Selain Yenita, 3 Orang Ini Juga Punya Banyak Gelar Akademik
TEMPO.CO | 17/08/2019 13:59
Yenita, wanita dengan 13 gelar akademik. Dok/pribadi
Yenita, wanita dengan 13 gelar akademik. Dok/pribadi

TEMPO.CO, Jakarta - Dosen tetap di Universitas Tarumanegara Jakarta, Yenita, tengah menjadi perbincangan. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya gelar akademik yang dimiliki, dengan satu sarjana, 10 master, dan dua doctor. Namanya pun menjadi Dr. Dr. Yenita SE, MM, MBA, M.Si, MT, MH, MPD, MAK, ME, MIKOM, MMSI.

Bukan Yenita saja yang senang belajar dan mengumpulkan banyak gelar. Beberapa orang di Indonesia juga diketahui mengalami hal serupa. Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah tiga di antaranya.

#Welin Kusuma
Welin Kusuma diketahui sebagai orang Indonesia dengan gelar terbanyak. Selama hidupnya, ia telah berhasil mengumpulkan 13 gelar akademik dan 14 gelar profesi. Melansir dari universitas yang banyak dihabiskan untuk kuliah, Ubaya.co.id, namanya pun menjadi Welin Kusuma ST, SE, S.Sos, SH, S.Kom, SS, SAP, S.Stat, S.Akt, S.Ikom, MT, MSM, M.Kn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, Aff.WM, BKP, QWP, CPHR, ICPM, AEPP, CBA, CMA, CPMA, CIBA. 

#M. Achsin
Dosen Ekonomi di Universitas Brawijaya Malang, Achsin juga memiliki gelar yang banyak. Melansir dari situs Institut Akuntan Publik Indonesia, ia diketahui memiliki delapan gelar akademik dan tiga gelar profesi, ditempuh pada tiga universitas berbeda, yakni Universitas Brawijaya, Gadjah Mada, dan Muhammadiyah Malang. Namanya pun menjadi Dr. Dr. Mochammad Achsin SE, SH, MM, M.Kn, M. Ec. Dev, M.Si, Ak, CA, CPA.

#Franz Astani
Notaris dan pejabat pembuat akta tanah di DKI Jakarta, Franz Astani, juga dikenal sebagai orang dengan gelar yang banyak. Menurut pemberitaan Tempo.co pada beberapa waktu lalu, ia diketahui memiliki sembilan gelar akademik dan satu gelar profesi. Dr. Dr. Ir Franz Astani, SH, SpN, M.Kn, SE, MBA, MM, M.Si, CPM ini juga pernah dikabarkan mencalonkan diri sebagai calon Rektor UI pada 2012, calon Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila pada tahun yang sama dan seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi pada 2007, 2008, dan 2011.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT