4 Tips Anggaran Liburan Hemat dan Asyik di Skandinavia
TEMPO.CO | 21/07/2019 09:21
Malmo Castle. TEMPO | Wayan Agus Purnomo
Malmo Castle. TEMPO | Wayan Agus Purnomo

TEMPO.CO, London - Negara-negara Skandinavia seperti Norwegia, Finlandia, Denmark dan Swedia selalu menjadi tujuan wisata favorit bagi pelancong untuk menghabiskan liburan musim panas. Data World Happiness Report 2019 menunjukkan, tiga negara pertama masuk jajaran tiga besar negara terbahagia dari 156 negara yang disurvei. Adapun Swedia berada di posisi ketujuh yang penduduknya paling bahagia sedunia.

Secara pendapatan per kapita, negara Skandinavia juga masuk ke dalam 20 besar dunia. Pendapatan per kapita Norwegia misalnya mencapai USD 85 ribu atau Rp 1,2 miliar per tahun. Sementara, Swedia yang berada di posisi paling buncit di antara empat negara tersebut memiliki pendapatan per kapita sebesar USD 62.652 atau Rp 875 juta rupiah per tahun.

Persoalannya, liburan ke Skandinavia juga tidak bisa dikatakan murah. Penerbangan dari Jakarta - Oslo - Jakarta misalnya saat musim liburan berkisar Rp 20 juta. Adapun rute termurah di antara keempat negara ini adalah melalui Copenhagen. Tiket ke Jakarta - Copenhagen - Jakarta seharga Rp 15 juta.

The Royal Palace. TEMPO | Wayan Agus Purnomo

Harga ini bisa jadi lebih murah ketika kita memesan jauh-jauh hari atau mendapatkan harga promosi dari maskapai tertentu. Yang mesti diingat, harga ini belum termasuk biaya pembuatan visa Schengen dan tranportasi lokal dari satu kota ke kota lain di kawasan negara tersebut.

Pada pertengahan Juli 2019, saya berkunjung ke empat kota di tiga negara di Skandinavia yaitu Oslo di Norwegia, Gothenburg dan Malm di Swedia dan Copenhagen di Denmark. Saya berangkat dari London menuju Oslo dan pulang ke London dari Copenhagen.

Berdasarkan pengalaman di empat kota tersebut, saya berkesimpulan bahwa liburan di Skandinavia memang bisa dikategorikan mahal. Namun, besarnya anggaran yang mesti dikeluarkan bisa disiasati dengan beragam cara. Berikut ini beberapa tips untuk menekan pengeluaran selama berlibur di Skandinavia.

1. Tentukan Destinasi
Menentukan lokasi kota tujuan penting untuk menghitung alokasi anggaran. Semakin banyak kota yang ingin disinggahi, semakin tinggi biaya yang dikeluarkan untuk mobilitas. Negara-negara Eropa terutama di kawasan Eropa Barat memiliki sistem transportasi, yakni jalan tol dan jalur kereta yang memudahkan mobilitas dari satu kota ke kota lain. Berpindah dari satu negara ke negara lain relatif mudah karena kita bisa menggunakan bus atau kereta.

Meskipun memiliki jaringan transportasi mumpuni, merencanakan lokasi tujuan dengan pasti sejak jauh hari bakal memudahkan perencanaan anggaran. Sebab, harga tiket bus dan kereta cenderung lebih mahal menjelang hari keberangkatan.

Misalnya, tiket bus dari Oslo ke Gothenburg sejauh 289 kilometer seharga 11,85 Poundsterling atau Rp 200 ribu. Perjalanan dengan bus ini ditempuh dalam waktu empat jam melewati jalan tol yang super mulus dengan pemandangan Skandinavia di musim panas yang menakjubkan.

Salah satu sudut kota Gothenburg. TEMPO | Wayan Agus Purnomo

Perjalanan dari Gothenburg ke Malmo, saya memilih kereta dengan waktu tempuh lebih cepat yakni selama dua jam. Harga tiket kereta untuk rute ini adalah 16,40 Poundsterling atau Rp 283 ribu per orang.

Adapun Malmo ke Copenhagen saya memilih menggunakan kereta api dengan tiket seharga 10.38 Poundsterling atau Rp 179 ribu. Ongkos ini belum termasuk biaya tiket bus lokal di dalam kota. Di Oslo misalnya, harga tiket sekali jalan untuk tram sebesar 2,63 Poundsterling atau Rp 45 ribu. Sementara di Copenhagen, harga tiket bus tergantung zona. Saya yang menginap di zona 3 mesti membayar 4.33 Poundsterling atau Rp 75 ribu dari pusat kota.

Selanjutnya: Sewa Hostel atau AirBnB

2. Sewa Hostel atau AirBnB
Saat musim panas, harga-harga penginapan bakalan melonjak tidak kira-kira. Karena itu, tinggal di hostel atau AirBnB merupakan pilihan tepat untuk menekan anggaran. Di Oslo, tarif hostel termurah selama liburan musim panas sekitar 75 Poundsterling atau Rp 1,2 juta per malam.

Dengan harga sebesar ini, pelancong berbagi kamar dengan empat orang. Sementara harga kamar hotel di pusat kota Oslo yang paling murah adalah sebesar 120 Poundsterling atau Rp 2 juta per malam. Karena itu, mencari penginapan dengan harga yang cocok merupakan pekerjaan tersendiri saat travelling ke Skandinavia.

Di Oslo misalnya, saya memperoleh AirBnB seharga 41.76 Poundsterling atau Rp 720 ribu per malam. Dengan harga itu, saya memperoleh kamar sempit berukuran 3 x 4 meter. Saya memperoleh akses kamar mandi bersama dan dapur yang digunakan bareng dengan tuan rumah.

Salah satu sudut NyHavn, kawasan wisata di Copenhagen. TEMPO Wayan Agus Purnomo

Adapun di Gothenburg, saya tidak mendapatkan AirBnB dengan harga terjangkau. Karena itu, saya memilih tinggal di hostel yang dekat dengan Botanical Garden. Saya memperoleh hostel dengan harga 39 Poundsterling atau Rp 674 ribu untuk dua malam. Dengan harga ini, saya mesti berbagi dengan 12 orang lain di kamar yang sama. Keunggulan menginap di hostel adalah lokasinya yang terletak di pusat kota sehingga akses ke objek wisata juga relatif mudah.

Di Copenhagen, tarif menginap bisa lebih gila lagi. Sewa hostel termurah di kota ini adalah 42 Poundsterling atau Rp 725 ribu per malam. Harga AirBnB di pusat kota juga tak jauh beda dengan tarif hostel. Sementara tarif hotel termurah yang saya temukan di kota ini adalah 70 Poundsterling atau Rp 1,2 juta per malam.

Karena itu, saya menyewa AirBnB dengan harga £56.32 atau Rp 970 ribu untuk dua malam. Kekurangan AirBnB ini adalah lokasi sejauh delapan kilometer dari pusat kota. Saya mensiasatinya dengan menyewa sepeda. Badan tetap sehat, kantong pun selamat.

Selanjutnya: Masak di Hostel

3. Memasak di Hostel
Salah satu faktor yang bakal membuat anggaran membengkak selama di Skandinavia adalah harga makanan yang relatif mahal. Di Oslo, harga seporsi makanan Asia di sebuah stan makanan sederhana sebesar 15 Poundsterling atau Rp 258 ribu.

Harga ini bisa melonjak dua kali lipat jika kita makan di sebuah restoran di kawasan wisata. Di Gothenburg, saya sempat mencicipi salmon asap dan beberapa makanan berbahan baku udang. Porsi makanan yang cukup untuk dua orang ini saya tebus dengan harga 25 Poundsterling atau Rp 431 ribu.

Salah satu keuntungan tinggal di hostel atau AirBnB adalah adanya fasilitas dapur yang bisa kita gunakan untuk memasak. Karena itu, memasak bisa menjadi salah satu trik untuk menekan anggaran makanan.

Fiskekorka, salah satu kawasan untuk membeli hasil laut di Gothenburg. TEMPO | Wayan Agus Purnomo

Selama liburan di Skandinavia, saya membeli bahan baku di supermarket untuk bekal sarapan dan makan siang. Dibandingkan dengan di London, harga-harga bahan baku makanan di Skandinavia juga relatif lebih mahal.

Di Inggris dengan uang 7 Poundsterling, saya bisa membeli bahan baku makanan untuk dua hari. Sementara di Skandinavia uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli bahan baku makanan untuk satu hari.

Hal lain yang mesti diperhatikan saat liburan di Skandinavia adalah harga air kemasan yang tidak murah. Setengah liter air kemasan harganya bisa mencapai 2 Poundsterling atau Rp 15 ribu. Karena itu, membawa botol kosong dan mengisinya lewat keran juga bisa menjadi salah satu siasat untuk menekan pengeluaran.

Selanjutnya: Bersepeda

4. Bersepeda
Skandinavia terkenal sebagai negara yang memiliki perhatian tinggi terhadap lingkungan. Oslo menjadi kota dengan udara terbersih di dunia. Negara ini secara signifikan mengurangi penggunaaan kendaraan berbahan bakar fosil.

Tahun lalu, pemerintah setempat membangun lebih dari 43 ribu stasiun pengisian bahan bakar listrik. Di kota ini, saya menemukan mobil Tesla bersliweran di seluruh penjuru kota. Hal lain yang menjadi ciri khas negara Skandinavia adalah anak-anak muda yang ke mana-mana menggunakan skuter dorong atau sepeda.

Adapun Copenhagen terkenal sebagai kota paling ramah untuk pesepeda. Tahun lalu, populasi sepeda bahkan sudah melampaui jumlah kendaraan bermotor. Data pemerintah setempat menunjukkan, sebanyak 62 persen penduduk Copenhagen menggunakan sepeda untuk bekerja dan pergi ke sekolah.

Di kota ini, pesepeda (dan pejalan kaki) mendapatkan tempat terhormat di jalan raya. Mereka dibuatkan jalur khusus, yang lebarnya hampir menyamai jalur untuk kendaraan bermotor. Kota ini memiliki trek khusus sepeda sepanjang 375 kilometer. Di Skandinavia, jalur sepeda bahkan sudah memiliki lampu pengatur lalu lintas sendiri.

Di Gothenburg, saya menggunakan aplikasi Styr and Ställ untuk menyewa sepeda. Dengan aplikasi ini, saya cukup membayar sebesar 25 Swedia Krone atau Rp 37 ribu selama tiga hari. Di Gothenburg, terdapat lebih dari 60 stasiun parkir sepeda aplikasi ini.

Salah satu provider untk penyewaan sepeda di Oslo. TEMPO | Wayan Agus Purnomo

Kekurangan aplikasi ini adalah, agar tidak terkena biaya tambahan kita mesti menggunakan sepeda ini dalam rentang waktu kurang dari 30 menit untuk sekali putaran. Lebih dari itu, kita bakalan dikenai tarif sebesar 10 Swedia Krone per 30 menit.

Di Malm, saya menggunakan aplikasi Malm By Bike. Dengan aplikasi ini, saya membayar sebesar 80 Swedia Krone atau Rp 120 ribu untuk durasi selama 24 jam. Kita mesti menggunakan sepeda dalam satu kali putaran kurang dari satu jam.

Ini juga bukan karena ada puluhan stasiun untuk kita mengambil dan memarkir sepeda di seluruh penjuru kota. Dengan menyewa sepeda, maka daya jangkau kita bakal menjadi lebih luas dan lebih menghemat tenaga jika dibandingkan dengan berjalan kaki. Otomatis, objek wisata yang dikunjungi pun menjadi lebih banyak.

Di Copenhagen, sebenarnya ada banyak aplikasi untuk menyewa sepeda. Karena berstatus kota wisata, harga sewa sepeda di Copenhagen juga tidak murah. Rentang harganya berkisar antara 10 - 15 Poundsterling per hari.

Saya menggunakan provider Donkey Republic untuk berkeliling di Copenhagen. Aplikasi ini relatif lebih masuk akal karena kita bisa menggunakan sepeda tanpa durasi waktu seperti di kota sebelumnya. Selama dua hari, saya membayar sewa sebesar 175 Denmark Krone atau sebesar Rp 300 ribu. Kelebihan aplikasi ini adalah kita bisa membawa sepeda pulang dan memarkirnya di mana saja. Kita hanya perlu menaruh sepeda di stasiun yang ditentukan saat pengembalian.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT