Di Lebaran Betawi Ada Es yang Bikinnya Harus Digoyang-Goyang
TEMPO.CO | 20/07/2019 21:49
Seniman unjuk kebolehan membawakan Silat Betawi saat Lebaran Betawi 2019 di lapangan silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu, 20 Juli 2019. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Lebaran Betawi 2019 yang ke-12 bertemakan "Dengan Budaye Kite Per
Seniman unjuk kebolehan membawakan Silat Betawi saat Lebaran Betawi 2019 di lapangan silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu, 20 Juli 2019. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Lebaran Betawi 2019 yang ke-12 bertemakan "Dengan Budaye Kite Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Indonesia". ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Lebaran Betawi dimeriahkan bazar kuliner di samping area Silang Monas Barat Daya, Jakarta Pusat. Lebaran Betawi tahun ini bertema 'Dengan Budaye Kite Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Indonesia' berlangsung pada 19 Juli - 21 Juli 2019.

Dari sekian banyak stan di Lebaran Betawi, es goyang menjadi pusat perhatian. Sebuah gerobak dikerumuni para pengunjung Lebaran Betawi yang mengantre untuk membeli es goyang. Selaras dengan namanya, cara membekukan es dengan menggoyang-goyang gerobak. 

Es goyang yang dicelupkan dalam coklat cair, kudapan yang dijual dalam bazar kuliner acara Lebaran Betawi di Silang Monas Barat Daya, Sabtu, 20 Juli 2019. TEMPO/Bram Setiawan

"Dari 600 es yang saya bawa, sekarang tinggal 18," kata Taufik Sudrajat alias Opik, pedagang es goyang saat acara Lebaran Betawi, Sabtu, (20/7). Opik yang sehari-hari berjualan di Pasar Kambing Tanah Abang mengaku tertarik menjajakan es goyang karena momentum pengunjungnya sangat banyak.

Ia berjualan sejak pukul 07.00. Menjelang magrib, dagangannya sudah habis terjual. Saat Lebaran Betawi, Opik menjual per batang Rp 8 ribu. Atau, bila membeli dua batang sekaligus harganya Rp. 15 ribu.

Es goyang meski dikenal sebagai kuliner tradisional Betawi juga menjadi jajanan khas Bandung. Es goyang menggunakan bahan baku di antaranya santan dan gula. Kemudian dibekukan dalam cetakan yang didinginkan menggunakan es dan garam. "Digoyang-goyang supaya lebih cepat membeku, biasanya 25 menit," ucap Opik.

Namun, saat berjualan di Lebaran Betawi, Opik tidak menggoyang gerobaknya. Ia sudah menyiapkan stok, karena melayani banyak pembeli. Es goyang bisa dinikmati polos atau dengan lapisan coklat. Caranya cukup dicelupkan saja, kemudian coklat cair itu langsung membeku melapisi permukaan es goyang, bisa juga ditambahkan kacang.

Rasa es goyang manis beraroma santan, namun teksturnya agak renyah saat digigit. Sensasi renyah itu dari pembekuan coklat.

Saat Lebaran Betawi, memang banyak kuliner Betawi, di antaranya, kerak telor, toge goreng, serta ragam kue tradisional. Namun ada juga makanan khas nusantara lainnya, di antaranya gudeg, siomay, rawon, mendoan.

Proses membuat adonan ice cream roll Thai, atau es krim gulung Thailand. Makanan ringan ini dijual dalam bazar kuliner Lebaran Betawi, di Silang Monas Barat Daya, Sabtu, 20 Juli 2019. TEMPO/Bram Setiawan

Untuk kudapan yang dingin, selain es goyang, ada pula pong pong Korean snack, dan ice cream roll thai (es krim gulung), kuliner mancanegara yang belakangan laris diminati.

Pong pong korean snack, juga dikenal dengan sebutan snack ngebul, karena sajiannya bagai memunculkan gumpalan asap. Kudapan tersebut adalah snack berbahan susu kental manis, kemudian disiram dengan nitrogen cair. Saat nitrogen cair disiram memunculkan efek yang menarik perhatian pengunjung.

Adapun ice cream roll thai atau es krim gulung, adalah kuliner Thailand yang belakangan populer dijual di Jakarta. Cara mengolahnya pun juga memikat pandangan, karena adonannya dibuat langsung di atas wadah logam datar. Kemudian adonan tersebut dibuat pipih, lalu digulung sebelum dihidangkan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT