Ayo Intip Matahari, Liburan Asyik Tambah Pengetahuan Anak
TEMPO.CO | 12/01/2019 16:27
Komunitas astronom amatir Langit Selatan menghelat pengamatan matahari di halaman Museum Geologi Bandung, Sabtu, 12 Januari 2019 sebagai kegiatan perayaan 100 Tahun Astronomi. Tempo/ANWAR SWADI
Komunitas astronom amatir Langit Selatan menghelat pengamatan matahari di halaman Museum Geologi Bandung, Sabtu, 12 Januari 2019 sebagai kegiatan perayaan 100 Tahun Astronomi. Tempo/ANWAR SWADI

TEMPO.CO, Bandung - Bagi warga Bandung, Jawa Barat, dan sekitarnya yang ingin menghabiskan libur akhir pekan ini, bisa mencoba melakukan aktivitas menarik buat anak-anak. Di pelataran Museum Geologi, Jalan Diponegoro Nomor 57, Cihaur Geulis, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, komunitas penggemar astronomi Langit Selatan di Bandung mengadakan acara pengamatan matahari secara gratis.

Baca: Kota Kecil di Kutub Utara Tanpa Sinar Matahari Selama 65 Hari

Puluhan anak dan guru antre mengintip matahari. Setiap kali mendung menghalang, antrean bubar lalu kembali 'menyemut' ketika matahari muncul. "Acara ini bagian dari sub tema perayaan yaitu 100 Jam Astronomi yang berlangsung dari tanggal 10 sampai 13 Januari 2019," kata Avivah Yamani, pegiat komunitas penggemar astronomi Langit Selatan.

Komunitas tersebut menyediakan dua teleskop dan membagikan kacamata kertas yang khusus untuk melihat matahari. "Mataharinya orange," celetuk anak-anak. Setiap kali tersenggol kaki pengamat, posisi teleskop harus segera dibetulkan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan global 100 tahun terbentuknya International Astronomical Union (IAU) dana bertajuk "Di Bawah Langit yang Sama". Persiapan perayaan satu abad IAU100 sudah dimulai sejak 2018 bersama lebih dari 100 Komite Nasional IAU100 dari berbagai negara di dunia. Hingg kini, sudah 700 kegiatan yang terdaftar untuk dilaksanakan di 72 negara.

Sejak tanggal 10 Januari 2019, para astronom amatir, astronom profesional, penggemar astronomi, dan masyarakat umum diajak berbagi cerita dan pengetahuan terkait astronomi. Lebih dari 250 kegiatan telah didaftarkan untuk dilaksanakan di 50 negara. Semua komunitas bisa ikut ambil bagian untuk memperkenalkan astronomi kepada masyarakat.

Perayaan 100 Tahun Astronomi ini digelar selama setahun. Di Indonesia, beragam kegiatan juga akan dilaksanakan untuk merayakan IAU100. Pada 2018, Observatorium Bosscha merayakan 90 Tahun Teleskop Zeiss yang sudah berkontribusi pada perkembangan astronomi di Indonesia sejak 1928.

Berbagai kegiatan juga akan dilaksanakan pada 2019 oleh institusi astronomi maupun komunitas astronomi yang tersebar di seluruh Indonesia. Mengawali 2019 untuk 100 Jam, ada Galaxy Day dan Planetarium Show di Bandung, NASE Mini Workshop di Surabaya, Semesta Kita Semua di Yogyakarta, pengamatan Matahari dan langit malam, astrofotografi, lomba esai astronomi, dan berbagai kompetisi lainnya.

Baca juga:
Pusat Observasi Matahari AS Ditutup Mendadak, Ada Penampakan UFO?

Perayaan Malam Langit Gelap pada saat hari Keantariksaan 6 Agustus dan Pengamatan Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019 juga akan menjadi topik utama lainnya dalam perayaan IAU100.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT