Bagaimana Rokok Bisa Meningkatkan Risiko TBC?
TEMPO.CO | 18/06/2019 20:36
Ilustrasi larangan merokok. NIGEL TREBLIN/AFP/Getty Images
Ilustrasi larangan merokok. NIGEL TREBLIN/AFP/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Rokok menjadi musuh utama paru-paru. Selain kanker paru, rokok juga bisa memicu seseorang terinfeksi kuman mycobacterium tuberculosis penyebab TBC. Bagaimana bisa?

Baca juga: Rokok dan Masalah Gaya Hidup, Penyebab Utama Kanker Usus

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta Dr. Erlang Samoedro, Sp.P mengatakan, merokok dapat menyebabkan kerusakan silia atau rambut-rambut getar pada saluran pernapasan. Silia merupakan pertahanan organ respirasi yang ada di sepanjang saluran napas.

“Jika silia rusak maka tidak ada lagi pertahanan sehingga kuman bisa masuk, termasuk kuman TB. Selain itu, kerusakan juga berimbas pada kekebalan tubuh,” kata Dr. Erlang dalam seminar “Rokok dan Penyakit Paru” di Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019. Seminar ini diselenggarakan Tobacco Control Support Center – Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC IAKMI) untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia.

Dr. Erlang mengatakan, merokok meningkatkan risiko terinfeksi kuman TBC dua kali lipat dibandingkan dengan tidak. Ini berlaku untuk perokok aktif maupun pasif. “Merokok sedikit atau banyak sama-sama meningkatkan risiko TBC. Makin banyak dia merokok, makin tinggi juga risikonya,” ujar Dr. Erlang.

Baca juga: Risiko Kesehatan Rokok Elektrik, Asma hingga Kerusakan Otak

Pasien TBC Dr. Erlang juga kebanyakan perokok. Menurut dia, pasien-pasien ini langsung berhenti merokok begitu divonis terinfeksi TBC. Sayangnya, begitu merasa baikan, mereka akan kambuh lagi untuk merokok. “Kekambuhan TBC orang yang merokok juga lebih tinggi,” kata dia. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT