Bupati Banyuwangi Bicara Pariwisata Bukan Cuma Demi Tambah Uang
TEMPO.CO | 17/04/2019 19:20
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. TEMPO/Fajar Januarta
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas fokus meningkatkan pariwisata di daerahnya. Pariwisata yang menjadi sektor terdepan ini, menurut dia, bukan semata demi menambah pendapatan daerah, melainkan untuk menanamkan kepercayaan diri dan mengubah perilaku masyarakat.

Baca: Sebab Bupati Banyuwangi Azwar Anas Tolak Hotel Melati

"Saya sendiri mendengar masyarakat di pedesaan bilang, "dulu depan rumah saya dilewati kebo, sekarang yang lewat bule'," ucap Azwar Anas di acara Ngobrol @Tempo bertema 'Komitmen CEO pada Pariwisata Indonesia' di Gedung Tempo, Senin, 15 April 2019. Dengan begitu, menurut dia, masyarakat memahami kalau lingkungan mereka bisa dijadikan objek wisata yang menarik sehingga wisatawan asing mau melewatinya.

Azwar Anas melakuan berbagai cara untuk meningkatkan kepercayaan diri masyarakat. Instrumen yang terpenting adalah sumber daya manusia yang mampu memenuhi dan menunjang kebutuhan pariwisata. Caranya, Azwar Anas mengajukan syarat semua calon pegawai negeri sipil di Kabupaten Banyuwangi harus ber-IPK minimal 3,5.

"Karena sumber daya manusia ini kunci," kata dia. Bekerja dengan anak-anak muda yang kreatif adalah gerbang awalnya. Azwar Anas bahkan memposisikan kepala dinas pariwisata definitif di Kabupaten Banyuwangi menjadi pelaksana tugas selama 6 tahun di awal pemerintahannya. "Saya ngotot minta kriteria baru untuk PNS."

Baca juga:
Susi Pudjiastuti Puji Konservasi Laut Pantai Bangsring Banyuwangi

Azwar Anas menggalakkan pemerataan pariwisata di Banyuwangi sehingga setiap tempat adalah destinasi wisata. "Desa-desa di Banyuwangi harus menjadi smart kampung karena itu bagian dari kepentingan pariwisata," tuturnya.

Menjadikan pariwisata sebagai panglima pertumbuhan daerah juga berimplikasi pada sektor industri. Azwar Anas mencontohkan tak ingin ada pabrik di daerahnya yang terlihat gersang dan terasing dari lingkungan di sekitarya. Dalam rencana pembangunan pabrik kereta di Banyuwangi misalnya, PT Industri Kereta Api atau INKA dan Stadler Rail Group dari Swiss diminta untuk mengubah desain pabrik agar lebih ramah terhadap wisata.

Artikel terkait: Banyuwangi Siapkan Museum Kereta Terbesar di Asia

Di pabrik kereta itu terdapat museum sehingga para wisatawan bisa mengetahui sejarah kereta api di Indonesia. "Pabrik ini juga menjadi destinasi wisata karena orang-orang yang ingin tahu sejarah perkeretaapian akan datang ke Banyuwangi," katanya.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT