Kemeriahan Tahun Baru di Ndalem Djayaningratan Sosrodipuran
TEMPO.CO | 31/12/2018 07:37
Para seniman pada acara seni "Keistimewaan Yogya untuk Indonesia" di Taman Budaya Yogyakarta, Kamis (16/12/2010). Acara yang menampilkan berbagai kesenian tradisi dan kontemporer dari berbagai daerah ini sebagai bentuk dukungan moral dari para seniman ter
Para seniman pada acara seni "Keistimewaan Yogya untuk Indonesia" di Taman Budaya Yogyakarta, Kamis (16/12/2010). Acara yang menampilkan berbagai kesenian tradisi dan kontemporer dari berbagai daerah ini sebagai bentuk dukungan moral dari para seniman terhadap isu keistimewaan DIY yang sedang memanas. TEMPO/Arif Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Paguyuban Kampung Wisata Sosrodipuran menggelar Gebyar Seni Budaya di Pendopo Ndalem Djayaningratan Sosrodipuran, Gedong Tengen, Yogyakarta dalam rangka menyambut tahun baru. "Gebyar Seni Budaya yang berlangsung selama dua pekan itu menampilkan pameran seni budaya, sarasehan budaya, kirab budaya, pentas ketoprak, dan pesta rakyat," kata penanggung jawab kegiatan Rully Permana di Yogyakarta, Minggu, 30/12.

Menurut dia kegiatan itu merupakan titik awal dari kegiatan rutin yang akan diselenggarakan setiap tahun. Nartinya , kegiatan akan dibagi kedalam skala lokal, nasional maupun skala internasional. "Kami berharap Ndalem Djayaningratan Sosrodipuran dapat menjadi ikon Kampung Wisata Sosrodipuran.”

Di kampong itu terdapat peninggalan sejarah putra Sultan Hamengku Buwono VII, kelompok-kelompok kesenian dan kerajinan, batik, lukis, seni pertunjukkan musik, tari, teater, dan seni kontemporere. Semua itu menjadi modal untuk mengembangkan kampong wisata.

"Ke depan kami akan akan bermitra dengan berbagai pihak seperti biro perjalanan, komunitas ekspatriat, hotel, manajemen seni, dan sekolah atau institusi pendidikan," kata Rully.

Pendiri Padepokan Songsong Budoyo Suhardi mengatakan yang tidak kalah penting dalam kegiatan itu adalah mengangkat dan melestarikan bangunan Ndalem Djayaningratan menjadikan ikon dari Kampung Wisata Sosrodipuran. Selain itu juga mempersiapkan generasi muda untuk peduli dan turut melestarikan tradisi serta kearifan lokal.

Menurut dia, Ndalem Djayaningratan Sosrodipuran terbuka untuk kerja sama dengan seniman dan masyarakat dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya tradisi. Tempat ini memiliki joglo untuk pertunjukan dan ruang untuk pameran.

"Kami berharap kolaborasi antara seni budaya dulu, kini, dan mendatang dapat terwujud dengan elegan tanpa menghilangkan seni tradisinya," kata Suhardi.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT