Pelaku Wisata Curhat Turis Tahunya Candi Borobudur di Yogyakarta
TEMPO.CO | 15/07/2019 11:39
Candi Borobudur di sela acara Borobudur Writers and Cultural Festival 2018, 24 November 2018. TEMPO | Pito Agustin Rudiana
Candi Borobudur di sela acara Borobudur Writers and Cultural Festival 2018, 24 November 2018. TEMPO | Pito Agustin Rudiana

TEMPO.CO, Magelang - Semula, wisatawan, khususnya turis mancanegara mengenal Candi Borobudur nan megah itu ada di Yogyakarta. Kabupaten Magelang yang menjadi lokasi persis Candi Borobudur yang menjadi salah satu keajaiban dunia itu berpijak seolah terabaikan.

Baca: Tiket Candi Borobudur Dianggap Kemahalan, Pengelola: Itu Termurah

Seiring waktu, para wisatawan akhirnya mengetahui kalau Candi Borobudur terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bukan Yogyakarta. Hanya saja, menurut pengusaha pariwisata di Magelang, pemahaman ihwal letak Candi Borobudur itu belum berakhir.

"Orang (memilih) lari ke Yogyakarta karena menganggap di Magelang cuma ada Candi Borobudur," kata Hani Sutrisno, seorang pelaku wisata di Magelang saat ditemui di kantornya, Kamis, 11 Juli 2019. Hani Sutrisno mendirikan Desa Bahasa di Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Setiyarso mengakui Candi Borobudur menjadi pusat perhatian wisatawan domestik dan mancanegara. Padahal, menurut dia, Magelang mempunyai 210 daya tarik wisata, tak hanya candi.

Pengunjung di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu 1 Juni 2019. TEMPO/Mustafa Ismail

"Tapi dari ikon Magelang, yang paling muncul itu Candi Borobudur dari 10 daerah prioritas pariwisata nasional," kata Iwan. Sebanyak 14 candi yang tersebar di Magelang pun yang paling banyak dikunjungi adalah Candi Borobudur. "Sebagian lagi belum dikelola optimal karena belum tumbuh ekosistem pariwisata di sekitarnya."

Kementerian Pariwisata bahhkan mentargetkan tiga daerah wisata Yogyakarta – Solo (Surakarta) – Semarang alias Joglosemar bisa mendatangkan 2 juta turis asing ke Candi Borobudur. Sementara pengelolaan candi tersebut bukan oleh Pemerintah Magelang, melainkan dikelola PT Taman Wisata Candi (TWC) yang merupakan perusahaan BUMN. "Magelang tak mendapat manfaat langsung dari Candi Borobudur. Tapi apa mesti direbut? Enggak ada solusi malah jadi konflik," ucap Iwan.

Keberadaan Candi Borobudur semestinya jangan menjadi kendala. Candi Borobudur, menurut dia, seharusnya menjadi magnet untuk menarik sebanyak mungkin wisatawan agar datang ke Magelang. Mereka diajak untuk menikmati spot-spot lain di sekitar candi. "Dengan begitu Kabupaten Magelang mendapat manfaat, kalau wisatawan ke Candi Borobudur sebisa mungkin datang juga ke tempat lain," kata Iwan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT