Ini Dia Desa Wisata Normandia, Kampung Halaman Enzo Zenz Allie
TEMPO.CO | 14/08/2019 09:43
Tebing karang putih Etretat pemandangan ikonik Normandia. Foto: @normandy_tourism
Tebing karang putih Etretat pemandangan ikonik Normandia. Foto: @normandy_tourism

TEMPO.CO, Jakarta - Taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Zenz Allie jadi perbincangan. Remaja berdarah Prancis dari ayahnya itu, pernah tinggal di Cherbourg-Octeville, sebuah kota di Perancis, Lokasinya di Semenanjung Carentin di Selat Channel, yang memisahkan Prancis dengan Inggris.

Kota pelabuhan itu jadi pemusatan kekuatan aliansi Amerika Serikat-Inggris untuk menyerbu Prancis dan Jerman. Peristiwa pendaratan sekutu di pantai Normandia pada 6 Juni 1944, dikenal sebagai D-Day. Peristiwa heroik nan kolosal itu, menjadikan Normadia destinasi wisata sejarah. Selain museum, pemakaman para tentara, serta puing-puing peralatan perang, Normandi memiliki desa-desa wisata yang indah.

Dalam situs pariwisata Normandie Tourisme milik pemerintah Prancis, wlayah itu disebut sebagai pantai yang menakjubkan dengan yang indah. Wisatawan bisa menyaksikan kehidupan nelayan dan bersepeda menikmati tebing-tebing pantai Normandia yang indah. Selain itu, benteng-benteng dan gereja abad pertengahan berdiri gagah di Normandia.

Seberapa cantik Normandia? Titik pertama pelesiran di Normandia adalah Biara Mont Saint Michael. Inilah destinasi wisata religi paling fenomenal di Prancis. Gedungnya sangat ikonik, berdiri di atas bukit karang setinggi seratus meter. Jalur ke biara itu, bergantung pasang surut. Bila air pasang, wisatawan atau peziarah harus menggunakan perahu, sementara bila air surut, hanya ada satu jalan.  

Biara Mont Sait-Michael salah satu Situs Warisan Budaya Unesco di Normandia. Foto: @normandy_tourism

Keunikan dan nilai sejarah, membuat UNESCO menjadikannya Situs Warisan Dunia UNESCO. Saat air pasang, Biara Mont Saint-Micahel seperti berada di pulau dengan menara bergaya gotik menunjuk ke langit. Gereja Mont Saint-Michael juga disebut Biara Abey, untuk memasukinya wisatawan harus menaiki 350 anak tangga.

Biara yang megah dibangun pada abad ke-12 memiliki tempat suci Romanesque yang tenang dan paduan suara gotik yang mendebarkan. Dari teras Abbey di fasad Barat, pengunjung dapat menikmati pemandangan panorama Selat Inggris berhias tebing yang menawan.

Pedesaan Normandia memiliki satu desa kuno yang tenang, Rouen. Dengan jalan setapak berbatu, desa ini memiliki rumah-rumah kayu yang klasik. Penduduk desa saban Sabtu-Minggu beribadah ke gereja-gereja berarsitektur gotik -- yang banyak dijumpai di Rouen. Claude Monet pelukis impresionisme Prancis, banyak melukis gereja-gereja di Rouen sebagai seri dari karya-karyanya yang mengulas Normandia.

Monumen penting lainnya di Rouen adalah Gros-Horloge. Di Sumatera Barat, ia bisa disebut sebagai Menara Gadang, fungsinya sama sebagai menara jam di pusat kota. Rouen juga menyimpan koleksi seni di Beaux Arts Museum dankota ini juga menjadi pengadilan Joan of Arc – pejuang wanita yang melawan Inggris, namun dituduh sebagai penyihir. Ia dibakar dan Gereja Katolik Roma mengangkatnya sebagai salah satu santo.

Di Normandia, kehidupan terasa lamban. Namun detak kota masih sangat terasa di muara Sungai Seine, Honfleur. Inilah kota paling menawan di Normandia. Sekitar 25 kilometer dari Le Havre, kota ini memiliki jalan berbatu yang indah dan banyak rumah-rumah setengah kayu yang indah. Sejak dahulu, Honfleur menjadi kota pelabuhan laut menuju ke Kanada pada abad ke-16.

Kompleks perumahan abad ke-16 di kota itu masih dihuni dan terawat dengan baik. Sebagai kota pelabuhan, Hafleur berbangga memiliki Musée de la Marine (Museum Maritim), bertempat di bekas gereja Saint-Etienne yang dibangun antara abad 14 dan 15. Museum Maritim menceritakan sejarah pelayaran, memancing, dan pembuatan kapal di Honfleur. Koleksi karya seni yang bertautan dengan maritim mendominasi museum itu. Terdapat 200 karya lukis Boudin, Monet, Courbet, Millet, dan artis Impresionis lainnya.

Wilayah Normandia dikenal juga sebagai titik pusat Perang 100 Tahun, antara Inggris dan Prancis. Bahkan wilayah Prancis Utara merupakan kekuasaan Inggris. Tak heran bila banyak benteng-benteng Inggris dari abad pertengahan menghiasai perbukitan Normandia. Nah, titik panas sejarah manusia lainnya di Normandia tentu saja Pantai Omaha, lokasi pendaratan aliansi Amerika Serikat-Inggris sekaligus pusat pertempuran epic antara Jerman dan Sekutu.

Di situlah pantai D-Day dan museumnya berada. Di sini pula terdapat kompleks pemakaman para pejuang Perang Dunia II. Pantai Omaha membujur antara Vierville-sur-Mer dan Colleville-sur-Mer-garis pantai Atlantik yang dramatis. Pantai berpasir putih yang landau tiba-tiba bertemu dengan tebing karang dan bukit setinggi 100 meter.

Pemakaman 9387 tentara Amerika bersama 307 tentara yang tidak dikenal di Normandia, Prancis. Menurut wisatawan yang berziarah ke pemakaman ini, mereka merasa gelisah saat menyaksikan ribuan nisan tentara. Bahkan seorang anak pernah melihat penampakan tentara Jerman dengan seragam dan tentaranya di sisa bunker di lokasi tersebut. Wikipedia

Mengunjungi situs ini memberikan kesan mengerikan dari pertempuran mematikan yang terjadi di sini pada Hari-H atau D-Day, 6 Juni 1944. Sisa-sisa bunker Jerman dan dermaga militer masih dapat dilihat di tebing-tebing. Sementara kompleks pemakaman American Cemetery berada di Colleville-sur-Mer menghadap ke Pantai Omaha. Kuburan ini berisi lebih dari 9.000 batu nisan, yang membuatnya menjadi kuburan Amerika terbesar di Normandia.

Dekat Omaha Beach dan American Cemetery adalah Museum Overlord, yang mengisahkan sejarah Pendudukan Sekutu dan Pembebasan Paris. Koleksi museum termasuk kendaraan perang, tank, dan senjata serta barang pribadi prajurit.

Lalu ke mana menikmati liburan mewah dengan bermalas-malasan? Datanglah ke Deauville. Dengan pantai pasir putih sepanjang 2 km, pemuja pantai bisa menikmati bentang alam itu di promenade (boardwalk). Di sini, wisata pantai dengan bermalas-malasan di bawah payung menemukan “jodohnya”.

Para pemuja matahari alias sunbathers dapat bermandi sinar surya, lalu beranjak ke butik-butik modis atau menikmati hidangan di salah satu restoran ala Deauville. Daya tarik lainnya adalah marina dan Pelabuhan Morny, dengan Klub Yacht Deauville.

Ingin resor yang lebih klasik lagi, menginaplah di Fécamp. Pantai ini sudah jadi tempat wisata sejak 1832. Ketenangan dan kenyamanannya yang mahal, membuatnya jadi destinasi selebritas dunia. Bahkan Penulis Guy de Maupassant, bapak cerpen dunia abad 19 pernah menetap di Fécamp untuk beberapa waktu, dan menghasilkan beberapa karya di kota itu. Di sini terdapat Sainte-Trinité, awalnya dibangun pada abad 12 dan 13. Interiornya sangat luas yang sayup-sayup memperdengarkan paduan suara yang indah dan altar Renaissance yang megah.

Domfront dipenuhi rumah-rumah kayu dengan jalan setapak yang masih bertahan dari abad ke-16. Foto: @normandy_tourism

Tapi, dari sekian destinasi di Normandia, Étretat adalah lukisan alam yang jadi simbol pariwisata Normandia. Tebing karang putih itu, memiliki bagian yang menjulur ke laut. Orang-orang di Normandia dan Inggris, menyebutnya leher dinosaurus yang menyelam.

Bahkan Claude Monet sampai rela menghabiskan musim dingin pada tahun 1868, hanya untuk melukis Étretat yang dramatis dalam lukisannya. Di pantai itu, wisatawan berjemur dan para nelayan mengolah hasil tangkapannya, untuk disajikan di restoran-restoran di sekitar Étretat. Di pantai itu berdiri vila-vila indah, salah satunya Villa La Guillette, yang dibangun untuk penulis Guy de Maupassant.

Nah, kampung halaman Enzo Zenz Allie rupanya tak sekadar wisata sejarah PeranG Dunia II. Juni-Agustus menjadi saat terbaik bertandang ke sana, karena cuaca cerah dan banyak festival unik. 


REKOMENDASI BERITA