Halau Stres, Tekan Risiko Penyakit Jantung
TEMPO.CO | 21/04/2019 13:53
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan jantung. Shutterstock
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan jantung. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Stres bisa meningkatkan risiko seseorang, terutama yang di bawah usia 50 tahun, terkena penyakit jantung. Begitu menurut sebuah studi dalam jurnal BMJ.

Seperti dilansir dari Indian Express, dalam studi itu, para peneliti mengevaluasi data 136.637 orang di Swedia yang terdiagnosis mengalami stres, gangguan stres pascatrauma, dan lainnya. Peneliti lalu membandingkan data mereka dengan 171.314 saudara kandung yang tidak mengalami stres dan 1.366.370 orang dalam populasi umum, yang belum didiagnosis stres.

Artikel terkait:
Mudah Lelah dan Pusing, Awas Gejala Serangan Jantung
Anda Pernah Gagal Jantung, Ini Saran dari Pakar

Kesehatan para partisipan diteliti hingga 27 tahun. Hasil studi memperlihatkan penderita stres 29 persen lebih mungkin mengalami penyakit kardiovaskular daripada saudara kandung yang tak menderita stres. Mereka juga 37 persen lebih rentan menderita penyakit jantung daripada orang-orang pada populasi umum.

Pada tahun pertama setelah diagnosis, risikonya bahkan meningkat, yaitu 64 persen lebih tinggi dari saudara kandung dan 71 persen lebih tinggi dari populasi umum. Hubungan antara stres dan penyakit kardiovaskular sangat kuat pada orang-orang yang berusia di bawah 50 tahun.

"Studi kami hanya melibatkan orang yang didiagnosis gangguan stres," kata Huan Song, penulis utama dan peneliti postdoctoral di Universitas Islandia. "Orang-orang yang mengalami depresi dan kecemasan juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Faktanya, siapa pun yang terkena stres berada pada risiko lebih tinggi."


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT