Hilangkan DBD, Cara Mudahnya Adalah Hidup Bersih
TEMPO.CO | 18/08/2019 19:03
Seorang Petugas melakukan pengasapan atau fogging di kawasan Kebagusan, Jagakarsa, 6 Februari 2019. Daerah yang terbanyak diserang wabah DBD ialah berada di daerah Jakarta Selatan dengan jumlah 297 kasus DBD. TEMPO/M Taufan Rengganis
Seorang Petugas melakukan pengasapan atau fogging di kawasan Kebagusan, Jagakarsa, 6 Februari 2019. Daerah yang terbanyak diserang wabah DBD ialah berada di daerah Jakarta Selatan dengan jumlah 297 kasus DBD. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) bisa dicegah dengan membangun kesadaran diri untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. "Pencegahan DBD harus diawali dengan kesadaran diri warga untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk," kata Shabrina Ghassani Roza, dokter dari Enesis Group, dalam acara sosialisasi pencegahan DBD di Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, Ahad 18 Agustus 2019.

Shabrina menjelaskan, pencegahan DBD bisa dilakukan dengan cara sederhana, melakukan 3M Plus, yakni menutup tempat penyimpanan air, menguras bak mandi, serta mengubur dan mendaur ulang barang tak terpakai. Kemudian, plusnya, salah satunya adalah menggunakan lotion tolak nyamuk, atau dengan menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, atau tidur menggunakan kelambu.

Bersamaan dengan HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia, Enesis Group yang merupakan produsen lotion penolak nyamuk, menyelenggarakan sosialisasi pencegahan DBD kepada penduduk di sekitar pabriknya di Jatinegara. Selain itu, Enesis Group juga mengadakan Workshop Daur Ulang Sampah bekerja sama dengan Bank Sampah Induk (BSI) Gesit Menteng. "Dengan adanya pembinaan dan pelatihan dari Enesis Group, kita dapat memanfaatkan sampah plastik menjadi suatu karya seni sehingga sampah ini tidak lagi menjadi penghambat saluran air yang menjadi penyebab banjir atau merusak lingkungan," kata pengelola BSI Gesit, Sri Endarwati.

Sampah justru bisa diolah dijadikan barang seni dan bermanfaat, seperti tas, tempat tisu, pot bunga, atau tempat pensil dan lain-lain.

Juru bicara Enesis Group, Elkana Lewerissa, dalam siaran pers mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan wujud nyata komitmen Enesis Group untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas mengenai bahaya dan pencegahan DBD. "Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memanfaatkan sampah plastik agar dapat diolah menjadi barang yang bernilai guna," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT