Prosedur Ini Diklaim Bisa Menunda Menopause hingga 20 Tahun
TEMPO.CO | 06/08/2019 08:15
Ilustrasi menopause. shutterstock.com
Ilustrasi menopause. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan yang mengalami menopause merasakan hal-hal yang tidak nyaman, mulai dari gerah hingga suasana hati yang tidak menentu. Itu sebabnya sebagian wanita takut memasuki masa itu, kalau bisa menundanya.

Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa beberapa jenis makanan bisa memperlambat menopause. Tapi, di Inggris, sebuah prosedur medis baru diklaim bisa menunda menopause hingga 20 tahun. Jadi, wanita yang menjalankan prosedur ini bisa tetap subur hingga usia 50-an.

Sejauh ini sudah sembilan wanita berusia 22 hingga 36 tahun menjalani prosedur ini. Menurut CEO klinik Protecting Fertility and Menopause atau ProFaM di Birmingham, Simon Fishel, prosedur ini merupakan operasi bedah mikro selama 30 menit untuk mengangkat sejumlah kecil jaringan terluar salah satu ovarium.

Jaringan itu kemudian dibawa ke laboratorium khusus di mana ia dibagi menjadi strip kecil sekitar 8 x 4 milimeter dan disimpan pada -150 derajat Celcius. Strip kecil itu dapat dimasukkan kembali ke tubuh wanita ketika ia ingin menunda menopause, sehingga hormon kewanitaan tetap diproduksi secara alami.

“Ini merupakan peluang bagi kaum perempuan muda karena berfungsi two in one, menjaga kesuburan dengan menyimpan ratusan atau ribuan sel telur, yang juga dapat digunakan di masa depan untuk menunda menopause,” kata Simon seperti dikutip Mirror.co.uk, Senin, 5 Agustus 2019.

Untuk menjaga kesuburan, prosedur ini bisa dijalani wanita kurang dari 35 tahun, sedangkan untuk mencegah menopause bisa untuk wanita 40 tahun.

Namun, tak semua pakar kesuburan menyetujui prosedur ini. Joyce Harper, seorang profesor di bidang ilmu reproduksi di Institute for Women's Health, UCL, mengatakan prosedur ini berisiko. Pertama, pembekuan jaringan ovarium dilakukan saat wanita berusia di bawah 35 tahun. "Ini adalah usia ketika kebanyakan orang mencoba untuk hamil secara alami, jadi bisa berisiko jika pada saat yang sama wanita juga melakukan ini,” kata dia.

Selain itu, jika itu benar-benar menunda menopause selama 20 tahun maka wanita akan merasakan gejalanya di usia 60-an dan 70-an, ketika tubuh tidak dapat mengatasinya seperti saat usia lebih muda.

“Menopause tidak semuanya buruk. Secara pribadi, sebagian besar wanita yang saya kenal di usia 40-an dan 50-an yang masih memiliki siklus menstruasi, mereka hanya ingin berhenti,” kata dia.

Selain itu, wanita punya cara lain untuk menjaga menopause tetap terkendali dengan gaya hidup sehat.

Namun, konsultan ginekologi di Poole Hospital, Inggris, yang dan juru bicara British Menopause Society, Tim Hillard, mengatakan bahwa prosedur ini bisa menawarkan harapan bagi wanita yang bisa kehilangan fungsi indung telur mereka pada usia yang cukup muda, misalnya karena menopause dini atau perawatan kanker.

“Ini perawatan yang menarik untuk sekelompok kecil wanita. Namun, tidak bisa mengharapkannya untuk semua orang,” kata dia.

MIRROR.CO.UK | INDEPENDENT.CO.UK 

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT