Tantangan untuk Desainer, Tidak Hanya Membuat Sesuatu yang Cantik
TEMPO.CO | 10/07/2019 12:33
ki-ka: Lenni Tedja (Direktur Jakarta Fashion Week), Kanti Panjaitan (Savana Furniture), Hendro Hadinata (Desainer interior), Ade Swargo Mulyo (Direktur Kemitraan WWF Indonesia) di Fashionlink x BLCKVNUE Fashion Habitat, di Senayan City, Jakarta Pusat, Sel
ki-ka: Lenni Tedja (Direktur Jakarta Fashion Week), Kanti Panjaitan (Savana Furniture), Hendro Hadinata (Desainer interior), Ade Swargo Mulyo (Direktur Kemitraan WWF Indonesia) di Fashionlink x BLCKVNUE Fashion Habitat, di Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa 9 Juli 2019. Tempo/Astari P Sarosa

TEMPO.CO, Jakarta - Industri kreatif tentunya berhubungan dengan membuat kreasi yang unik dan cantik. Industri kreatif bisa dengan cepat menarik perhatian masyarakat dengan hasil kreasinya. Melihat hal tersebut, desainer interior Hendro Hadinata menantang para desainer untuk membuat sesuatu yang bukan hanya cantik tapi punya makna lebih. 

“Saatnya desainer step up untuk membuat kreasi yang menggugah, yang membuat masyarakat ingin lebih tahu mengenai keadaan di sekitarnya,” jelas Hendro di Jakarta Pusat, Selasa, 9 Juli 2019.

Hendro sendiri baru saja mendesain instalasi interaktif yang bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat pada hewan-hewan di Indonesia yang terancam punah. Instalasi hasil kolaborasi antara Fashionlink x BLCKVNUE dengan Savana Furniture bertujuan untuk mendukung WWF Indonesia dan meningkatkan kesadaran masyarakat. 

Baca juga:
Ingin Pakai Baju dengan Motif Tabrakan, Ini Tips dari Desainer
Desainer Fashion Tidak Mengikuti Tren, Apa Konsekuensinya?

Desainer memiliki peran penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pada isu-isu penting.

“Bisa dilihat dari beberapa desainer di luar negeri bahwa mereka tidak hanya mengurus desain secara estetika tapi juga memastikan bahan yang digunakan dari? Dukungan sosialnya bagaimana? Itu semua penting,” lanjut Hendro. 

WWF Indonesia juga mengungkapkan pentingnya kolaborasi dengan industri kreatif untuk meningkatkan kepedulian masyarakat pada isu-isu sosial.

“Praktik-praktik berkelanjutan tidak hanya mengusung semangat ‘ramah lingkungan’, karena juga erat kaitannya dengan menjawab berbagai tantangan lainnya, seperti kemiskinan, konsumsi, dan kesehatan,” jelas Ade Swargo Mulyo, direktur kemitraan WWF Indonesia. Inilah tantangan baru untuk para desainer atau pelaku industri kreatif. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT