3 Aturan Bermain Gawai untuk Anak, Jangan Lupa Batasi Waktu
TEMPO.CO | 01/05/2019 20:25
Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)
Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum berusia dua tahun, anak disarankan untuk tidak bermain gawai. Alasannya, gawai berdampak negative untuk perkembangan otak, juga membuat anak kehilangan kesempatan untuk melakukan kegiatan positif seperti interaksi sosial dengan pengasuh, orang tua, atau kegiatan bermain yang mengasah kemampuan sensorik mereka.

BacaIni Sebab Anak Sebelum 2 Tahun Dilarang Bermain Gawai

Meski telah berusia dua tahun, anak pun perlu diawasi saat bermain gawai. Bagaimana aturan bermain gawai pada anak balita?

Perlu dipahami bahwa bayi masih sangat membutuhkan bimbingan dan pendampingan oleh orang tua atau pengasuh dalam bersentuhan dengan gawai agar mereka tidak terpapar konten-konten yang tidak sesuai usia dan tidak mudah kecanduan gawai.

Untuk itu, situs KidsHealth memberikan tiga kiat yang perlu diterapkan orang tua ketika balitanya mulai berkenalan dengan gawai, sebagai berikut.

1. Temani anak

Temani anak selama mereka bermain gawai dan tetaplah berinteraksi dengan mereka. Pilihlah aplikasi atau video yang mengandung unsur edukasi misalnya aplikasi mengenal warna dan bentuk atau tontonan sesuai usia anak. Ajak anak berdiskusi mengenai apa yang mereka lihat di gawai dan jangan biarkan mereka sibuk sendiri.

2. Batasi durasinya

Terapkan batasan mengenai durasi dan waktu pemakaian gawai, tentukan aplikasi, permainanm, dan vido apa saja yang boleh ditonton anak. Tentunya, Anda harus memastikan bahwa ponsel Anda sudah menggunakan pengaturan terbatas sehingga tidak ada konten-konten yang tidak sesuai usia anak yang muncul.

3. Perbanyak mainan selain gawai

Buat lebih banyak jadwal bermain permainan non-gawai agar anak tidak cepat merasa bosan dan kembali tertuju pada gawai. Sangat disarankan agar Anda sering mengajak anak melakukan permainan yang tidak terstruktur seperti bermain masak-masakan, rumah-rumahan, atau mobil-mobilan untuk membangun kreativitas dan daya imajinasi anak.

BacaMau Anak Anda Percaya Diri? Intip Saran Dokter Anak Ini

TABLOIDBINTANG.COM

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT