Saat Puasa Lapar Dirasakan Pukul 10, Tapi Pukul 13 Akan Bugar?
TEMPO.CO | 13/05/2019 05:35
Ilustrasi anak kecil berpuasa. parenthub.com.au
Ilustrasi anak kecil berpuasa. parenthub.com.au

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi umat muslim, berpuasa di bulan Ramadan merupakan salah satu kewajiban ibadah. Di Indonesia, umat muslim melakukan ibadah puasa selama 13 – 14 jam. Meski relatif lebih singkat dibanding sejumlah negara lain, perubahan pola makan selama bulan Ramadan seringkali membuat tubuh terasa lemas untuk menjalankan aktivitas keseharian. Jika sudah merasa lemas, aktivitas fisik seperti olahraga seringkali tak lagi masuk dalam daftar prioritas dalam kegiatan harian.

Baca: Wortel dan 3 Bahan ini Ampuh Atasi Bibir Pecah saat Puasa

“Sebagian orang berpikir bahwa olahraga selama puasa akan menguras energi dan membuat tubuh menjadi semakin lemas. Padahal olahraga dapat membantu tubuh tetap fit. Combiphar sebagai perusahaan lokal consumer healthcare di Indonesia, mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap menjalankan gaya hidup aktif agar dapat bugar saat menjalankan puasa di bulan Ramadan. Inisiatif ini sesuai dengan komitmen perusahaan, Championing a Healthy Tomorrow untuk membantu menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat,” ujar Lim Soeyantho, Chief Operating Officer & Member of Board of Director Combiphar.

Sebuah penelitian menyatakan menjalankan puasa selama bulan Ramadan, akan meningkatkan kemampuan adaptasi tubuh untuk proses pembakaran lemak dan penyimpanan karbohidrat di dalam otot dan hati. Dengan demikian tubuh tidak mudah lemas saat asupan glukosa rendah, karena tubuh mempunyai cadangan makanan untuk diolah. Proses adaptasi tersebut akan lebih dirasakan manfaatnya apabila kita tetap aktif berolahraga meski sedang berpuasa.

Pada umumnya tubuh akan merasa lapar sekitar 4 – 8 jam setelah makan terakhir “Saat berpuasa di bulan Ramadan, biasanya kita akan merasa lapar pada jam 10.00 atau 11.00 siang, namun saat jam 12.00 hingga 13.00 tubuh akan mulai merasa lebih bugar. Kondisi ini bisa terjadi karena pada jam 12.00 tubuh akan mulai mengompensasi rasa lapar dengan cara mengeluarkan cadangan makanan yang ada didalam tubuh (glikogen dan asam lemak), untuk menjadi sumber energi. Dengan demikian tubuh akan kembali merasa segar,” kata Sandi Perutama Gani, Medical Expert Combiphar.

Baca: Intip Pola Makan Pasien Diabetes Selama Puasa Ramadan

Perasaan lemas saat berpuasa dapat disebabkan beberapa kondisi, salah satunya adalah turunnya jumlah hemoglobin. “Selain berkurangnya sel darah merah, perasaan lemas juga dapat diakibatkan oleh kesalahan memilih menu makanan saat sahur dan berbuka, kekurangan cairan serta kurang olahraga. Ketika berolahraga, jantung akan memompa darah lebih cepat ke seluruh tubuh. Darah yang dipompa jantung mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh dan membuat tubuh terasa lebih bugar. Saat jantung tidak memompa darah lebih cepat, tubuh akan terasa lebih lemas karena kurang oksigen. Oleh karenanya, meski sedang berpuasa, olahraga secara konsisten perlu dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kekuatan masing-masing individu,” kata Sandi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT