwa pasangan secara otomatis harus tahu saat kita ingin mereka meluangkan lebih banyak waktu untuk kita," kata Coulston. "Namun, terlalu sering kita gagal menangkap sinyal."

Meskipun tidak bijaksana untuk berbicara dengan pasangan Anda secara terus-menerus, komunikasi jelas penting untuk hubungan jarak jauh yang sehat. Jadi jika tidak meminta perhatian saat membutuhkannya, hubungan Anda dan pasangan bisa memburuk.

"Sinyal fisik seringkali hanya terlihat secara langsung, jadi tidak mengherankan jika orang yang Anda cintai tidak menyadari perasaan Anda," katanya. "Jika Anda ingin membagikan lebih banyak waktu pasangan Anda, bicarakan dengan mereka tentang hal itu."

5. Tidak menjadwalkan kencan virtual

Ketika Anda berada dalam hubungan di kota yang sama, Anda bisa membangun banyak kenangan menyenangkan dengan pasangan. Misalnya menonton film, memasak makan malam bersama, atau bermain board game hingga larut malam.

"Kita menjadi lebih dekat dengan orang lain jika menghabiskan waktu bersama mereka dan cara terbaik untuk melakukan ini adalah melalui beberapa jenis kegiatan," Dr. Alisha Powell, PhD, LCSW, seorang terapis dan pekerja sosial. "Jarak jauh membuatnya lebih menantang." 

6. Mengabaikan kehidupan pribadi

Terlalu banyak hal baik terkadang juga bisa menjadi masalah. Misalnya, jika Anda berupaya menciptakan hubungan yang sehat dengan pasangan jarak jauh, lalu Anda sering meluangkan waktu untuk mengobrol dengan pasangan. Namun sebenarnya, dalam hubungan apa pun, Anda harus menjaga diri sendiri selain menjaga hubungan Anda.

"Terkadang sulit untuk menyeimbangkan hubungan dengan orang-orang yang dekat Anda dengan pasangan jarak jauh," kata Powell. "Penting bagi kedua pasangan untuk memiliki kehidupan mereka sendiri sehingga mereka tidak akan saling membenci."

 

7. Hanya membicarakan hal penting

Komunikasi dalam suatu hubungan adalah hal yang penting. "Tetap terbuka dan berkomunikasi secara teratur sangat penting dalam hubungan jarak jauh," kata Mahalli. Namun selain frekuensi, hal-hal aktual yang Anda bicarakan dengan pasangan Anda juga menjadi hal penting untuk menjaga ikatan hubungan kalian kuat.

Anda mungkin berasumsi bahwa masalah besar atau hanya emosi kuat yang harus diobrolkan dengan pasangan. Padahal sebenarnya hal-hal sepele dalam hidup Anda pun perlu dibicarakan berdua. 

"Berbicara tentang hal-hal sepele yang terjadi pada siang hari dan tentang keadaan emosi Anda sama-sama penting untuk menjaga hubungan jarak jauh yang sehat," katanya.

Mungkin butuh sedikit inisiatif ekstra untuk membuat LDR Anberjalan baik. Tapi jangan khawatir, lama kelamaan, Anda dan pasangan akan menemukan keseimbangan yang diperlukan dalam hubungan jarak jauh.

GALUH PUTRI RIYANTO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT