4 Mitos soal Tidur yang Masih Kita Percaya. Bagaimana Faktanya?
TEMPO.CO | 13/11/2018 20:48
Ilustrasi wanita tertidur. shutterstock.com
Ilustrasi wanita tertidur. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang butuh waktu tidur yang cukup untuk beristirahat dari sibuknya rutinitas. Tidur juga memberi banyak manfaat untuk tubuh, seperti menambah energi dan meregenerasi sel.

Ada beberapa mitos tentang tidur yang masih dipercaya banyak orang hingga sekarang. Berikut empat di antaranya.

Baca juga:
Makanan Pahit Bikin Langsing, Mitos atau Fakta?
Ternyata, Cinta pada Pandangan Pertama Cuma Mitos

#Makan makanan berkarbohidrat tinggi
Menurut mitos, mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi ternyata bisa membuat tidur lebih nyenyak. Makanan berkarbohidrat tinggi memang dapat menimbulkan rasa kantuk, namun hal itu justru tidak baik untuk kesehatan tubuh. Pasalnya, makanan berkarbohidrat tinggi dapat memunculkan masalah pencernaan sehingga mempengaruhi kualitas tidur.

#Tidur minimal 8 jam sehari
Banyak orang mengatakan tidur yang baik adalah minimal 8 jam sehari. Namun, hal itu ternyata tidak berlaku untuk semua orang. Setiap orang memiliki waktu tidur ideal masing-masing, entah itu kurang atau lebih dari 8 jam.

Artikel lain:
3 Mitos soal Rambut yang Suka Bikin Bingung, Benar Tidak Ya?
Sampo pun Ada Mitos dan Faktanya, Cek di Sini

#Ruang yang Hhngat bisa membuat cepat tidur
Ada juga mitos terkait ruangan hangat yang dapat membuat cepat terlelap. National Sleep Foundation di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa tidur yang ideal adalah pada temperatur 24 derajat celcius. Temperatur ini disebut dapat membuat suhu tubuh menurun dan tidur pun bisa lebih nyenyak.

#Mendengkur itu wajar
Banyak orang mengira bahwa mendengkur merupakan kebiasaan tidur yang wajar. Padahal, kebiasaan satu ini bisa jadi salah satu gejala obstructive sleep apnea (OSA). OSA sendiri dapat memunculkan masalah pada pernapasan dan membuat tiba-tiba terbangun dari tidur

TEEN


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT