Isi Tenaga dengan Cukup Tidur, Manfaatnya Segudang
TEMPO.CO | 28/07/2019 21:54
Ilustrasi tidur. Shutterstock
Ilustrasi tidur. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Manusia butuh tidur, idealnya sekitar 8 jam dalam semalam untuk mengistirahatkan badan. Namun, sebuah laporan terbaru menunjukkan bahwa semakin banyak orang, seperti di Amerika Serikat, dalam beberapa tahun terakhir semakin kurang tidur.

Ada beberapa alasan di baliknya, salah satunya adalah kemajuan teknologi dan media sosial yang membuat mata terpaku pada layar, bahkan ketika sudah berada di tempat tidur. Padahal, tidur itu penting karena pada dasarnya bertindak sebagai tempat pemberhentian untuk mengisi ulang tenaga dan istirahat. Demikian dilansir Medical Daily.

Saat tidur, otak akan membersihkan memori-memori buruk, hormon pertumbuhan meningkat, dan sistem tubuh pun memperbaiki diri untuk memastikan Anda siap beraktivitas keesokan harinya. Pertanyaannya, berapa lama tidur yang benar-benar dibutuhkan untuk tidak mengganggu proses itu?

National Sleep Foundation pada 2015 merekomendasikan setidaknya antara tujuh hingga sembilan jam untuk tidur, terutama untuk yang berusia 18-64 tahun. Rekomendasi itu dibuat berdasarkan ribuan makalah penelitian yang diterbitkan, yang mempelajari hubungan tidur dan kesehatan.

Ketika Anda tidak dapat tidur selama waktu yang direkomendasikan itu, maka ada potensi masalah kesehatan muncul. Misalnya, kurang dari 7 jam memiliki risiko lebih tinggi terkena obesitas, diabetes, atau bahkan penyakit kardiovaskular. Selain itu, kurang tidur akan membatasi jumlah sel yang akan melawan kanker dalam tubuh.

Namun, terlalu banyak tidur juga buruk karena bisa menjadi tanda depresi dan kondisi lain. Saat ini, para peneliti masih belum tahu apakah memecah siklus tidur selama 7 jam memiliki manfaat yang sama. Pada akhirnya, apa yang mereka rekomendasikan adalah tidur sebanyak mungkin, terutama jika hari itu melelahkan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT