Bahaya Mengasuh Anak Sambil Bermain Gawai, Ini Kata Pakar
TEMPO.CO | 02/10/2018 17:45
Ilustrasi anak dan gadget/gawai. Shutterstock.com
Ilustrasi anak dan gadget/gawai. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Teknologi yang serbacanggih membuat semua orang mudah mencari informasi melalui ponsel. Tapi perhatikan pengunaannya. Jangan sampai saat mengasuh anak, gawai tetap berada di genggaman.

Jika hal itu terjadi pada ibu yang masih memiliki anak balita dan digendong, sebaiknya segera hindari menggunakan gawai saat mengasuh. Sebuah penelitian dari Universitas California, Amerika Serikat, membuktikan menggendong atau mengasuh balita sambil tetap menggunakan gawai tidak baik untuk perkembangan otak.

Baca juga:
Dokter Jiwa Membagi Kiat agar Anak Tak Kecanduan Gawai
Survei: 99 Persen Anak Bermain Gawai di Rumah
Awas, Main Gawai Lebih dari 4 Jam Bikin Mata Anak Juling
Anak Generasi Alfa Semakin Akrab dengan Gawai, Waspadai Risikonya

Penelitian tersebut dilakukan dengan mengamati ibu yang mengasuh bayi sambil tetap aktif menggunakan gawai. Hasilnya, perhatian ibu akan terpecah antara gawai dengan bayi.

Saat notifikasi muncul di ponsel pintarnya, si ibu akan mengalihkan perhatian untuk mengecek notifikasi yang masuk dan mengabaikan anak yang ada di dekatnya. Menurut Dr. Tallie Z. Baram, yang mengepalai penelitian, perawatan bayi yang konsisten sangat penting bagi perkembangan otaknya. Hal itu karena rangsangan dan stimulus yang terus menerus akan memperkuat pertumbuhan jaringan sel saraf bayi.

Lebih lanjut, Baram menjelaskan bagian otak yang bernama reseptor dopamin, yang merupakan "jalan" kesenangan otak pada bayi yang perkembangannya belum matang. Kematangan bagian otak ini bisa dirangsang melalui stimulus yang dilakukan ibunya secara teratur dan konsisten.

Bila hal tersebut tidak diperoleh, sistem "jalan" kesenangan sulit matang dan dampak selanjutnya bayi akan mudah depresi yang terbawa hingga dewasa. Selain itu, karena konsentrasi ibu terpecah antara mengasuh bayi dan fokus ke gawai, perkembangan bahasa anak pun akan terganggu.

Ibu lebih asyik dengan gawai dan lupa mengajak anaknya berdialog. Padahal, itu menjadi salah satu cara untuk mengenalkan bahasa pada anak.

Konsentrasi terpecah itu juga dapat merusak ikatan sosial antara anak dan orang tua. Karena itulah Baram menyarankan agar para ibu mematikan atau menjauhkan gawai saat mengasuh bayi dan memberikan perhatian penuh pada anak.

AURA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT