Gelap Gulita, Pemudik Harus Waspada Melintas di Jalinsum Malam Hari
TERASLAMPUNG.COM | 25/04/2022 13:34
Gelap Gulita, Pemudik Harus Waspada Melintas di Jalinsum Malam Hari

LAMPUNG SELATAN–Mendekati mudik lebaran (H-9) Idul Fitri 1443 H tahun 2022, Penerangan Jalan Umum (PJU) ) jenis LED (Light Emitting Diode) tenaga surya yang terpasang di beberapa titik Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lampung Selatan menuju ke Kota Bandarlampung banyak yang padam membuat kondisi jalanan menjadi gelap gulita saat berkendara malam hari.

Pemudik khususnya pengendara motor (pemotor), harus hati-hati dan waspada saat berkendara malam hari karena padamnya PJU disejumlah titik Jalinsum Lampung Selatan menuju ke Kota Bandarlampung. Kondisi jaln gelap gulita ini, menimbulkan kerawanan kecelakaan lalu lintas dan tindakan kriminalitas.

Padamnya PJU tenaga surya dibeberapa titik Jalinsum di Lampung Selatan ini, sudah berlangsung enam tahun belakangan ini yakni sejak arus mudik lebaran 1438 H tahun 2017 lalu. Hingga kini mendekati arus mudik lebaran tahun 2022, PJU masih tetap padam dan dibiarkan mangkrak tidak ada perbaikan.

Selain itu, padamnya PJU tenaga surya karena rusak, juga peralatan yang terpasang seperti panel surya, solar cell dan isi dalam kotak (panel dan accu) sudah tidak ada lagi diduga hilang dicuri. Kini, PJU hanya tersisa tiang besi kurus menjulang di pinggiran Jalinsum.

Pantauan teraslampung.com Sabtu malam (23/4/2022), sejumlah Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya disejumlah titik Jalinsum, Lampung Selatan yakni setelah keluar (exit) dari Pelabuhan Bakauheni hingga menuju ke Kota Bandarlampung kondisinya banyak padam total.

Seperti diwilayah Umbul Jering Bakauheni, Desa Hatta dari gerbang pintu tol sampai jembatan dan juga Buring, Tanjung Heran, Desa pisang sampai Gayam dan Desa Penengahan mulai dari jembatan sampai menuju ke Mapolsek Penengahan.

Taman Baru ke Kuripan, lalu Kuripan sampai Kekiling atau simpang Blambangan, Lapas Kalianda sampai gerbang tol Kedaton atau setelah rumah makan Alam Putra, Desa Lubuk setelah alfamart, Negeri Baru Resort (NBR) sampai Indomart sebelum pintu masuk pantai Merak Belantung.

Kemudian SPBU AKR Gunung Terang hingga gedung Golkar Desa Munjuk sampai jembatan Sukamarga, setelah gerbang tol sukamarga sampai pabrik baja Desa sukamaju, peternakan sapi PT. JJA sampai pabrik sabut kelapa PT. Woongsol Desa Sukabanjar.

Setelah itu, jembatan kedua Desa Sukabanjar hingga ke PT. Ciomas Adi Satwa Desa Talangbaru. Tugu Topeng Simpang Bayur hingga SPBU Tanjungan, setelah Mapolsek Katibung sampai ke PT. Domus Jaya Desa Pardasuka, setelah rumah makan Trans Jaya 3 sampai pertigaan Desa Babatan.

Selanjutnya, setelah PT. San Xiong Steel Babatan menuju ke pusat jajanan oleh-oleh Tarahan dan diperah lagi yakni di tanjakan dan turunan maut Tarahan yang sering terjadi lakalantas, lalu Desa Rangai hanya sebagian saja dan terakhir di PLTU Tarahan menuju ke perbatasan Kota Bandarlampung.

Selain jalanan gelap gulita ditambah lagi rimbunnya pohon, menambah suasana terkesan seram saat malam hari. Sementara adanya sinar lampu, yakni dari beberapa rumah warga dan juga warung-warung yang ada dipingiran Jalinsum dan itu tidak bisa menerangi sepenuhnya pengguna jalan.

Masyarakat berharap, adanya perbaikan PJU yang kondisinya padam total dan sudah lama dibiarkan mangkrak begitu saja di beberapa titik Jalinsum tersebut. Selain itu, kondisi Jalinsum dibeberapa titik lainnya yang sampai saat ini belum terpasang PJU agar diberikan penerangan.

“Jalinsum inikan sebentar lagi akan ramai dilalui pemudik, apalagi sudah dua tahun ini tidak ada mudik lebaran. Tapi sayangnya, kondisi jalan gelap karena lampu penerangan banyak yang mati,”kata Haimi, warga Desa Hatta kepada teraslampung.com, Minggu (24/4/2022).

Menurutnya, sudah lama PJU di Jalinsum sekitar wilayah Umbul Jering dan Desa Hatta ini padam, sekitar beberapa tahun belakangan ini yakni sejak mudik lebaran tahun 2017 lalu. Sampai saat ini masuk musim mudik lebaran tahun 2022, PJU itu masih tetap padam belum ada perbaikan sehingga jalan gelap gulita.

“Sudah lama mas PJU itu mati dan tidak diperbaiki, sepertinya dibiarkan mangkrak begitu saja. Anehnya lagi, peralatan yang ada di PJU itu tidak ada lagi dan warga menduga sepertinya dicuri,”ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Junaidi, warga Kecamatan Ketibung. Ia mengatakan, selain kondisi lampu itu mati karena rusak, padamnya PJU tenaga surya ini juga diduga hilang dicuri. Pasalnya, peralatan di PJU seperti panel surya, solar cell dan isi dalam kotak seperti panel dan accu sudah tidak ada lagi.

“Ya kan bisa kita lihat sendiri seperti apa, peralatan yang dipasang di JPU banyak yang bubar atau hilang dan hanya tersisa kotak dan tiang besinya saja di pinggiran Jalinsum itu,”kata dia.

Menurutnya, kondisi Jalinsum beberapa titik seperti di tanjakan dan turun maut Tarahan, lalu Desa Pardasuka setelah PT.Domus Jaya hingga menuju ke Polsek Katibung sudah lama kondisi jalannya gelap dikarenakan padamnya PJU dan juga minimnya PJU yang terpasang di lokasi tersebut.

Selain itu, kata Junaidi, disepanjang jalan itu juga sepi dari rumah warga dan banyak pepohonan yang rimbun. Sehingga saat malam hari, jalan menjadi gelap gulita dan terlihat seram. Jalanan terlihat terang, jika ada sorotan sinar lampu dari kendaraan yang saat itu melintas.

“Kalau kondisi jalannya terang, pengguna kendaraan yang melintas malam hari pastinya merasa aman dan nyaman khususnya pemotor. Selain itu, laka lantas minim begitu juga tindakan kejahatan,”ujarnya.

Dikatakannya, pada musim mudik lebaran tahun 2018 lalu, pernah ada kejadian pemudik menggunakan sepeda motor jadi korban pembegalan di Jalinsum disekitar Umbul Kates, Tanjungan. Korban mengalami luka bacok di kepala, sepeda motor dan barang berharga lainnya juga dirampas. Beruntungnya, nyawa korban bisa diselamatkan dan pelaku begal itu berhasil ditangkap polisi.

“Mudah-mudahan mudik lebaran tahun 2022 ini, tidak ada kejadian serupa yang menimpa pemudik khususya pemotor ataupun kejadian lakalantas. Harapannya, pemerintah atau instansi terkait segera memperbaiki PJU yang mati disejumlah titik Jalinsum tersebut,”pungkasnya.

Warga lainnya, Isan mengatakan, meski ada Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), tapi penerangan di Jalinsum juga mestinya diperhatikan dan diperbaiki jika kondisinya mati. Karena penting untuk semua pengguna kendaraan, khususnya pemotor. Apalagi saat ini sudah mulai pemudik yang akan datang dari Pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya yang melintasi Jalinsum untuk pulang kampung.

“Meski sudah ada jalan tol, ya kan tidak mungkin kalau sepeda motor masuk jalan tol. Pastinya, Jalinsum ini akan ramai dilalui pemudik khususnya pemotor. Sayangnya, banyak PJU yang mati sehingga terkesan angker karena kondisi jalan gelap,”ujarnya.

“Kalau kondisi jalannya gelap, kasihan pemudik pemotor kalau dia (pemudik) itu bawa istri dan anaknya yang masih kecil. Belum lagi kalau pemudik tidak paham medan jalannya berlubang atau tidak, karena situasinya gelap,”kata dia.

Selain padamnya sejumlah PJU, kondisi jalan di sepanjang jalan arteri Jalinsum Lampung Selatan yang sebelumnya banyak berlubang, sudah dilakukan perbaikan tambal sulam menggunakan aspal hotmix dititik lubang itu saja.

Namun perbaikan jalan nasional dengan cara tambal sulam itu, justru membuat kondisi jalan jadi bergelombang. Pengguna jalan khususnya pengendara sepeda motor, perlu hati-hati saat melintas.

“Pengerjaan jalan tambal sulam di Jalinsum ini tidak efektif, sebab dilakukan ditempat yang berlubang dan jalan jadi bergelombang. Mestinya ditambalnya beberapa meter, jangan hanya dititik berlubang itu saja,”kata Santo, salah seorang warga Kecamatan Sidomulyo kepada teraslampung.com.

Menurutnya, jalan yang bergelombang ini hampir sama juga dengan jalan berlubang, karena membuat pengguna jalan khususnya pengendara motor (pemotor) tidak nyaman saat berkendara dan tetap harus hati-hati saat berkendara melintas di Jalinsum tersebut. Harusnya pemerintah atau instansi terkait mengontrol perbaikan jalan nasional tersebut, apalagi jalan tersebut akan dilalui pemudik.

“Jadi kalau bawa sepeda motor, bisa terbang kalau tidak menghindari tambalan jalan itu. Pemotor juga harus jaga jarak sama kendaraan lainnya, antisipasi gelombang jalan itu. Jalinsum inikan jalan nasonal, mestinya diuji kelayakannya agar pengguna jalan aman dan nyaman saat berkendara,”tandasnya.


BERITA TERKAIT