Ini Akibat jika Anda Sering Menahan Buang Angin
TEMPO.CO | 25/05/2019 17:15
Ilustrasi wanita tahan buang angin. shutterstock.com
Ilustrasi wanita tahan buang angin. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Perasaan ingin buang angin alias kentut sering datang tanpa diduga. Kadang-kadang di tempat kerja, di dalam pesawat, di dalam lift, saat makan malam bersama keluarga besar. Dalam kondisi itu, Anda tentu melakukan apa pun agar gas itu tidak keluar dan menimbulkan bunyi dan bau tidak sedap. Jika membiarkannya keluar begitu saja, Anda bisa dicap tidak sopan.

Baca juga: 4 Tips Penting untuk Mencegah Kembung di Pesawat

Buang angin sebenarnya adalah bagian normal dari pencernaan. Gas ini terbentuk ketika bakteri usus memecah makanan, lalu keluarlah gas yang kemudian memasuki dubur dan keluar melalui anus. Dalam sehari, baik pria maupun wanita bisa mengeluarkan gas sebanyak 20 kali, kadang-kadang tanpa suara dan bau yang khas.

Tapi, pernahkah terpikir apa yang terjadi ketika gas yang harusnya keluar itu tertahan di dalam tubuh? Gas itu tidak akan hilang secara ajaib. Dia akan tetap berada di tubuh Anda dan mencari jalan keluar lain.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Divisi Gastroenterologi, Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, jika Anda terus berusaha menekan kentut Anda, ia akhirnya keluar dari mulut Anda setelah melalui paru-paru. Ya, karena gas benar-benar membutuhkan jalan keluar, ia akan diresirkulasi sampai waktu diembuskan dalam napas.

Lebih memalukan lagi ketika gas itu bukannya keluar dari mulut, melainkan keluar dalam bentuk buang gas yang tidak terduga. Jalan terbaik adalah menahannya sebentar lalu mengeluarkannya di kamar kecil.

Menahan buang angin memang tidak akan berdampak serius pada kesehatan Anda, tapi tetap ada konsekuensi yang harus Anda hadapi.

“Jika ada penumpukan gas yang berlebihan di usus, hal itu dapat menyebabkan kembung yang bisa membuat sangat tidak nyaman. Dan yang sering memalukan adalah perut Anda bisa mengeluarkan suara-suara berisik yang aneh,” Gill Hart, direktur ilmiah dari YorkTest Laboratories, seperti dikutip metro.uk.

Perlu diingat bahwa mengonsumsi makanan tertentu kacang merah, biji-bijian, kecambah, kol, dan brokoli dapat membuat produksi gas di tubuh Anda bertambah. Cobalah mengonsumsi lebih banyak probiotik seperti yoghurt untuk menjaga flora demi usus yang sehat.

METRO.UK | TIMES OF INDIA | MEDICAL DAILY


 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT