Mandalika Bakal Meraup berkah dari Wisata Olahraga
TEMPO.CO | 14/08/2019 10:47
Foto area Kuta Beach Park the Mandalika di kawasan KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. Di kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu akan dibangun sirkuit berkelas MotoGP denga
Foto area Kuta Beach Park the Mandalika di kawasan KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. Di kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu akan dibangun sirkuit berkelas MotoGP dengan konsep sirkuit jalan raya yang memiliki trek sepanjang 4,32 km dengan 18 tikungan dimana badan jalan akan mulai dibangun Oktober 2019 dan ditargetkan selesai pada akhir 2020. ANTARA/Ahmad Subaidi

TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan wisatawan berada di atas Bukit Merese. Di tengah keramaian wisatawan, mereka berfoto berlatar belakang Pantai Tanjung Aan dan Pantai Seger di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika. 

Lokasinya di sebelah timur dari Kuta Beach Park. ''Bagus sekali pemandangannya. Butir pasirnya seperti merica. Putih bersih,'' kata Tikfi Salim, salah seorang dari 10 perempuan muda asal Jakarta itu mengomentari Mandalika sewaktu berlibur akhir tahun 2018 lalu.

Menurut Tikfi Salim, selama beberapa hari berlibur di Lombok, ia mendatangi beberapa lokasi wisata diantaranya Kuta Lombok tersebut yang berada di dalam KEK Mandalika. Luasnya 1.175 hektar yang memiliki hamparan pantai sepanjang 14,6 kilometer terdiri lima pantai Kuta Beach Park, Seger, Serenting, Tanjung Aan dan Gerupuk yang merupakan lokasi surfing. 
 
Mandalika memang memiliki prospek yang cerah. Kawasan pantai yang digarap sejak 2011 itu, berstatus KEK Pariwisata sejak 2017. Wisatawan yang datang ke Mandalika melakukan aktivitas diving, snorkeling, surfing, mereka menetap berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Di antaranya adalah wisatawan asal Australia dan Eropa.
 
Di sepanjang pantai selatan Lombok, sudah berjajar vila di luar kawasan Mandalika. KEK Mandalika ditangani oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (PPI).
 
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, menurut Kepala Dinas Pariwisata Lombong Tengah Lalu Putrie, sedang mengembangkan sport tourism di antaranya surfing dan paralayang di Gunung Tunak, wisata pengobatan Benjon Betukah yaitu menanamkan tubuh di dalam pasir di pinggir pantai, dan juga wisata fauna melihat migrasinya satwa di antaranya rusa dari Sumbawa ke Lombok.
Perahu Flaoting di Pantai Kuta Mandalika, Lombok, NTB.
 
Di selatan Lombok, dikenal memiliki ragam budaya dan sejarah. Ada situs Kerajaan Selaparang di Sile Dendeng dan Langko serta Kedaro di Kabupaten Lombok Tengah, yang berdekatan dengan situs Kerajaan Selaparang di Kabupaten Lombok Timur. ''Ini bukan membangkitan feodalisme. Sekedar menunjukkan jati diri agar tidak tergerus waktu,'' katanya.
 
Sestinasi yang selama ini sudah berkembang dan dikunjungi wisatawan adalah desa wisata Bile Bante, Sade, Ende, Bonjeruk, Ketare, Mas-Mas, Sekoah dan Serewe diantara 47 desa wisata yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. 
 
Untuk mendatangi Mandalika, hanya memerlukan waktu tidak lebih 30 menit dari Lombok International Airport (LIA). Lalu Putrie mengatakan pemerintah sudah menetapkan peningkatan akses udara, darat dan laut untuk mendukungnya. Jalan ke destinasi dari bandara dibangun bypass yang lebarnya 100 meter dengan delapan jalur sepanjang 17 kilometer. ''Dari bandara ke Mandalika cukup 15 menit saja,'' ujar Putrie.
 
Pemerintah juga meningkatkan status Mandalika menjadi salah satu dari 10 kawasan strategus pariwisata nasional, dengan mengubah dermaga nasional Teluk Awang menjadi dermaga internasional, yang bisa disinggahi kapal pesiar. Juga adanya dermaga apung di Kuta dan Selong Belanak. ''Ini semua menjelang diselenggarakannya kegiatan motoGP tahun 2021,'' ucap Putrie lagi. Apalagi kelak penonton motoGP ditaksir bisa mencapaai 200 ribu orang dari mancanegara. 
 
18 April 2018 lalu, Menteri BUMN Rini Soemarno meminta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika dijadikan contoh di antara 10 KEK di Indonesia. Sebab, setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Pantai Kuta Lombok Tengah, 20 Oktober 2017 ternyata mengalami perkembangan yang pesat.
 
Pada tahun 2017 the Mandalika telah resmi beroperasi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan sejak itu telah menarik Real Estate Investment sebesar US $ 1,3 miliar. Saat ini, The Mandalika tengah dibangun sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, dengan berbagai fasilitas dan atraksi berstandar internasional.   
 
Di sana sedang dibangun Paramount Lombok Resort & Residences yang investasinya Rp1,2 triliun. Investornya adalah perusahaan film terkenal asal Amerika Serikat, Paramount, Resor itu bakal menyediakan 525 kamar, juga telah mulai dibangun hotel berbintang berskala internasional semisal Hotel Pullman dan Hotel Royal Tulip. Hotel Pullman berkapasitas 270 kamar telah mulai dibangun pada Oktober 2017 dan Hotel Royal Tulip berkapasitas 198 kamar.
 
Selanjutnya, akan dilakukan pembangunan Hotel X2 yang direncanakan berkapasitas 240 kamar, Hotel Grand Mercure berkapasitas 342 kamar, Aloft by Marriot berkapasitas 173 kamar dan sejumlah hotel lain.
 
