• TERASLAMPUNG.COM -- Sebanyak 95 persen atau 2 juta anak beusia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun di Lampung akan menjadi sasaran program imunisasi campak rubella pada tahun 2018.

    “Target kami cukup besar. yakni 2 juta lebih anak yang harus diimunisasi campak rubella di Lampung, kita no. 3 terbesar di luar pulau jawa oleh sebab itu kami (dinas kesehatan) membutuhkan dukungan media agar target tercapai kalau bisa 100 persen,” kata Kasi Survelian dan Imunisasi Dinas Kesehatan Lampung, Yenny Ekawati, pada caara Workshop Kampanye Imunisasi Measles Rubella bagi Media, di Aula Dinas Kesehatan Lampung, Senin (30/7/2018).

    Acara kerjasama Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dengan Unicef itu dikuti para wartawan dari beberapa media massa di Lampung.

    Menurut Yenny, program imunisasi itu bertujuan agar masyarakat kebal terhadap campak rubella, memutus transmisi campak dan rubella, menurunkan angka kesakitan dan menurunkan angka kejadian campak rubella.

    "Imunisasi rubella hanya diberikan kepada anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun karena dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang terkena campak mencapai 89 persen sedangkan rubella 77 persen," kata dia.

    Yenni  menjamin vaksin campak rubella memiliki sertifikat halal dari MUI selain itu sudah digunakan di negara – negara Islam.

    “Vaksin imunisasi rubella ini halal sudah disertifikasi oleh MUI sudah juga digunakan di Arab Saudi, Qatar, Afghanistan dan negara – negar Islam lainnya dan yang tidak kalah pentingnya imunisasi ini gratis,” jelasnya

    Pelaksanaan imunisasi measles rubella bagi anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun dimulai bulan Agustus dan September. Pada bulan Agustus imunisasi dilaksanakan di sekolah – sekolah mulai PAUD, SD, SMP/mts atau sederajat. Bulan September dilaksanakan di Posyandu, Puskesmas, Puskes Pembantu juga Rumah Sakit.

    Dandy Ibrahim

    The post Dua Juta Anak di Lampung Jadi Sasaran Program Imunisasi Campak Rubella appeared first on Teras Lampung.

  • Teraslampung.com-- Jika Anda penggemar ayam geprek dengan sensasi pedas, datanglah ke Geprek Bensu Kemiling yang terletak di Jl. Teuku Cik Ditiro, Beringin Raya, Kemiling, Bandarlampung.

    Pengunjung Geprek Bensu dimanjakan dengan sensasi kepedasannya yang tiada terkira, mulai dari level 1 hingga level 15.

    "Saya gembira di Kemiling sudah ada Geprek Bensu juga, jadi gak perlu jauh jauh beli ayam geprek yang enak kayak gini," kata Susi (35) , salah satu pengunjung.

    Restoran Geprek Bensu Kemiling merupakan cabang kedua di Bandarlampung setelah beberapa bulan lalu cabang pertama ada di Pasar Koga. Ayam Geprek Bensu Kemiling ini mulai grand opening pada Rabu (25/7/2018).

    Pengunjung tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, cukup dengan uang Rp 15.000/ paket sudah bisa menikmati ayam geprek yang enak dan pedas.

    Menurut Shanker Punjabi, salah satu owner Geptrek.Bensu, dipilihnya daerah Kemilong sebagai cabang kedua karena wilayahnya padat penduduk dan termasuk daerah berkembang.

    "Bisnis kami saat ini sudah berkembang sampai tingkat. nasional, dan sudah ada 100 cabang di seluruh Indonesia. Bahkan kami akan menjajaki di kabupaten lain seperti Lampung Barat, Metro, dan Lampung Timur," katanya.

    Shanker menjelaskan, Geprek Bensu Kemiling yang buka dari Pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB selalu menjaga kualitas bahan bahan masakannya, mulai dari ayamnya,, pelayanan lebih cepat dengan rasa sama dengan ayam kualitas baik.
    " semua bahan makanan berasal dari lokal , seperti ayam, beras juga, kecuali bumbu rahasia yang langsung didatangkan dari pusat," jelasnya.

    Selqin itu, banyak manfaat/keuntungan bagi warga Kemiling khususnya penduduk lokal, karena semua karyawan d Geprek.Bensu berasal dari warga sekitar lokasi restoran.
    " Visi.misi kami adalah memberikan berkah bagi.masyarakat sekitar. Ada sekitar 30-an karyawan yang berasal dari sekitar Kemiling yang siap dan cepat melayani pelanggan," ujarnya.

    Tidak hanya itu, pihak manajemen juga sering mengadakan acara sosial menyantuni yatim piyatu.

    "Setiap keuntunganbisnis kami ada sekitar 0,5persen dikeluarkan untuk kegiatan amal," katanya.

    Mas Alina Arifin

    The post Restoran Ayam Geprek Bensu Kini Hadir di Kemiling Bandarlampung appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Kesehatan bertekad terus mengeliminasi Penyakit Campak dan Rubella tahun 2020.

    "Komitmen ini sesuai dengan Keputusan Mentri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/45/2017 tentang Pelaksanaan Kampanye dan Introduksi Imunisasi campak di Indonesia dan Provinsi Lampung adalah salah satu provinsi yang masuk dalam Phase II untuk Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR pada bulan Agustus dan September 2018," ujar Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung, Heri Suliyanto, dalam acara Seminar dan Pelatihan Advokasi untuk Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Fase II dan Surveilans PD3I, di Hotel Horison, Bandarlampung, Rabu (18/7/2018).

    Rubella merupakan kecacatan bawaan akibat Congenital Rubella Siyndrom.

    Menurut Hery, imunisasi merupakan salah satu kegiatan prioritas Kementerian Kesehatan sebagai salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah mencapai Mellenium Development Goals (MDGs).

    "Target imunisasi pada khususnya untuk menurunkan angka kematian pada anak sehingga diharapkan cakupan imunisasi harus dipertahankan tinggi dan merata di seluruh wllayah. Hal lnl bertujuan untuk menghindari daerah kantong yang bisa menyebabkan terjadinya Kejadlan Luar Biasa (KLB) Penyakit Yang Dapat Di Cegah dengan Imunisasi (PD3I)," ujarnya.

    Dalam mendukung prioritas tersebut, Hery menjelaskan Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan berbagai upaya, seperti surat instruksi Gubernur Lampung terkait dukungan pelaksanaan kampanye Imunisasi MR ke Bupati/Walikota, SKPD terkait dan Organisasi profesi se-Provinsi Lampung. Selain itu, membentuk Tim Pokja Kampanye MR Tingkat Provinsi; dan melakukan advokasi dan sosialisasi melalui Tim Penggerak PKK Provinsi beserta jajarannya.

    "Terima kasih kepada Pengurus IDAI Pusat, WHO dan Kementerian Kesehatan RI yang telah mendukung serta memfasilitasi kegiatan ini. Saya berharap kerjasama ini dapat mensukseskan Kampanye Imunisasi dan Introduksi Vaksin MR di Provinsi Lampung," harap Hery.

    Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Catharine Mayung Sambo, menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta yanng telah hadir dalam acara kampanye imunisasi MR.

    "Terimakasih kepada hadirin, tidak hanya dari IDAI, tetapi juga di bidang kesehatan lainnya yang turut hadir dalam acara ini. Hal ini merupakan bentuk wujud bersama dalam komitmen untuk eliminasi Penyakit Campak dan Pengendalian Rubella," jelas Catharine.

    Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai komitmen bersama, sehingga anak-anak Lampung dapat menerima imunisasi MR, dan terhindar dari syndrom akibat dari penyakit Rubella.

    "Semoga dari kegiatan ini nantinya, anak-anak Lampung usia 9 bulan sampai 15 tahun dapat menerima imunisasi MR sesuai hak mereka," harapnya.

    Terkait Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR pada bulan Agustus dan September 2018, Kadis Kesehatan Provinsi Lampung Reihana menjelaskan Pemerintah Provinsi Lampung telah mempersiapkan Imunisasi MR tersebut, seperti berkoordinasi dengan Pemkab Kabupaten/Kota, mempersiapkan tenaga medis, persiapan tempat pos imunisasi.

    "Berbagai persiapan terus dilakukan sampai hari pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR pada bulan Agustus dan September 2018," ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua IDAI Cabang Lampung, Dr. Murdoyo Rahmanoe, menuturkan tujuan adanya kegiatan ini untuk membuat komitmen bersama, dan melakukan aksi agar imunisasi MR tersebut dapat berjalan aman dan tertib.

    "Apa yang kita ingin capai kedepannya adalah mengeliminasi campak MR, dan menekan serendah mungkin di tahun 2020," ujarnya.

    The post Pemprov Lampung dan Kemenkes Eliminasi Campak dan Rubella dengan Imunisasi MR 2020 appeared first on Teras Lampung.

  • Setelah sebelumnya sempat viral nama orang seperti Ya Allah, Ya Muhammad, dan Xiaomi, kini ditemukan nama ABC di Lampung Utara.
  • Kabupaten Tanggamus tak hanya punya pantai indah, tapi juga air terjun menawan.
  • Kami sudah berikan nama bayi saya ini, Dahlia Kirana Putri. Saya mengambil nama Kirana untuk nama anak saya ini, dari nama kapal yang saya tumpangi.
  • Menkes Nila Moeloek

    TERASLAMPUNG.COM -- Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek sangat mengapresiasi daerah yang menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dengan baik. Menurut Menkes, semua orang berhak terlindungi dari bahaya asap rokok orang lain.

    "Kementerian Kesehatan bersama dengan sebagian dari pemerintah daerah telah berupaya untuk melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan melindungi masyarakat dari dampak buruk konsumsi hasil tembakau, salah satunya adalah penerbitan peraturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR)," kata Menkes Nila Moeloek pada acara puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Ruang Aula Siwabessy Gedung Prof. Dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis (31/5/2018).

    Ia menjelaskan Pemerintah daerah memiliki amanah untuk menetapkan KTR di wilayahnya masing-masing melalui Peraturan Daerah (Perda) atau peraturan kepala daerah (PERKADA). Sampai dengan tahun ini, sudah 19 Provinsi dan 309 Kabupaten/Kota yang telah mempunyai peraturan daerah dan peraturan pimpinan daerah yang terkait dengan KTR.

    Nila Moeloek menjelaskan bahwa masyarakat mengetahui merokok dapat menyebabkan suatu hal yang buruk bagi kesehatan dan melukai hati keluarga.

    Menkes mengatakan pada 2017 di dunia setiap tahunnya terjadi kematian dini akibat penyakit tidak menular (PTM) pada kelompok usia di 30-69 tahun tercatat sebanyak 15 juta.

    :Sebanyak 7,2 juta kematian disebabkan akibat konsumsi produk tembakau. Kematian di usia tersebut merupakan usia produktif, mengingat Indonesia akan memperoleh bonus demografi. Untuk itu kita harus mencegah masyarakat, terutama anak-anak dan remaja untuk menghindari dan mengurangi akan bahaya merokok," katanya.

    Ia berterimakasih atas upaya Pemda yang telah membantu dalam mencegah dan mengurangi bahaya merokok. Salah satunya melalui KTR dan pemberhentian Iklan rokok. "Kami sangat mendorong gerakan agar masyarakat untuk hidup sehat, diantaranya dengan beraktivitas fisik, makan buah, dan cek kesehatan secara berkala," jelasnya.

    Sementara itu, perwakilan WHO untuk Indonesia, Van Parane Taran menjelaskan sebanyak 7,2 juta kematian disebabkan akibat konsumsi produk tembakau, dan 70% kematian tersebut terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia.

    Kematian tersebut disebabkan karena penyakit jantung dan stroke. Di Indonesia, stroke mencapai 21,1%, dan penyakit jantung (12,9%).

    "Tembakau merupakan produk yang setiap tahunnya mengakibatkan lebih dari 7 juta kematian dan kerugian ekonomi sebesar USD sebesar 1,4 triliun yang dihitung dari biaya perawatan dan hilangnya produktivitas karena kehilangan hari kerja," jelas Parane.

    Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI dr. Anung Sugihantono menjelaskan kegiatan HTTS bertema "Rokok penyebab Sakit Jantung dan Melukai Hati Keluarga" bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan kepedulian Pemerintah Daerah akan bahaya konsumsi tembakau yang mampu menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan penyakit lainnya.

    Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pemberian penghargaan Pastika Parama, Pastika Awya Pariwara, penyerahan penghargaan Paramesti dan Penghargaan Pastika Parahita. Selain itu terdapat launching perubahan Pictorial Health Warning yang ditandai dengan penekanan tombol sirine.

    The post Menkes Apresiasi Daerah yang Terapkan Kawasan Tanpa Rokok appeared first on Teras Lampung.

  • Feaby|Teraslampung.com Kotabumi –‎ Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kotabumi, Lampung Utara, Mahmul Ahyar menegaskan peserta Jaminan Kesehatan Nasinal (JKN) jalur Penerima Bantuan Iuran (PBI) tidak diperkenankan untuk naik kelas saat berobat. “Pasien ‎PBI itu enggak boleh naik kelas saat berobat. Mohon rekan semua sampaikan kepada masyarakat tentang hal ini,” jelas Mahmul Ahyar di kantor […]

    The post Peserta BPJS Jalur Penerima Bantuan Iuran Dilarang Naik Kelas Saat Berobat appeared first on Teras Lampung.