Aturan Menggunakan Gawai untuk Anak, Ini Saran Psikolog
TEMPO.CO | 21/07/2019 16:12
Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani. TEMPO/Mila Novita
Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani. TEMPO/Mila Novita

TEMPO.CO, Jakarta - Gawai menjadi salah satu tantangan orang tua dalam membesarkan anak di era digital. Terlalu sering bermain gawai bisa mengganggu tumbuh kembang anak. Pasalnya, keasyikan main gawai bisa membuat anak malas beraktivitas, belajar, dan kecanduan. Lalu, bagaimana aturan bermain gawai pada anak?

Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani mengatakan bahwa gawai sebenarnya bukannya tidak boleh sama sekali untuk anak. Hanya saja, orang tua perlu mengikuti koridor agar tumbuh kembang anak tidak terganggu. Anak usia 1,5 tahun, misalnya, harus dijauhkan dari gawai.

“Anak di bawah 1,5 tahun, orang tua perlu menstimulasi inderanya,” kata Nina, panggilan Anna Surti, di sela-sela acara Taman Prestasi Sahabat Generasi Maju SGM Eksplor di Senayan, Jakarta, Ahad, 21 Juli 2019. Taman bermain ini dibuka untuk menyambut Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli.

Nina menyebut anak berusia di atas enam tahun umumnya diperbolehkan berinteraksi dengan gawai lebih lama dibandingkan dengan anak berusia di bawahnya. Namun, penggunaan gawai tetap harus di bawah pengawasan orang tua.

Lalu bagaimana mengalihkan perhatian anak dari gawai? Orang tua bisa mengajak anak melakukan aktivitas asyik. “Bukan sekadar menyuruh, ajak anak bermain bersama. Kalau ada interaksi menyenangkan yang menunjukkan kegiatan nongadget seru sekali maka anak akan cenderung menyukai kegiatan nongadget. Ini juga melatih kita untuk mengurangi kecanduan gadget,” kata dia. 

Nina mengatakan gawai juga sebenarnya bisa digunakan untuk menstimulasi anak, asal penggunaannya tepat. Ia mencontohkan, orang tua bisa memutar musik dari gawai lalu mengajak anak joget. Orang tua juga bisa menggunakan aplikasi aktivitas anak, atau melatih perhatian anak dengan kamera ponsel. Misalnya menggunakan kamera untuk memotret bunga, lalu di-zoom dan terlihat ternyata bunga itu tidak hanya berwarna merah, tapi juga ada warna lain di benang sari, putik, dan lain-lain. “Menggunakan gadget tidak semua jadi kacau kalau dimanfaatkan dengan bijaksana,” ujar dia. 



 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT