Tips agar Hewan Peliharaan Terhindar dari Sakit saat Cuaca Panas
TEMPO.CO | 19/05/2019 11:10
Ilustrasi anjing dan kucing. shutterstock.com
Ilustrasi anjing dan kucing. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Cuaca panas yang biasanya datang di pertengahan tahun tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tapi juga kesehatan hewan peliharaan. Tak seperti manusia, hewan peliharaan seperti kucing, anjing, dan kelinci, mengalami kesulitan menyesuaikan suhu tubuh mereka.

Baca juga: Grumpy Cat Mati, Begini Cegah Infeksi Saluran Kemih pada Kucing

Ini karena mereka sulit mengeluarkan keringat melalui permukaan tubuh. Akibatnya, hewan peliharaan menghadapi risiko lebih besar terhadap sengatan panas atau heat stroke, dehidrasi, tidak nafsu makan, dan diare.

"Bahkan hewan peliharaan paling sehat pun bisa menderita dehidrasi, sengatan panas, dan terbakar sinar matahari jika terekspos panas berlebihan. Dan sengatan panas bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat,” kata konsultan kesehatan hewan peliharaan Dr. Lila Miller di ASPCA Bergh Memorial Animal Hospital, Amerika Serikat.

Berikut beberapa tips agar hewan peliharaan terhindar dari masalah kesehatan selama cuaca panas.

1. Hindari paparan sinar matahari panas

Pastikan hewan peliharaan berada di dalam ruangan atau di bawah naungan, terutama suhu puncak dari pukul 10.00 hingga 16.00. Jadi, semua kegiatan di luar ruangan, seperti berolahraga atau berjalan harus dibatasi pada pagi atau sore hari.  

2. Banyak minum air

Pastikan hewan peliharaan Anda minum banyak air sepanjang hari. Air akan membantu mereka terhindar dari dehidrasi.  

3. Jangan tinggalkan di mobil

Jangan pernah meninggalkan hewan peliharaan Anda di mobil dalam cuaca panas. Sebab, suhu mobil yang diparkir di luar ruangan akan meningkat drastis hanya dalam waktu singkat, meski jendela terbuka dan bisa menyebabkan sengatan panas. Di beberapa negara bagian Amerika Serikat, meninggalkan hewan peliharaan di mobil saat diparkir adalah ilegal.  

4. Beberapa jenis hewan yang rentan 

Hewan peliharaan bertubuh pendek seperti anjing jenis Pug, Shi-Tzu, Bulldog, dan Boxer, rentan terhadap sengatan panas karena mereka kesulitan terengah-engah. Sementara anjing berusia tua, gemuk, dan binatang peliharaan yang punya masalah pernapasan dan jantung sebaiknya selalu berada di ruangan sejuk.

Baca juga: Lebih Bahagia Mana, Memelihara Anjing atau Kucing?

5. Waspadai gejala sengatan panas

Waspadai gejala-gejala sengatan panas seperti terengah-engah disertai keluarnya air liur berlebihan, suhu tubuh tinggi, tidak merespons ketika dipanggil, gusi berubah jadi merah bata, detak jantug lebih cepat, dan muntah.  

WEB MD | TIMES Of INDIA 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT