Jokowi Disopiri Mahathir Mohamad, Intip Tanda Harus Stop Menyetir
TEMPO.CO | 11/08/2019 21:30
Jokowi menumpang mobil yang dikendarai oleh PM Malaysia Mahathir Mohamad dalam kunjungannya di Malaysia. foto/instagram/jokowi
Jokowi menumpang mobil yang dikendarai oleh PM Malaysia Mahathir Mohamad dalam kunjungannya di Malaysia. foto/instagram/jokowi

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam kunjungan kerja ke Malaysia, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menumpang mobil yang dikemudikan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Menurut Jokowi, duduk bersebelahan dan disopiri sendiri oleh Mahathir adalah kali kedua. “Lebih empat tahun lalu, saat berkunjung ke Malaysia, beliau juga mengajak saya untuk test drive mobil Proton yang disetir sendiri,” katanya. Dan ia mengaku takut. “Kecepatannya sungguh mendebarkan: sampai 180 kilometer per jam.”

Tapi untuk perjalanan kali ini, kata Jokowi, ia tak gelisah lagi lantaran dikemudikan Mahathir dengan kalem. “Pelan-pelan melaju dalam rangkaian kendaraan, hehe. Terima kasih Dr. M,” ujarnya.

Mahathir Mohamad memang masih terlihat sangat aktif dan sehat, padahal pria ini sudah menginjak usia 94 tahun. Usia tidak lantas membuatnya harus melepas kebiasaan berkendara itu.

Memang hingga kini, tidak ada peraturan yang membatasi usia seseorang untuk menyetir. Meski demikian, perlu dipahami bahwa terdapat beberapa indikasi bagi lansia atau orang tua yang diwajibkan untuk segera meninggalkan kebiasaan di balik setir. Apa sajakah itu? Melansir dari Psychology Today dan Everyday Health, berikut adalah beberapa diantaranya.

1. Mengalami penurunan fungsi penglihatan/pendengaran
Apabila Anda ataupun saudara dan orang tua telah mengalami penurunan fungsi penglihatan dan pendengaran, sangat diwajibkan untuk berhenti berkendara. Sebab, kedua indera ini sangat diperlukan untuk aktivitas menyetir. Contohnya saja, saat kendaraan di belakang membunyikan bel atau untuk memilih rambu lalu lintas di jalan.

2. Ada bagian kendaraan yang penyok
Bagi sebagian orang, meninggalkan mobil dengan keadaan penyok adalah hal yang biasa. Namun jika meninggalkannya tanpa menyadari adanya tanda tersebut, dapat menjadi indikasi bahwa Anda harus berhenti menyetir. Sebab, lansia mungkin tidak menyadari bahwa dirinya pernah menabrak sehingga nantinya akan membahayakan jika terus dilakukan.

3. Konsentrasi mulai berkurang
Jika sedang melakukan sesuatu, namun sebelum selesai, Anda berpindah pada aktivitas lainnya, bisa jadi konsentrasi mulai terganggu. Selain itu, jika Anda mudah terdistraksi dengan mengganti radio, diajak berbicara dan mengurangi suhu kendaraan sembari menyetir adalah indikasi konsentrasi terganggu lainnya. Jadi apabila Anda mengalami hal ini, sebaiknya tinggalkan aktivitas menyetir karena konsentrasi adalah hal utama dalam berkendara.

4. Memiliki suatu masalah kesehatan
Jika Anda adalah pasien serangan jantung atau osteoporosis, sebaiknya segera meninggalkan aktivitas berkendara. Sebab terkait serangan jantung, Anda bisa saja merasa kaget saat kendaraan lain mengerem mendadak maupun membunyikan klakson. Dimana keduanya akan menyebabkan serangan jantung kambuh. Dan begitu pula dengan osteoporosis dimana tulang sudah rapuh sehingga tidak memiliki kekuatan yang pasti dalam menggerakan kopling dan setir.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | PSYCHOLOGYTODAY | EVERYDAYHEALTH | INSTAGRAM


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT