3 Mitos Seputar Daging Kambing dan Faktanya
TEMPO.CO | 11/08/2019 05:52
Ilustrasi makan sate kambing. Shutterstock
Ilustrasi makan sate kambing. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Di Hari Raya Idul Adha, banyak orang menyajikan masakan istimewa dari bahan dasar daging kambing. Sayangnya, dengan berbagai kabar simpang siur mengenai daging ini, tak jarang orang memilih untuk menghindarinya. Padahal, belum tentu hal tersebut benar.

Sebagai bagian untuk meluruskan informasi, berikut adalah beberapa mitos dan fakta terkait daging kambing, seperti yang dilansir dari berbagai sumber.

Mitos pertama: Daging kambing menyebabkan kolesterol
Bagi penderita kolesterol, daging kambing mungkin telah menjadi musuh. Namun, ternyata tidak benar adanya jika daging ini bisa menaikan kolesterol. Melansir dari Times of India, kambing justru memiliki kadar lemak paling sedikit jika dibandingkan dengan jenis daging lain, seperti sapi, sehingga apabila Anda memiliki riwayat kolesterol, mengonsumsi kambing tidak masalah. Meski demikian, memperhatikan jumlah asupannya juga penting.

Mitos kedua: Ibu hamil tidak diperbolehkan makan daging kambing
Ibu hamil memang memiliki pantangan tersendiri dalam hal makanan sebab ini dikaitkan dengan kesehatan bayi di dalam kandungan. Meski demikian, merupakan hal yang salah jika ibu hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi daging kambing. Melansir dari That’s Farming, daging kambing justru berfungsi untuk mencegah anemia. Bahkan, daging ini juga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga bisa mencegah kecacatan pada bayi saat lahir. 

Mitos ketiga: Cara memotong kambing yang salah akan menyebabkan bau
Banyak orang yang sering mengaitkan cara memotong kambing dengan bau. Apabila salah memotong, bau pun akan sangat menyengat dan susah hilang. Padahal, ini tidak benar karena bau hanya akan muncul dan hilang saat seseorang mencucinya. Melansir dari Live Strong, bau akan hilang saat seseorang merendam daging kambing dengan garam. Jadi, jika Anda melewatkan hal ini, sangat mungkin daging kambing akan tetap mengeluarkan bau tak sedap.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT