Tips Berburu Film Original Cuma Rp 10 Ribu di Inggris
TEMPO.CO | 17/01/2019 07:51
Calon pembeli mendatangi TradeMeIn, jaringan toko film bekas yang berlokasi di St.Johns Center, Merrion Street, untuk berburu film original dengan harga murah meriah. TEMPO | Istman MPD
Calon pembeli mendatangi TradeMeIn, jaringan toko film bekas yang berlokasi di St.Johns Center, Merrion Street, untuk berburu film original dengan harga murah meriah. TEMPO | Istman MPD

TEMPO.CO, Leeds, Inggris - Bagi kolektor film di Indonesia, berburu cakram film original bukan perkara gampang. Budaya mengunduh film bajakan yang masih marak membuat berbagai retail film original gulung tikar. Di sisi lain, harga film original di Indonesia juga masih tergolong mahal untuk beberapa orang, antara Rp 200 ribu hingga Rp 800 ribu per film.

Baca: 7 Film Inspiratif Wisata Indonesia

Layanan streaming seperti Netflix, iFlix, maupun Vue memang bisa menjadi alternatif untuk keringnya pasar film original di Indonesia. Meski begitu, layanan tersebut tidak memberikan sensasi mengkoleksi yang sama di mana kolektor bisa memegang dan memajang cakram film-film yang diraihnya. Selain itu, layanan streaming juga jarang sekali menawarkan fitur ekstra seperti video proses belakang layar, adegan yang dipotong, ataupun sejarah dari cerita film itu sendiri.

Di Leeds, Inggris, harga film original juga tak jauh berbeda dengan di Indonesia. Namun, mereka memiliki pasar film bekas di mana harga satu keeping film bisa dibanderol hingga 50 sen poundsterling. Dikonversikan ke rupiah, harga satu film bahkan tidak sampai Rp 10 ribu.

Pada pertengahan Desember 2018, Tempo berkunjung ke salah satu toko film bekas bernama TradeMeIn di Leeds, Inggris. Di Leeds, setidaknya ada dua jaringan toko film bekas. Keduanya bernama TradeMeIn dan Complete Entertainment Exchange atau biasa disingkat CeX. TradeMeIn berlokasi di pusat perbelanjaan St.Johns Center, Merrion Street sementara CeX berada di Kawasan Headrow, sekitar 500 meter dari lokasi TradeMeIn.

Penjaga kasir TradeMeIn yang berlokasi di Leeds, Inggris, sibuk mengisi kotak-kotak kemasan film dengan hasil belanjaan kolektor. TEMPO | Istman MP

Apabila membandingkan keduanya, TradeMeIn adalah toko yang lebih kecil. Luasnya kurang lebih hanya 50 meter persegi dan sepertiga bagiannya sudah menjadi kasir dan etalase. Dibandingkan dengan CeX, harga di TradeMeIn relatif lebih murah walaupun harga terendah tetap di angka 50 sen poundsterling.

Di TradeMeIn, film-film bekas tidak disusun berdasarkan genre, tetapi berdasarkan alfabet dan jenis formatnya. Bagian tengah ruangan menjadi lokasi film-film bekas dengan format Blu-ray, sementara bagian belakang untuk format DVD dan HD-DVD. Berbeda dengan sisi lainnya, bagian depan TradeMeIn adalah lokasi untuk game-game bekas dari console PlayStation, Xbox, maupun PC.

TradeMeIn menyusun dagangannya di sebuah rak berwarna biru dengan tinggi kurang lebih 2 meter. Cara mereka menyusun, film-film bekas yang paling banyak stoknya ditata dengan memperlihatkan sampul kotak kemasan film. Adapun film yang stoknya sedikit disusun dengan memperlihatkan judul di bagian samping kotak kemasan. Di tiap kotak tersebut berada dalam kondisi kosong dan pembeli baru akan mendapatkan isinya setelah membayar di kasir.

Film-film di rak tersebut tidak terbatas pada film lama saja. Walaupun kebanyakan adalah film yang dirilis 2 tahun ke belakang, film-film keluaran terbaru seperti BlackKlansman, Ant-Man and The Wasp, ataupun Mission Impossible Fallout juga ada. Tentunya, film-film itu dijual dalam kondisi bekas pakai dan dengan harga lebih murah dibandingkan yang masih tersegel.

Artikel lainnya:
Wisatawan Incar Lokasi Syuting Film Bird Box, di Mana Tempatnya?

Beberapa waktu lalu Tempo berbelanja di sana dengan bekal 10 poundsterling. Begitu menginjakkan kaki ke dalam toko, banyak orang sibuk ‘mengobrak-abrik’ rak untuk mencari film langka yang murah meriah. Kebanyakan dari mereka adalah pria berusia 30 tahun ke atas yang sudah membawa kantong plastik masing-masing untuk mengamankan film yang diincar.

Dalam waktu dua jam, setelah sibuk menelisik dari satu rak ke rak yang lain, 11 film dengan harga tertinggi 1 poundsterling masuk kantong. Film-film itu antara lain Argo, The Departed, King’s Speech, Rush, Fury, Attack The Block, dan masih banyak lagi.

"Anda memiliki waktu tujuh hari untuk mengetes film yang sudah dibeli. Jika rusak, bawa saja kemari, nanti kami tukar dengan yang kondisinya lebih bagus," ujar seorang penjaga di TradeMeIn. Usai berbelanja di TradeMeIn, Tempo mampir ke CeX. Kebetulan, di kantong, masih ada sejumlah uang receh sekitar 5 poundsterling. Cukuplah untuk membeli 4 sampai 6 film.

Selanjutnya: Mana lebih bagus, TradeMeIn atau CeX?

Suasana di CeX jauh lebih besar dibandingkan TradeMeIn. Tidak tergabung dengan gedung pusat perbelanjaan manapun, CeX memiliki bangunan sendiri yang berada di jantung Kota Leeds. Gedungnya berwarna merah dan etalasenya memaparkan apa saja yang mereka jual, mulai dari film, game, hingga console bekas. Bagian dalamnya sendiri terdiri atas dua lantai yaitu lantai 1 untuk game, console, dan kasir, sementara lantai basement khusus untuk film saja. Masing-masing lantai memiliki luas sekitar 150 meter persegi.

Complete Entertainment Exchange atau biasa disingkat CeX menjadi lokasi alternatif berburu film-film original bekas di Leeds, Inggris, selain TradeMeIn. TEMPO | Istman MP

Cara berburu film bekas di CeX tidak jauh berbeda dengan TradeMeIn. Namun, CeX memiliki koleksi film yang lebih lengkap. Saking lengkapnya, bahkan CeX memiliki seksi khusus untuk film-film seharga 50 sen sementara di TradeMeIn pembeli harus berebut untuk mendapatkan film dengan harga serupa. Sayangnya, seksi film berharga 50 sen tersebut khusus untuk format DVD yang perlahan mulai ditinggalkan oleh produser film.

Setelah lebih dari satu jam berada di CeX, rasanya berbelanja di TradeMeIn lebih mengasyikkan. CeX terlalu besar untuk dijelajahi dan harga-harga filmnya relatif lebih mahal. Untuk film serupa, selisih harga antara CeX dan TradeMeIn bisa mencapai 1 poundsterling atau setara Rp 18 ribu. Agak sulit mendapatkan film dengan harga 1 poundsterling ke bawah. Meski begitu, tidak bisa dipungkiri betapa lengkapnya dagangan CeX.

Pembeli sibuk menelisik rak-rak DVD di CeX untuk menemukan film original langka dengan harga bersahabat. TEMPO | Istman MP

Salah satu genre film yang lebih mudah didapatkan di CeX adalah documentary. TradeMeIn fokus pada film-film ternama, sedangkan CeX menghadirkan segala jenis genre. Buktinya, ada bluray film dokumenter karya sutradara Asif Kapadia yang berjudul Senna. Film yang mendokumentasikan kisah hidup mendiang juara dunia Formula 1 tiga kali, Ayrton Senna, tersebut tergolong langka.

Terlepas dari segala kekurangannya, kehadiran toko film bekas seperti CeX dan TradeMeIn ibarat oase untuk kolektor film asal Indonesia. Selain menambah perbendaharaan film-film original di rumah nanti, juga meringankan anggaran belanja film tiap bulannya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT