Musisi Inggris di Ulang Tahun Jakarta, Kostumnya Rp 300 Juta
TEMPO.CO | 22/06/2019 13:47
Band Militer Inggris memainkan alat musik saat tampil menghibur warga di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019. Grup drum band itu terdiri dari tiga orang, yang masing-masing membawa terompet, drum dan pengeras suara. TEMPO/M Taufan Renggan
Band Militer Inggris memainkan alat musik saat tampil menghibur warga di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019. Grup drum band itu terdiri dari tiga orang, yang masing-masing membawa terompet, drum dan pengeras suara. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam rangka hari ulang tahun Jakarta yang jatuh pada 22 Juni 2019, pemerintah mengundang musisi militer asal Inggris, Central Band of The Royal Air Force and 1st Battalion of Grenadier Guards untuk menunjukkan bakatnya.

Baca: Ulang Tahun Jakarta, Intip Antusiasme Warga Nonton Musisi Inggris

Berlokasi di stasiun MRT Dukuh Atas, ketiga personil yang bernama Damian Thomas, Andrew McKenna dan George Bailey pun menampilkan marching band selama kurang lebih sepuluh menit dalam dua sesi, yakni pukul 17.20-17.30 dan 18.30-18.40. Mereka membawakan lagu British Grenadiers, Side Drum Flourish, Retreat dan Carnival of Venice, dengan masing-masing memainkan tenore dan terompetnya.

Musisi militer asal Inggris, Central Band of The Royal Air Force and 1st Battalion of Grenadier Guards tampil di MRT Dukuh Atas dalam rangka menyambut HUT DKI Jakarta pada 21 Juni 2019. TEMPO/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

Antusiasme masyarakat terhadap hal ini pun sangat besar. Mereka bahkan rela berdempetan dengan penonton lainnya guna mengabadikan acara singkat itu. Selain alunan musik yang menjadi perhatian, rupanya seragam militer Inggris yang lengkap pun sangat mencolok. Menurut juru bicara musisi itu, John Nickell, pakaian tersebut memang sangatlah mahal.

Pada bagian pundak, terdapat lempengan berwarna kuning yang menghiasi kostum mereka. Rupanya, ini bernilai dua ribu poundsterling per sisinya. Sehingga untuk dua pundak, lempengan itu saja mengocek biaya sebesar 78.6 juta rupiah. “Ini full emas 24 karat. Jadi harganya memang sangat mahal,” kata Nickell di Jakarta pada 21 Juni 2019.

Musisi militer asal Inggris, Central Band of The Royal Air Force and 1st Battalion of Grenadier Guards tampil di MRT Dukuh Atas dalam rangka menyambut HUT DKI Jakarta pada 21 Juni 2019. TEMPO/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

Selain itu, sash atau selempang yang digunakan dan melintang dari pundak hingga pinggul juga sangat mahal. Memadukan warna hitam dan kuning keemasan, satu selempang bernilai tiga ribu poundsterling atau setara dengan 59 juta rupiah. “Kalau yang itu (selempang) dia menggabungkan kulit sapi asli dan emas 24 karat,” katanya.

Terakhir, pada baju yang menyerupai mantel tebal berwarna merah, itu harus mengeluarkan biaya sebesar sembilan ribu poundsterling atau setara dengan 177 juta rupiah. Rupanya, ini disebabkan oleh gabungan kulit dan kapas untuk membua
tnya. “Jadi total satu baju 16 ribu poundsterling (hampir 300 juta rupiah),” katanya.

Baca: Semarak HUT Jakarta, Musisi Inggris Ini Hebohkan MRT Jakarta

Tak heran, usai penampilan ketiga musisi, para pengunjung pun berbondong-bondong ingin melakukan swafoto dengan mereka. Namun sayang, dari pantauan Tempo, para musisi ini tidak diperbolehkan untuk berfoto dengan para pengunjung lantaran jumlah massa yang sangat padat. Maklum, saat itu bertepatan dengan waktu pulang kerja.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT