Cegah Kanker Usus dengan 6 Langkah Ini
TEMPO.CO | 21/01/2019 09:45
Ilustrasi sakit perut (pixabay.com)
Ilustrasi sakit perut (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Kanker usus, seperti yang diderita istri Ustaz Maulana sebelum meninggal pada Minggu, 20 Januari 2019, bisa menyerang siapa saja. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang rentan terhadap kanker itu.

Baca juga: 
Mengenal Kanker Usus, Penyakit yang Diderita Istri Ustaz Maulana

Dikutip dari laman Mayo Clinic, kondisi tersebut antara lain usia lebih dari 50 tahun, menderita radang usus kronis seperti penyakit Crohn, sindrom genetik yang diturunkan dari keluarga, sering mengonsumsi makanan rendah serat dan tinggi lemak, jarang bergerak atau berolahraga, memiliki penyakit diabetes, dan kegemukan. Selain itu, orang yang merokok dan minum alkohol dalam jumlah berlebihan juga memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit ini.

Seperti halnya semua penyakit, pencegahan adalah obat terbaik untuk kanker usus. Menurut Everyday Health, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini.

1. Menjaga berat badan

Orang yang berat badan berlebih atau obesistas cenderung memiliki risiko lebih tinggi menderita kanker usus. Sebuah studi yang diterbitkan pada Oktober 2018 dalam jurnal JAMA Oncology melacak kesehatan lebih dari 85.000 wanita selama 22 tahun. Studi tersebut menemukan bahwa semakin tinggi indeks massa tubuh (BMI) seorang wanita, semakin besar risiko terkena kanker usus atau kolorektal sebelum usia 50 tahun. Adapun wanita berusia 20 hingga 49 tahun yang dianggap kelebihan berat badan memiliki risiko dua kali lipat untuk terkena kanker kolorektal dini, dibandingkan dengan wanita yang memiliki BMI rendah.

2. Olahraga rutin

Olahraga teratur dan moderat, seperti jalan cepat, menurunkan risiko kanker usus besar dan kanker dubur. Sebuah studi National Cancer Institute terhadap lebih dari 1,4 juta orang, yang diterbitkan pada Juni 2016 dalam jurnal JAMA Internal Medicine, menemukan bahwa tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi, dibandingkan dengan tingkat yang lebih rendah, dikaitkan dengan risiko 16 persen lebih rendah terkena kanker usus besar dan 13 persen menurunkan risiko kanker dubur.

3. Perhatikan asupan makanan

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa diet berperan dalam banyak kanker kolorektal. Makan daging merah (sapi dan domba) dan daging olahan tertentu (seperti sosis) dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal. Jadi, ada baiknya membatasi makanan ini. Makanlah banyak buah dan sayuran untuk menurunkan risiko kanker usus besar dan dubur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan makanan kaya serat dapat mengurangi risiko kanker usus.

4. Hindari minuman beralkohol secara berlebihan

Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan dikaitkan dengan risiko kanker usus dan dubur. American Cancer Society menyarankan untuk membatasi alkohol maksimal dua gelas sehari untuk pria dan satu untuk wanita.

5. Hindari merokok

Kita tahu bahwa rokok dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Tapi ternyata bukan itu saja, rokok juga meningkatkan risiko kanker lainnya, termasuk kanker usus. Jadi, jauhilah rokok.

6. Periksa rutin

Kanker usus hampir tidak menimbulkan gejala khas pada tahap awal. Karena itu, lakukan pemeriksaan jika menemukan keanehan seperti feses berdarah atau sakit perut parah. Pemeriksaan dini dapat mendeteksi dan mengobati kanker usus saat masih terlokalisasi, yang berarti belum menyebar ke luar usus besar. Pada tahap awal ini, kanker usus masih dapat diatasi dengan pengobatan yang tepat.

Baca juga: 
Ciri Orang yang Sebaiknya Segera Lakukan Deteksi Dini Kanker Usus

MAYO CLINIC | EVERYDAY HEALTH

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT