3 Langkah Cegah Pneumonia,Penyebab Kematian Aktris Doris Day
TEMPO.CO | 14/05/2019 21:42
Doris Day. REUTERS
Doris Day. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Legenda Hollywood Doris Day meninggal di usia ke-97 pada Senin, 13 Mei 2019. Dikutip dari Time, Selasa, 14 Mei 2019, aktris yang juga penyanyi yang tenar pada 1950-an dan 1960-an itu dikabarkan meninggal karena sakit pneumonia atau paru-paru basah.

Baca juga: Penyanyi Que Sera Sera, Doris Day Meninggal

"Day dalam kondisi fisik yang sangat baik untuk ukuran orang seusianya sampai dia kena pneumonia parah yang menyebabkan dia meninggal," kata yayasan Doris Day Animal Foundation dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi kematian sang bintang.

Pneumonia menjadi salah satu masalah paru-paru yang banyak mengakibatkan kematian. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Infeksi ini menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Sering kali paru-paru dipenuhi dengan air atau cairan lendir. 

Dilansir dari webmd.com, pneumonia dapat menyerang seluruh kalangan mulai dari anak-anak hingga orangtua. Pengidap pneumonia akan merasakan pembengkakan saluran pernapasan akibat kantong udara kecil dipenuhi oleh cairan. Akibatnya, mereka akan merasakan demam, batuk berdahak hingga kesulitan untuk bernapas.

Sebelum terkena penyakit ini, berikut ini tiga cara mencegah dan mengurangi risiko penyakit pneumonia tersebut.

1. Vaksinasi

Vaksinasi dapat mengurangi risiko untuk terjangkit pneumonia, meskipun tidak menutup kemungkinan terjadi. Ada dua jenis vaksin pneumonia: vaksin konjugasi pneumokokus (PCV13 atau Prevnar 13) dan vaksin polisakarida pneumokokus (PPSV23 atau Pneumovax 23).

Vaksin konjugasi pneumokokus biasanya dilakukan satu kali kepada anak-anak dan orang dewasa. Dipercaya, ini dapat mencegah 13 jenis bakteri yang menyebabkan infeksi serius. Sedangkan vaksin polisakarida pneumokokus hanya direkomendasikan bagi orang dewasa. Penggunaannya yang hanya satu kali ini diyakini dapat mencegah 23 jenis bakteri jahat.

2. Menjaga kebersihan

Tangan telah terbukti menjadi salah satu sumber berkumpulnya bakteri-bakteri jahat dan pembawa utama kuman penyebab penyakit. Menurut sebuah riset di Amerika Serikat, cara termudah memerangi pneumonia yang tidak perlu mengeluarkan biaya banyak adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun.

Mencuci tangan perlu dilakukan setelah menggunakan toilet, sebelum makan, dan setelah melakukan aktivitas di luar. Dipercaya, hal ini dapat mengurangi risiko infeksi pernapasan seperti pneumonia akibat bakteri dan kuman yang dibawa oleh tangan sebesar 50 persen. Apabila seseorang tidak dapat mencuci tangan, mengunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol juga dapat dilakukan. 

3. Hindari merokok

Sebuah studi menunjukan bahwa tembakau dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi bakteri pada paru-paru atau pneumonia. Setiap satu bungkus rokok yang diisap dalam satu hari terbukti menaikan faktor risiko terkena pneumonia sebesar 121 persen.

Baca juga: 
Doris Day Meninggal Karena Paru-Paru Basah, Waspadai 5 Gejalanya

Jika pneumonia tidak diobati dan perbaikan gaya hidup, masalah ini akan berimbas pada penyakit yang lebih besar yaitu kanker paru-paru. Oleh sebab itu, cara terbaik untuk mencegah faktor-faktor risiko yang lebih besar untuk muncul adalah dengan berhenti merokok. Apabila berhenti total merupakan hal yang sulit dilakukan, berhentilah setidaknya satu atau dua minggu demi memberi jeda paru-paru bergerak dengan sehat.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | WEBMD | HEALTHLINE | ABCNEWS | TIME


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT