Bedanya Green dan Blue Wonder, 2 Potensi Wisata di Papua Barat
TEMPO.CO | 10/03/2019 10:24
Anak-anak bermain di Bukit Teletubbies, Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Tempo/Francisca Chrisrty Rosana
Anak-anak bermain di Bukit Teletubbies, Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Tempo/Francisca Chrisrty Rosana

TEMPO.CO, Jakarta - Kabupaten Tambrauw di Papua Barat menerapkan strategi untuk menjadi destinasi wisata unggulan dengan mempertimbangkan besarnya potensi pariwisata yang dimiliki daerah itu.

Baca juga: Mengintip Cendrawasih Bersolek di Pedalaman Tambrauw Papua Barat

"Tambrauw merupakan destinasi press tour pertama kami pada 2019. Alasan kami langsung memilih Tambrauw sebagai destinasi pertama karena saya kagum dengan komitmen bupatinya untuk memajukan pariwisata Tambrauw," ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan sebagian besar pendukung kemajuan sektor pariwisata karena komitmen CEO-nya. "Bisa dibilang 50 persen kemajuan pariwisata di daerah dikarenakan komitmen dari CEO-nya. Saya dibuat kagum karena sepanjang 680 km jalan yang dibangun di Kabupaten Tambrauw untuk membuka aksesibiltas merupakan dana APBD," ujarnya.
Matahari terbit di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Tempo/Francisca Chrisrty Rosana
Merespon hal itu, Bupati Tambrauw Gabriel Asem mengatakan demi mempercepat pertumbuhan pariwisata Tambrauw, pembangunan infrastruktur memang menjadi prioritas.

"Yang kami lakukan adalah membangun infrastruktur dulu seperti jalan dan jembatan sebagai akses menuju destinasi. Saat ini bandara di Sausapor sudah siap dengan jalan akses menuju bandara selebar 50 meter. Ke depannya, kami akan aspal jalan menuju bandara, lalu menuju kabupaten pusat pemerintahan yang baru di Fef," katanya.

Ia mengatakan wisatawan bisa masuk ke Tambrauw melalui Manokwari atau Sorong menggunakan penerbangan langsung dari Jakarta atau Makassar, kemudian dilanjutkan menggunakan moda transportasi darat, laut, atau udara menuju Tambrauw.

Selama 7 tahun pemerintahan, pihaknya telah menghabiskan dana hingga Rp10 miliar untuk mempersiapkan segala hal yang dapat mendukung promosi sektor pariwisata mulai dari infrastruktur, jalan, jembatan, listrik, telekomunikasi, air bersih, hingga pembangunan cottage.
Penyu belimbing di Pantai Jeen Womom, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Foto: Dinas Perikanan Kabupaten Tambrauw, Papua Barat
Sebagai sebuah kabupaten, Tambrauw memiliki potensi pariwisata yang besar. Zona pariwisata ini dibagi menjadi dua, Blue Wonder dan Green Wonder.

Blue Wonder merupakan potensi pariwisata yang berada di sekitar pesisir pantai meliputi peninggalan tank perang dunia ke II, habitat burung cendrawasih, pulau dua, serta pantai Jeen Womom yang menjadi habitat terbesar penyu belimbing.

Sementara itu, Green Wonder merupakan potensi pariwisata di sekitar pegunungan yang meliputi Bukit Sontiri dengan fenomena ribuan jaring laba-laba di pagi hari, mata air panas War Aremi, pemandangan matahari terbit di distrik Miyah, panorama air terjun Anenderat, serta pengamatan Cendrawasih dan satwa lainnya. Dengan kekayaan flora dan fauna tersebut, Tambrauw pun dijadikan sebagai Kabupaten konservasi.

Baca juga: Tip Mengintip Cendrawasih di Hutan Papua: Jangan Mandi


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT