• TERASLAMPUNG.COM -- Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Lampung mengajak para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk mencegah penularan virus HIV pada perempuan dan anak.

    Ketua IPPI Lampung, Ade Komariah, mengatakan ibu rumah tangga dan anak banyak menjadi tertular dari suaminya yang beresiko.

    "Penularan yang tidak disadari oleh perempuan dari pasangannya juga berdampak pada janin yang ada dalam kandungannya," kata Ade Komariah pada Rabu (7/11).

    Data yang terhimpun penyebaran HIV pada ibu rumah tangga mencapai 1.200 pasien yang terperiksa di Rumah Sakit Abdul Moeloek sedangkan pada anak mencapai 60 orang. Angka tersebut justru lebih kecil sebarannya di kalangan populasi kunci.

    Data terus bertambah setiap tahunnya.Dalam pencegahan dan penanganannya tidak bisa dilakukan oleh IPPI sendiri atau lembaga Orang dengan HIV (ODHA) lainnya atau bahkan dibebankan sepenuhnya pada pihak kesehatan saja.

    "Karena itu, kami menggandeng dari berbagai lembaga lainnya untuk saling bersinergi mengurai permasalahan ini," kata dia lagi.

    Selain pihak kesehatan dan tenaga medis, dia juga mengajak lembaga masyarakat yang concern terhadap masalah perempuan dan anak seperti PUSPA Lampung, DAMAR, PKBI Lampung, Dinas PP-PA Provinsi Lampung, Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung dan unsur lainnya.

    Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa masing-masing pihak sebenarnya memiliki program yang beririsan yang menyasar pada perempuan dan anak khususnya masalah hak kesehatan seksual reproduksi.

    Karenanya, kegiatan pertemuan itu menyepakati untuk saling bersinergi dalam program pencegahan penyebaran HIV baru.

    Sebelumnya IPPI Nasional menggelar pelatihan fasilitator "Petualangan Arumi" buku tersebut sebagai petunjuk pencegahan penularan HIV pada Ibu dan Anak (PPIA) dan hak kesehatan seksual reproduksi (HKSR).

    Kegiatan tersebut melibatkan tenaga medis, anggota IPPI sendiri dan lembaga masyarakat.

    Buku PPIA sebagai pedoman pencegahan, penanganan serta dukungan dari masyarakat dan tenaga medis dalam rangka menekan laju penularan HIV menumbuhkan kesadaran seksual pada perempuan.

    "Karena sebenarnya, menularkan virus atau penyakit menular tanpa dikehendaki adalah bentuk dari kekerasan," katanya.

    RL

    The post IPPI Ajak Pemangku Kepentingan Cegah Penularan HIV pada Perempuan dan Anak appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Mungkinkah perokok berat yang kecanduan nikotin bisa berhenti merokok? Menurut Ketua Koalisi Bebas TAR (Kabar) dan Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, drg.Amaliya, sangat mungkin dilakukan.

    Namun, acapkali niat berhenti merokok itu terbentur beberapa persyaratan dari diri perokok. Mungkin tidak bisa atau tidak mau berhenti merokok secara langsung. Mungkin ingin berhenti merokok tanpa harus mengurangi nikotin. Mungkin tidak siap berhenti merokok, tapi ingin mengurangi jumlah rokoknya.

    “Perlu ada metode yang tepat secara bertahap. Karena mengubah perilaku tak bisa secepatnya,” kata Amaliya dalam Diskusi Publik Produk Tembakau Alternatif dalam Perspektif Kesehatan dan Hukum di UC Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu, 31 Oktober 2018.

    Metode yang dinilai tepat adalah melalui pengurangan risiko tembakau atau Tobacco Harm Reduction (THR). Tujuannya untuk meminimalkan dampak buruk penggunaan produk tembakau terhadap kesehatan. Fokus tindakan THR adalah mengurangi atau menghilangkan penggunaan tembakau yang dibakar dan menggantinya dengan produk nikotin lainnya. Mengingat tar hasil pembakaran tembakau rokok lebih berbahaya daripada nikotin.

    Sejumlah alat Vaping atau rokok elektrik yang ditawarkan bagi para pengunjung yang singgah di kafe Henley Vaporium di SoHo, New York, (20/2). Pada Vaping terdapat cairan nikotin rendah yang digunakan untuk memproduksi aroma dan uap layaknya rokok sebenarnya. (AP Photo/Frank Franklin II)

    “Jadi upaya THR adalah beralih ke produk tembakau alternatif yang rendah risiko,” kata Amaliya.

    Produk tembakau alternatif itu meliputi Nicotine Replacement Theraphy (NRT), seperti nicotine patch atau nikotin yang ditempelkan di kulit seperti koyok, nicotin gum atau permen karet, inhaler berupa nikoten yang dihirup lewat hidung, nasal spray berupa nikotin yang disemprotkan dalam mulut, juga Lozenge. Kemudian produk tembakau tanpa asap (snus) dan produk tembakau organic yang tidak dibakar, tetapi dipanaskan (heat not burn). Serta produk Electronics Nicotine Delivery Systems (ENDS), seperti rokok elektrik.

    Sementara Lembaga penelitian di bawah Kementerian Federal Pangan dan Pertanian Pemerintah Federal Jerman, German Federal Institute for Risk Assessment (BfR) melakukan penelitian independen yang didanai secara mandiri pada 2003. Penelitian itu mengenai potensi berkurangnya risiko kesehatan dari produk tembakau yang dipanaskan daripada yang dibakar. Hasilnya, tingkat toksisitas atau tingkat sel yang merusak pada produk tembakau yang dipanaskan lebih rendah ketimbang tembakau yang dibakar. Tingkat toksisitas tembakau yang dipanaskan hanya 1-10 persen, sedangkan tembakau yang dibakar atau rokok konvensional mencapai 80-99 persen.

    “Solusi lewat produk tembakau alternatif ini sudah diterapkan di Inggris sebagai negara maju. Dan jumlah perokoknya turun,” kata Amaliya.

    Berdasarkan data badan kesehatan di bawah naungan Kementerian Kesehatan Inggris, Public Health England merilis penurunan tertinggi jumlah perokok pada 2017 sebanyak 20 ribu orang dari sebelumnya 15,5 persen dari total populasi pada 2016. Berbanding terbalik dengan Indonesia sebagai negara berkembang yang sama-sama mempunyai persoalan tentang jumlah perokok yang besar. Berdasarkan data Atlas Pengendalian Tembakau di ASEAN, jumlah perokok di Indonesia mencapai 35 persen atau 75 juta jiwa dari total populasi. Angka tersebut menggiring Indonesia menduduki peringkat ketiga perokok terbanyak setelah Cina dan India. Sementara hasil Riset Kesehatan dasar Kementerian Kesehatan pada 2013, DI Yogyakarta masuk 15 besar perokok terbanyak, yaitu 31,6 persen dari total populasi. Posisi teratas masih diduduki DKI Jakarta.

    “Perokok di negara berkembang lebih banyak daripada negara maju,” kata Dewan Penasehat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Jawa Barat, dokter Ardini Raksananagara.

    Meski demikian, Ardini tetap mengingatkan, bahwa metode pengurangan risiko tembakau hanya pilihan peralihan konsumsi rokok konvensional ke tembakau alternatif rendah risiko. Metode itu patut diperhitungkan karena potensi manfaatnya bagi perokok yang kesulitan berhenti merokok.

    “Tapi berhenti merokok tetap jalan terbaik,” kata Ardini.

    Tempo.co

    The post Mungkinkah Perokok Berat Bisa Berhenti Merokok? Cek Solusinya appeared first on Teras Lampung.

  • Ilustrasi ibu hamil. shutterstock.com

    TERASLAMPUNG.COM -- Diabetes bisa tiba-tiba menyerang seorang ibu yang sedang mengandung. Sebab, wanita hamil mengalami banyak perubahan dalam dirinya. Diabetes yang ‘hinggap’ pada ibu hamil disebut diabetes gestational. Salah satu faktor risiko pemicu diabetes dalam kehamilan itu adalah usia saat hamil yang lebih tua.

    Dokter spesialis penyakit dalam Wismandari, mengatakan bahwa secara umum, fungsi organ tubuh itu menurun seiring bertambahnya usia. Apalagi, ketika memasuki usia di atas 30 tahun. “Misalnya saja, sejak muda, dia gemuk. Sebenarnya, kemungkinan dia sudah ada resistensi insulin. Tapi, hal tersebut belum terlihat karena jarang orang usia 20 tahun memeriksa insulin mereka,” ujarnya saat ditemui dalam Small Group Media Discussion RSPI “Diabetes dan Kehamilan” di Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2018.

    Wismandari melanjutkan, resistensi insulin adalah keadaan sel tubuh yang tidak dapat merespon hormon insulin dengan baik. “Resistensi insulin ini diibaratkan jika normalnya satu gula memerlukan satu insulin, tapi satu gula kini memerlukan dua insulin. Artinya, kadar gula darah semakin meningkat dan hal itu menyebabkan diabetes,” ungkap dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta.

    Diabetes dalam kehamilan dapat berisiko terhadap Ibu dan anak, seperti cacat kongenital (cacat bawaan lahir) pada bayi, bayi terlahir besar, ibu mengalami perdarahan saat melahirkan hingga keguguran. Kendati begitu, perempuan dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2 dapat hamil sehat.

    Ia pun memberikan saran mengenai antisipasi terhadap risiko-risiko merugikan tersebut.

    “Pengendalian gula darah saat hamil itu sangatlah penting. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa glukosa diabetes saat kehamilan 24-28 minggu,” kata Wismandari.

    Alumnus kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini juga memaparkan bahwa sebaiknya perempuan yang memiliki diabetes sebelum hamil melakukan skrining, seperti mata, ginjal, jantung, dan sebagainya.

    “Penting pula untuk menjaga diet. Terapkan gizi seimbang, ada karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral,” tandas Wismandari.

    Tempo.co

    The post Risiko Hamil di Atas 30 Tahun, Awas Diabetes appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Satu lagi berdiri Fasilitas Kesehatan (faskes) bagi warga Kedaton, Bandarlampung, yaitu Klinik Advent. Klinik Advent diresmikan oleh Walikota Herman HN Rabu (10/10) dan walikota meminta klinik tersebut melayani masyarakat dengan baik.

    “Saya minta para dokter dan perawat yang bertugas untuk melayani dengan baik masyarakat yang akan berobat,” harapnya.

    Herman HN juga meminta tambahan waktu buka yang sebelumnya dari jam delapan hingga empat sore menjadi 12 jam kerja.

    “Saya minta klinik ini bukan hanya melayani pasien BPJS saja, tetapi juga pasien umum. Selain itu jam bukanya ditambah kalau bisa dari jam delapan pagi sampai delapan malam,” kata Herman HN.

    Ketua Yayasan Advent, Elon Manawan, menjelaskan pendirian klinik ini untuk memberikan pelayanan faskes pertama bagi karyawan Rumah Sakit Advent serta masyarakat Kedaton yang sudah menjadi anggota BPJS.

    “Ada 1.200 karyawan kami. Jika mereka sakit sebelum ke rumah sakit mereka harus ke faskes pertama untuk mendapat rujukan. Semua karyawan kami sudah dipindahkan faskes pertamanya ke klinik ini,” katanya.

    “Masyarakat umum juga bisa memanfaatkan klinik ini tinggal mengubah faskesnya ke BPJS dari puskes Ke klinik ini,” imbuhnya.

    Dandy Ibrahim

    The post Walikota Herman HN Resmikan Klinik Advent di Kedaton appeared first on Teras Lampung.

  • Teraslampung.com-- PT Hexpham Jaya (HJ)-- anak perusahaan PT Kalbe Farma Tbk -- menggelar HJ Learning Forum (HJLF) di Hotel Swissbell , Minggu (7/10/2018). Simposium dibuka oleh diuka oleh dr.Edwin Rusli MKM, Ketua PDUI Cabang Lampung yang juga Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung.

    Simposium yang dihadiri lebih dari 180 dokter umum dan spesialis dari Bandarlampung, Metro dan sekitarnya itu mengangkat tema "Clinik Management Talk Get Ready for JKN era".

    "HJ Learning Forum ini dilakukan dengan tujuan agar dokter dapat memahami management klinikaton pratama agar dapat mendukung program pemerintah, yaitu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan ini bentuk kepedulian dan komitmen PT Hexphram Jaya meningkatkan Indonesia yang lebih sehat sesuai dengan misi PT Hexphram Jaya," ujar Heri Ihwani, General Business Manager PT Hexphram Jaya.

    Menurut Heri, program JKN telah memasuki tahun kelima dengan jumlah peserta lebih kurang 200juta warga.

    "HJLF secara konsisten sudah dilaksanakan sejak enam tahun lalu dienam kota, untuk tahun ini di tujuh kota, yaitu Banjarmasin, Makkasar, Bandung, Surabaya, Pekanbaru, Medan dan Bandarlampung.

    The post Jaminan Kesehatan Nasional, Ratusan Dokter Ikuti Simposium Manajemen Klinik appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Lembaga Advokasi Perempuan Damar mengadakan Lokalatih Mekanisme Kerja Standar Operasional Prosedural (SOP) dan Prinsip Investigasi Pelanggaran Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) bagi Pusat Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi,di Hotel Batiqa Bandarlampung, Kamis-Jumat (4-5 Oktober2018).

    Kegiatan ini diikuti oleh 44 peserta yang terdiri dari Dinas Kesehatan Propinsi Lampung, BPJS Kesehatan Bandarlampung, UPT PKTK RUSD Abdoel Moeloek Lampung, RSUD Abdoel Moeloek Lampung, Dinas kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah, Kepolisian Resor, Puskesmas, serikat perempuan, dan tokoh agama dari Lampung Timur, Lampung Tengah, Tanggamus, Lampung Selatan, Bandarlampung, dan Lampung Utara.

    Menurut Direktur Eskekutif Damar Sely Fitriani kegiatan itu untuk merespon hasil Penelitian lembaganya tentang tingginya KTD dan aborsi tidak aman, kurangnya pemahaman perempuan mengenai tubuh dan masalah seksualitas, tidak adanya pendidikan seks di keluarga maupun di sekolah serta institusi lainnya

    “Hasil penelitian kami tahun 2014 dibutuhkan tempat yang dipercaya perempuan untuk dapat berkonsultasi mengenai tubuh, seksualitas dan masalah lainnya yang berhubungan dengan keberadaannya sebagai perempuan, dan kurangnya pelayanan mengenai Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) perempuan, khususnya untuk perempuan pedesaan, miskin kota dan perempuan muda (>12 tahun – 20an tahun),” jelas Sely dalam siaran pers yang diterima teraslampung.com,Kamis (4/10).

    Menurut Sely,  dalam mengatasi berbagai masalah pemenuhan hak-hak perempuan termasuk HKSR perlu menekankan pentingnya melibatkan para pihak yang berpengaruh kuat terhadap HKSR perempuan dan melakukan langkah strategis.

    "Salah satunya melalui Pengembangan Konsep Penyelenggaraan Pusat Perlindungan HKSR Perempuan - untuk Pelayanan, Pengaduan dan Pembelajaran yang berbasis komunitas dan pengembangan Model Keluarga Peduli HKSR," katanya.

    Dandy Ibrahim

     

    The post Lembaga Advokasi Damar Gelar Lokalatih Investigasi Pelanggaran HKSR appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM  -- Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung menggelar diskusi dengan melibatkan kalangan jurnalis membahas topik hak kesehatan seksual reproduksi (HKSR). Dalam diskusi yang bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung itu dipaparkan beberapa program dan riset yang sedang dilakukan PKBI Lampung.

    Direktur Eksekutif PKBI Lampung Dwi Hafsah Handayani menyebut, PKBI merupakan lembaga swadaya masyarakat yang memiliki tujuan mewujudkan keluarga yang bertanggungjawab serta berperan membantu pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk kalangan generasi muda.

    Salah satu program yang saat ini, sedang dijalankan adalah Get up speak out (Guso). Program tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dan mendorong pemenuhan akan hak kesehatan seksual dan reproduksi di kalangan pelajar dan anak muda.

    Program tersebut dilakukan dengan memberikan pengetahuan khusus tentang HKSR kepada kalangan pelajar, melalui guru-guru yang telah di latih di tiga SMP di Bandar Lampung, dan dengan menggandeng komunitas muda di Bandar Lampung.

    “Program ini pendekatannya berfokus pada kalangan muda dan remaja. Kami juga mencoba membangun kemitraan dengan kalangan remaja, membekali pengetahuan, keterampilan, kekritisan mereka tentang hak kesehatan seksual reproduksi,” ujar Hapsah.

    Terget program Guso adalah kalangan remaja usia 10-24 tahun, termasuk remaja yang termarjinalkan dan tidak berkesempatan mendapatkan pengetahuan tentang hak kesehatan selsual reproduksi seperti remaja dengan HIV/AIDS, remaja LGBT, remaja dengan kebutuhan khusus seperti remaja disabilitas, hingga remaja putus sekolah, dan yang tinggal di daerah semi urban.

    Hapsah menyebut, saat ini PKBI Lampung, menggandeng Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta tengah melakukan riset untuk mengukur capaian dari program implementasi tersebut.

    Sementara manager program PKBI Lampung, Regina Locita Pratiwi memaparkan, saat ini PKBI Lampung juga tengah menjalankan program riset pemberitaan HKSR Remaja Ragam Idenitas bersama Ardhanary Institut, Rutgers WPF Indonesia, Aliansi Satu Vusu,dan Guso. Riset tersebut mengkaji pemberitaan-pemberitaan menyangkut HKSR yang selama ini dilakukan oleh media masa.

    “Kami ingin mengetahui Prespektif media dalam memberikan isu yang berkaitan dengan HKSR,” ujar Regina.

    Khusus untuk peningkatan kapasitas jurnalis dalam meliput dan menulis berita tentang HKSR, menurut Regina PKBI juga akan menggagas pelatihan khusus jurnalis dan editor terkait prespektif HKSR.

    “Kemungkinan kami masih akan bermitra dengan Aliansi Jurnalis Independen Bandar Lampung untuk melaksanakan program ini nantinya,” kata dia.

    Pemateri lainnya, jurnalis LKBN Antara Lampung, Budi Santoso Budiman, mengatakan masih banyak media di Lampung, bahkan nasional yang tidak sensitif gender. Hal itu dapat dilihat dari beberapa contoh berita yang ditampilkan mulai dari judul yang cenderung bombastis, dan isi yang tidak memihak korban.

    Dalam kesempatan itu, Budi juga menyampaikan beberapa kde etik pemberitaan yang seharusnya ditaati jurnalis, seperti tidak menyebut identitas korban kekerasan seksual, dan tidak menulis hal yang justru menimbulkan rasa trauma korban.

    Sementara Ketua AJI Bandar Lampung, Padli Ramdan, mengatakan, kegiatan diskusi bersama PKBI Lampung, diharapkan menjadi kesempatan untuk para jurnalis meningkatkan pengetahuan tentang isu HKSR. Isu yang selama ini masih kurang banyak dianggkat dalam pemberitaan media masa.

    “Banyak pengetahuan tentang kesehatan seksual repoduksi yang bisa dijadikan jurnalis sebagai isu-isu baru yang mempunya nilai berita,untuk kemudian dikemas menjadi informasi untuk masyarakat luas,” ujar Padli.

    TL/Rl

    The post PKBI Lampung Ajak Para Jurnalis Pahami Isu HKSR appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Kalau diibaratkan, smartphone tanpa paket internet itu seperti sayur tanpa garam. Bisa dimakan, tapi rasanya tidak maksimal. Benar, karena tanpa paket internet, kita tidak bisa memaksimalkan kemampuan yang dimiliki sebuah smartphone.

    Karena itu, provider seperti Telkomsel pun siap menjamin kebutuhan kita akan social media, update informasi dan hiburan dengan berbagai pilihan paket internetnya. Masalahnya, kenapa harga paket internet Telkomsel terasa mahal ya? Well, bisa jadi itu karena kamu belum mengenal  Traveloka.

    Yap, karena selain menawarkan berbagai kemudahan dalam akomodasi, transportasi, hingga mengurus kebutuhan sehari-hari, nyatanya kamu juga bisa membeli paket data Telkomsel bulanan di Traveloka. Malah, aplikasi yang satu ini menawarkan berbagai macam paket internet Telkomsel per bulan dengan harga yang relatif murah jika dibandingkan counter atau tempat lainnya. Misal saja Paket Simpati yang memiliki pilihan nominal mulai dari harga Rp 25.000, Rp 50.000 dan Rp 100.000 dengan kisaran kuota yang dimulai dari 300MB sampai 4,5GB.

    Semua itu memiliki masa berlaku 30 hari yang pastinya sudah cukup untuk membuatmu tetap update dengan relasi di social media, menikmati hiburan secara online, atau sekedar menambah wawasan lewat membaca berita terkini di media online. Namun bukan berarti Traveloka juga cuma menawarkan paket internet Telkomsel untuk pengguna kartu Simpati saja. Untuk yang menggunakan kartu AS dan LOOP, kamu juga bisa membeli paket data secara praktis, murah dan pastinya aman tanpa perlu beranjak dari tempatmu berada sekarang ini.

    Karena itu, pastikan terlebih dahulu aplikasi Traveloka terinstall di smartphone kamu yang bisa didapatkan secara gratis melalui Play Store (Android) maupun App Store (iOS). Setelah aplikasi terpasang, kamu bisa langsung menuju menu Pulsa & Paket Internet di halaman utama. Kemudian kamu tinggal mengisi nomor handphone dan mulai memilih paket internet Telkomsel bulanan yang kamu butuhkan. Setelah selesai, kamu bisa melakukan pembayaran dengan segera lewat berbagai metode yang tersedia dalam aplikasi dan kamu bisa langsung menggunakan paket data untuk memaksimalkan smartphone dalam memenuhi kebutuhanmu di dunia maya.

    Selain informasi lengkap mengenai pilihan paket internet Telkomsel, aplikasi yang satu ini juga memiliki berbagai penawaran menarik lain dan diskon yang sayang bila sampai kamu lewatkan lho. Tidak cuma soal paket data saja, tapi kamu juga bisa mendapatkan sederet penawaran, diskon, hingga promo untuk berbagai hal mulai dari tiket nonton bioskop, akomodasi, transportasi, bahkan sampai kebutuhan rumah tangga seperti token listrik maupun PDAM. Dengan semua kemudahan dan penawaran yang dimiliki Traveloka, kamu bisa mengurus semua kebutuhanmu sehari-hari tanpa harus repot-repot beranjak, mengantri, atau bahkan mengeluarkan biaya lebih untuk kebutuhanmu. Jadi, kenapa harus repot?

    The post Siapa Bilang Paket Data Telkomsel Bulanan Mahal? appeared first on Teras Lampung.

  • Teraslampung.com-- Penyuka sensasi makanan pedas di Lampung kini bisa menambah koleksi tempat berburu sajian masakah ayam pedas dengan hadirnya Restoran Ayam Nyelekit di Jalan ZA. Pagar Alam, Kedaton, Bandarlampung.

    Manajer Operasional Restotan Ayam Nyelekit, Medi Rahman, mengatakan Ayam Nyelekit sangat digemari oleh kalangan muda. Bahkan sejak dilounching bulan Februari lalu, penjualan ayam Nyelekit selalu tinggi.

    "Untuk bulan September ini sudah 1200 porsi dan mau mencapai target penjualan 1500 porsi/ bulan," kata Medi,  Senin (25/9/2018).

    Restoran Ayam Nyelekit menawarkan aneka menu menarik. Antara lain Ayam Nyelekit Hemat (tanpa telur dadar) Ayam Nyelekit Original (dengan telur dadar), dan Ayam Nyelekit Mozarella ( dengan taburan keju)

    "Pelanggan bisa merasakan sensasi pedas luar biasa. Dan semuanya ditawarkan dengan harga terjangkau hanya Rp 20 ribu per  porsi," katanya.

    Soal tingkat kepedeasan, kata Medi, pelanggan bisa memesannya mulai dari level satu hingga lima.

    "Pelanggan juga bisa memesan sambal yang terbuat dari cabe cablak dipisah dari ayamnya," Medi menambahkan.

    Medi mengaku, penjualan Ayam Nyelekit yang cukup bagus memacu pihaknya untuk menciptakan menu baru.

    Baru-baru ini misalnya, diluncurkan Crunchy Chicken Fillet, yakni menu masakan  ayam tanpa tulang /fillet dengan rasa crunchy disajikan bersama nasi, lauk tempe , telur ceplok dan berbagai sayuran mulai dari terong, kol dan timun.

    Crunchy Chicken Fillet dibanderol seharga Rp20 ribu per porsinya.

    "Menu baru ini cukup mengenyangkan dan rasa pedasnya luar biasa membuat keringat bercucuran. Begitu menu baru ini ditawarkan, banyak pelanggan yang memesannya . Alhamdulillah cukup bagus penjualannya," kata Medi.

    Restoran Ayam Nyelekit mulai dibuka pukul 10.00 WIB dan tutup pada pukul 22.00 WIB.

    Selain melayani pembelian secara langsung juga dapat dipesan melalui aplikasi go food, dan juga pesan antar di nomor 0877776302374.

    Mas Alina Arifin

    The post Ayam Nyelekit Kini Hadir di Jalan Z.A. Pagar Alam Bandarlampung appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Para jurnalis dan blogger di Lampung mengikuti orientasi tentang sanitasi aman, di Hotel Batiqa, Bandarlampung, Sabtu dan Mingu (25-2018/8/2018).

    Kegiatan yang digelar Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) bekerja sama dengan AJI Bandarlampung itu  diawali dengan orientasi dan terjun ke lapangan untuk melihat secara nyata kondisi sanitasi kota.

    Hadir sebagai pemateri Bambang Pujiatmoko dan I Nyoman Suartana dari SNV Netherlands Development Organisation serta Agus Setyo Widodo dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan Mawa Kresna dari Tirto.id

    Menurut Ketua Program Kegiatan AJI Kota Bandarlampung, Eni Muslihah, sebagian besar peserta menyoroti persoalan sanitasi di lingkungan sekitarnya berkutat tentang ketersediaan air bersih.

    "Kami berharap melalui kegiatan ini, peserta terpapar lebih lengkap tentang kondisi ideal sanitasi aman yang seharusnya dirasakan oleh masyarakat," kata Eni pada Sabtu (25/8/2018)

    Setelah mendapatkan pemaparan peserta mengunjungi dua lokasi yang menjadi titik representasi kondisi rawan sanitasi yakni Kota Bandarlampung dan Kota Metro.

    Hasil kunjungan tersebut menjadi bahan tulisan jurnalis dan blogger untuk diikutkan lomba menulis sanitasi dengan total hadiah Rp7 juta.

    The post Para Jurnalis dan Blogger Lampung Ikuti Orientasi Sanitasi Aman appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan, pemerintah berupaya mendorong pembuatan vaksin halal di Indonesia.

    "Saat ini satu-satunya industri farmasi yang memproduksi vaksin di Indonesia adalah BUMN Biofarma.Kami sudah minta Biofarma untuk melakukan langkah-langkah agar vaksin halal,” kata Anung Sugihantono, di Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018.

    Data Kementerian Kesehatan menunjukkan: sepanjang 2014-2018 terdapat 57.056 kasus suspek campak-rubella. Sebanyak 8.964 di antaranya positif terkena campak, sedang 5.737 lainnya positif rubella.

    “Mayoritas penderitanya anak di bawah usia 15 tahun,” kata Anung.

    Anung mengatakan campak merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus dan mudah menular. Sedang rubella merupakan penyakit akut yang kerap menginfeksi anak dan dewasa yang rentan dengan gejala tidak spesifik, namun mudah menular.

    Jika virus rubella menginfeksi ibu hamil, ujar Anung, dapat mengakibatkan keguguran atau cacat permanen pada bayi yang dilahirkan.

    “Cacat tersebut berupa ketulian, gangguan penglihatan bahkan kelainan jantung,” kata Anung.

    Tahun lalu, pemerintah sudah memberikan vaksin rubella ke enam provinsi di Pulau Jawa. Saat ini, pemerintah tengah mendistribusikan vaksin serupa ke 28 provinsi lainnya.

    Sementara itu, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni’am mengatakan pada 20 Agustus 2018 lalu pihaknya membolehkan penggunaan vaksin rubella meski mengandung unsur babi, berdasarkan tiga alasan.

    Pertama, kata Asorun, ada kondisi keterpaksaan. Kedua, berdasarkan informasi dari ahli, hingga saat ini belum ada vaksin yang halal.

    Ketiga, menurut Asrorun, ada bahaya yang akan ditimbulkan jika vaksin tidak diberikan. Terlebih, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan campak rubella.

    “Maka untuk saat ini penggunaan vaksin rubella produksi Serum Institute of India diperbolehkan,” ujar Asrorun.

    Asrorun mengatakan fatwa ini bisa dijadikan pijakan sekaligus panduan bagi pemerintah untuk memberikan imunisasi rubella. Sekaligus menjadi rujukan masyarakat, khususnya masyarakat Muslim, untuk tidak ragu lagi menggunakan vaksin yang disediakan pemerintah.

    Komisi Fatwa MUI, ujar Asrorun, juga sudah mengkomunikasikan muatan fatwa itu kepada MUI daerah.

    Anadolu

    The post Pemerintah Dorong Pembuatan Vaksin Halal di Indonesia appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM  --- Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menegaskan penyakit campak dan rubella berbahaya sehingga perlu diberikan vaksin untuk membentuk kekebalan pada manusia. Masyarakat tak perlu khawatir berlebihan dengan penggunaan vaksin tersebut karena vaksin campak dan rubella tidak dibiakkan di babi.

    "Cara membuat vaksin campak dengan menanam virus campak di embrio janin ayam yang steril kemudian dibiakkan . Sedangkan vaksin Rubella dibiakkan di sel Punca (stem sell) manusia yaitu plasenta,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung,  Reihana,  Sabtu (3/8/2018).

    Reihana berharap, penjelasannua bisa menjawab kekhawatiran masyarakat tentang belum tersertifikasi halal Vaksin Campak dan Rubella (Vaksin MR).

    Lampung memasuki hari kedua pelaksanaan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR).

    Namun, imunisasi diwarnai penolakan dari sejumlah orang tua siswa karena meragukan vaksin yang disuntikkan untuk mengatasi MR. Masalah sertifikasi halal dari MUI menyebabkan para orang tua siswas tidak  membolehkan anak mereka diimunisasi MR.

    "Meskipun begitu imunisasi tetap berjalan karena mempertimbangkan pentingnya vaksinasi itu untuk mencegah dari risiko penyakit campak dan rubella," kata Reihana.

    “15 Kabupaten Kota di Provinsi Lampung melaksanakan Kampanye Imunisasi MR . Imunisasi tidak dihentikan tetapi melayani siapa yang mau, bagi yang tidak mau kami tidak memaksa, namun kita ketahui bersama bahwa penyakit Campak dan Rubella adalah penyakit yang berbahaya," jelas Reihana.

    Kadiskes Lampung ini juga menjelaskan dari sampel spesimen penderita campak yang diteliti Badan Litbangkes Kemkes RI (Badan Penelitian dan Pengembangan. Red) 60%nya juga mengandung virus Rubella.

    Untuk diketahui virus Rubella dapat menyebabkan kematian ataupun kelainan perkembangan janin apabila penyakit ini diderita oleh wanita hamil. Untuk itu perlu dilakukan upaya pencegahan dan penularan penyakit Campak dan Rubella di masyarakat dengan cara pemberian Vaksin MR secara missal pada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun . Untuk mendapatkan kekebalan komunitas perlu cakupan imunisasi sebesar minimal 95% . “Perlu diketahui oleh masyarakat bahwa vaksin Campak dibuat dari virus hidup yang dilemahkan, sehingga virus yang sudah lemah ini apabila disuntikkan pada manusia tidak cukup kuat untuk menimbulkan penyakit tetapi cukup kuat untuk membentuk kekebalan dalam tubuh (antibodi).

    Sementara itu, Laporan yang masuk ke Sekretariat Kampanye Imunisasi MR di Provinsi Lampung tercatat telah diimunisasi sebanyak 276.223 orang (12,3%) dengan rincian Lampung Barat 21.665 orang (27,5%), Tanggamus 23,433 orang (14,7%), Lampung Selatan 35.802 orang (13,15), Lampung Timur 26.795 orang (10,1%), Lampung Tengah 36.444 orang (10,7%), Lampung Utara 17.821orang (10,65%), Way Kanan 12.044 orang (10%), Tulang Bawang 20.915 orang (16,2%), Pesawaran 16.047 orang (13,4%), Pringsewu 7.816 orang (7,3%), Tulang Bawang Barat 12.763 orang (18%), Pesisir Barat 15.347 orang (31%), Bandar Lampung 27.653 orang (10,8%) dan Metro 1.680 orang (4,3%)

    Seluruh pencanangan pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR di Provinsi Lampung adalah tanggal 1 Agustus 2018, sedangkan Kota Metro pada tanggal 2 Agustus 2018 dan untuk Mesuji laporan manual belum masuk karena pencanangan baru dilaksanakan pada 3 Agustus 2018.

    The post Dinkes Lampung Tegaskan Vaksin Campak Rubella Tidak Dibiakkan di Babi appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM, PEKANBARU - Kecaman terhadap vaksinasi yang dilakukan, terus berdatangan pasca penolakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap produk vaksin yang belum dipastikan halal tersebut.

    Salah seorang anggota DPRD Riau dari Partai PKS, Mansyur HS, menilai sebaiknya pemerintah mendengarkan apa yang disampaikan oleh MUI selaku majelis tertinggi ulama yang diakui.

    "Kami mengimbau pemerintah daerah agar menghentikan vaksinasi sementara. Ini berdasarkan putusan MUI, kita di Riau mayoritas muslim," kata Mansyur, Kamis, 2 Agustus 2018.

    Apabila sudah menggunakan vaksin yang halal sesuai dengan rekomendasi dari MUI, lanjut sekretaris komisi II DPRD Riau ini, Pemerintah silahkan melanjutkan program tersebut.

    "Untuk waktunya, sampai ada pengganti yang dinilai ulama halal, dan sebanding fungsinya dengan yang ada sekarang. Sepanjang itu belum ada, sebaiknya tetap tunggu," tuturnya.

    Diakui Mansyur, dirinya paham ini merupakan program nasional, namun semua pihak juga harus menghormati fatwa MUI. Karena ini juga untuk menyelamatkan generasi muslim di Riau.

    "Kita tahu ini program nasional, tapi kita harus hargai juga pihak MUI. Ini kan juga demi menyelamatkan masyarakat muslim," tuturnya.

    Lebih lanjut, ia berharap agar tidak ada pihak yang menganggap bahwa hal ini dipolitisasi, karena menurutnya ini murni keresahan ummat dan tidak ada unsur lain.

    "Jangan sampai ada yang beranggapan bahwa ini dipolitisisasi. Dalam MUI tersebut juga komisi di dalamnya, dan di Komisi tersebut juga ada dokter, dan tenaga ahli lainnya. Jadi MUI tidak akan sembarangan dalam membuat fatwa," tuturnya.

    riauonline.co.id

    The post Anggota DPRD Riau dari PKS Minta Pemda Hentikan Imunisassi MR appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Sama dengan Majelsis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, MUI Lampung juga meminta imunisasi measles rubella (MR/campak rubella) bagi anak-anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun dihentikan. Alasannya, vaksin tersebut belum mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.

    Heboh untuk menolak imunisasi campak rubella di Riau bermula dari permintaan Ketua MUI Siak Sofwan Saleh agar  Bupati Siak Syamsuar menunda pelaksanaan imunisasi MR.

    MUI Lampung melalui Ketua Komisi Fatwanya,Munawir, juga sudah mengimbau untuk tidak melakukan imunisasi MR karena belum mendapat sertifikat halal dari MUI pusat.

    Sementara itu, sumber teraslampung.com mengatakan berdasarkan hasil uji laboratorium UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Siak, Provinsi Riau menunjukkan bahwa vaksin MR yang dipakai untuk imunisasi MR hasilnya negatif dari unsur lemak babi.

    Penolakan imunisasi campak-rubella dilakukan sejumlah orang tus siswa di SD Al Kautsar Bandarlampung, Rabu (1//8/2018).

    The post Vaksin Negatif Unsur Babi, MUI Lampung Tetap Minta Imunisasi MR Dihentikan appeared first on Teras Lampung.

  • TERASLAMPUNG.COM -- Indonesia berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak (measles) dan pengendalian penyakit Rubella (Congenital Rubella Syndrome) pada tahun 2020. Salah satu strateginya dengan melaksanakan Kampanye dan Introduksi Imunisasi Measles Rubella (MR).

    Kampanye Imunisasi MR yang dilaksanakan dua fase, pada Agustus-September 2017 dan bulan yang sama pada tahun 2018 adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal. Upaya ini untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

    "Kalau kena rubella, mungkin tidak meninggal, tapi cacatnya luar biasa, bisa mengalami kebutaan, ketulian. Kita cegah ini dengan imunisasi," kata Menkes RI Prof Nila F. Moeloek.

    Menurut Nila, imunisasi penting ebagai antibodi dan proteksi dari penyakit.

    "Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk kedua penyakit ini. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus," kata dia.

    Imunisasi MR diberikan pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama masa kampanye. Imunisasi MR masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin segera setelah masa kampanye berakhir, diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan anak kelas 1 SD/sederajat tanpa dipungut biaya.

    Untuk dapat memutuskan mata rantai penularan penyakit campak dan rubella maka diperlukan cakupan imunisasi minimal 95%. Dengan cakupan imunisasi MR yang tinggi pada sasaran usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun ini juga dapat melindungi kelompok usia yang lebih besar termasuk ibu hamil agar tidak tertular virus Rubella, karena sekitar 80% sirkulasi virus campak dan rubella terjadi pada usia tersebut.

    Kampanye imunisasi MR fase I telah dilaksanakan selama Agustus-September 2017 untuk seluruh wilayah di pulau Jawa dan telah berhasil mencapai target cakupan nasional 100,98% dengan jumlah anak yang telah diimunisasi adalah 35.307.148 anak.

    Dilanjutkan Kampanye Imunisasi MR fase II akan dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2018 untuk seluruh wilayah di luar pulau Jawa dengan jumlah sasaran sekitar 31.963.154 anak.

    Pada bulan Agustus, imunisasi MR diberikan untuk Anak Usia Sekolah di sekolah-sekolah (SD/MI/ Sederajat, SMP/MTS/sederajat), dan pada bulan September diberikan di Posyandu, Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan lainnya untuk bayi dan anak yang belum bersekolah dan anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

    Melalui kegiatan kampanye dan introduksi imunisasi MR dengan cakupan yang tinggi, diharapkan akan tercapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella sehingga anak-anak Indonesia dapat terlidungi dari penyakit berbahaya dan menimbulkan kecacatan.

    The post Imunisasi MR Lindungi Anak Indonesia dari Kecacatan appeared first on Teras Lampung.