Bahkan, oleh Menteri Pariwisataa Arief Yahya, kawasan Mandalika diusulkan menjadi destinasi wisata olahraga dengan mempertimbangkan daya dukung infrastruktur, yang kini sedang terus dikembangkan termasuk rencana sebagai tuan rumah balap motor bergengsi MotoGP pada 2021.
 
"Saya mengusulkan 'positioning' Mandalika sebagai destinasi wisata olahraga," kata Arief Yahya saat di lokasi ground breaking Ama-Lurra Resort by Eastern Latitude di Gili Air, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis 21 Februari 2019,
Menurutnya, sebentar lagi dengan adanya MotoGP, pembangunan lapangan golf, dan MICE, Mandalika diusulkan memiliki 'positioning' sebagai destinasi 'sport tourism.
 
Selaku tuan rumah ajang Moto GP pada 2021, maka akan semakin banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung untuk kepentingan tersebut. Walhasil perlu dikembangkan infrastruktur pendukung wisata olahraga yang memadai di dalamnya.
 
Untuk pertama kalinya di Indonesia pada 2021, Mandalika akan menjadi tuan rumah untuk kompetisi MotoGP. Ini membuat Positioning NTB semakin kuat. Di dalam kawasan Mandalika Vinci Grand Project, BUMN asal Prancis akan mengembangkan Mandalika Street Race Circuit Cluster.
 
Proyek cluster seluas 120 hektare tersebut akan melengkapi akomodasi berkelas internasional di The Mandalika. Street-Race Circuit (Sirkuit Jalan Raya) pertama di dunia yang dibangun dari tahap konsep.Kompleks sirkuit ini akan dibangun dengan standar Fédération Internationale de Motorcyclisme (FIM) dan Fédération Internationale de l'Automobile (FIA).
 
Standar tersebut untuk kelayakan penyelenggaraan kejuaraan dunia balap motor, dan akan menawarkan sejumlah keunggulan yang membuat sirkuit tersebut layak jadi tuan rumah Grand Prix Mandalika.
 
Grup DORNA, selaku pemegang hak komersial dan TV ekslusif untuk kejuaraan balap motor terkemuka di dunia, dan ITDC, perusahaan pengembang dan operator destinasi pariwisata terbesar di Indonesia, bersama-sama mengumumkan dua Kontrak Promoter (Promoter’s Contracts) secara terpisah yakni FIM Road Racing World Championship Grand Prix, yang sering disebut dengan FIM MotoGP™World Championship, dan MOTUL FIM Superbike World Championship.
 
Penandatanganan telah dilakukan antara Carmelo Ezpeleta, CEO DORNA, dan Abdulbar M. Mansoer, selaku Direktur Utama dari ITDC, di kantor DORNA di Madrid, Spanyol pada tanggal 28 Januari 2019, di hadapan tim Senior Manajemen dari kedua belah pihak dan disaksikan oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol, Hermono.
 
Perjanjian menegaskan bahwa Indonesia akan menyambut MotoGP™ dan MOTUL FIM Superbike World Championship pada tahun 2021 mendatang, di Pulau Lombok, tepatnya di Mandalika, yang merupakan kawasan pariwisata berskala besar yang terintegrasi.
 
CEO Grup DORNA, Carmelo Ezpeleta mengungkapkan uniknya proyek ini, memiliki sirkuit perkotaan berkelas dunia di negara di mana MotoGP memiliki pengikut yang begitu besar. Indonesia adalah pasar utama bagi DORNA dengan pertimbangan persentase penggemar olahraga motor yang besar dan atmosfer MotoGP yang menguat begitu sirkuit ini selesai dibangun.
 
Juga, dengan memasukkan Lombok ke dalam kalender WorldSBK bakal jadi penawaran yang menarik bagi penggemar balap motor tanah air. Pasalnya dua ajang balap motor dunia, bakal hadir di Lombok setahun sekali.
 
Seperti dijelaskan oleh General Support ITDC di Lombok Lanang Brata Suta, Selasa (13/8), ITDC telah memulai penyiapan lahan area sirkuit MotoGP seluas 130 hektar yang terdiri 18 tikungan, dengan panjang lintasan berjarak 4,32 kilometer untuk keperluan 24-27 lap. ''Rencana fisik sirkuit MoToGP dibangun Oktober 2019 dan selesai awal 2021 sesuai jadwal waktu berlangsungnya,'' ujar Lanang Brata Suta.
Seorang bocah pedagang gelang menunggu pembeli saat berjualan di pinggiran pantai Tanjung Aan Kawasan KEK Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 30 Mei 2017. Hamparan pasir putih menyerupai butiran merica yang membentang di sepanjang pantai, dengan panorama areal perbukitan yang indah, seakan menjadi sekeping surga di Pulau Seribu Masjid ini. ANTARA FOTO
 
Selain MotoGP, ada pula rencana menggelar balapan Formula 1 (F1) di Lombok. Formula 1 telah terbukti menjadi acara olahraga ketiga yang paling banyak ditonton di dunia setelah Piala Dunia FIFA dan Olimpiade. Dengan 21,1 juta pengikut media sosial, disiarkan televisi di 159 negara, dan rata-rata 200.000 orang menghadiri setiap perlombaan, F1 hampir dipastikan akan melahirkan dampak positif yang menakjubkan.
 
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Lombok Tengah Ida Wahyuni Sahabudin mengatakan, adanya mandalika ini tentunya membawa dampak positif bagi desa Kuta dan desa penyangga di sektiarnya. ''Hal yang paling berdampak adalah dengan adanya MotoGP, kondisi sosial berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat,'' ucapnya.
 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT