Kiriman dari Jawa Dihentikan, Oksigen Bandarlampung Andalkan Pasokan Sumsel
TERASLAMPUNG.COM | 08/07/2021 20:00
Kiriman dari Jawa Dihentikan, Oksigen Bandarlampung Andalkan Pasokan Sumsel
Petugas memindahkan tabung oksigen ke atas truk di tempat pengisian oksigen Aneka Gas Industri, Cakung, Jakarta Timur, Rabu, 30 Juni 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengerahkan kendaraan dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau kedinasan di DKI Jakarta untuk mempercepat sirkulasi tabung oksigen yang sempat mengalami kelangkaan beberapa hari lalu. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TERASLAMPUNG.COM — Seiring dengan melonjaknya angka kasus positif Covid-19, kebutuhan tabung oksigen di Bandarlampung dan beberapa kabupaten/kota di Lampung makin meningkat. Runyamnya, dalam kondisi seperti itu pasokan oksigen dari Pulau Jawa justru dihentikan. Kelangkaan tabung oksigen pun masih terus terjadi di Bandarlampung sampai saat ini.

Wakil Walikota Bandarlampung Deddy Amarullah mengatakan, stok oksigen di rumah sakit rujukan berdasarkan laporan pengelola rumah sakit saat ini masih aman.

“Bahkan ada beberapa rumah sakit yang sudah membuat kebijakan memberhentikan operasi karena operasi itu membutuhkan oksigen. Mereka keluhkan saat ini oksigen sangat diperlukan jadi takut kekurangan oksigen makanya operasi yang tidak terlalu mendesak dihentikan,” katanya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandarlampung dr. Aditya M Biomed mengatakan, saat ini pasokan oksigen rumah sakit di Bandarlampung hanya mengandalkan pasokan dari Sumatera Selatan saja.

“Pasokan dari Samator (perusahaan oksigen) dari Jawa sudah dihentikan. Kita cuma mengandalkan pasokan dari Palembang saja. Tadi dalam rapat ada usulan siapa tahu ada industri yang bisa membantu untuk penyediaan oksigen. Rencananya Kadis Kesehatan akan berkirim surat ke Dinas Perindustrian,” jelasnya.

Guna menghindari lonjakan pasien Covid-19 di Kota Bandarlampung dia mengimbau masyarakat untuk taat protokol kesehatan dengan 5 M agar rumah sakit tidak sampai kolaps.

“Apa pun yang disiapkan rumah sakit pasti tidak akan mencukupi, jadi yang kita imbau itu masyarakat jangan namb h terus pasiennya kalau pasiennya nambah terus kita ambruk juga,” katanya.

Sebelumnya, keluhan kelangkaan tabung oksigen diungkapkan sejumlah keluarga pasien Covid-19 di Lampung. Karena tabung oksigen langka, banyak keluarga pasien yang terpaksa ‘berburu’ oksigen dalam kemasan kaleng.

Kelangkaan tabung oksigen juga sempat menimbulkan kepanikan dan insiden di Puskesmas Kedaton, beberapa hari lalu. Beberapa hari lalu keluarga penderita Covid-19 di Bandarlampung terlibat pertengkarang hebat dengan perawat berujung perawat dilarikan ke rumah sakit karena terlibat pertikaian akibat tidak membolehkan tabung oksigen Puskesmas dipaksa dibawa pulang keluarga penderita Covid-19 tersebut.

Di Pesawaran, Pemkab mengatasi kelangkaan tabung oksigen dengan cara “jemput bola” hingga ke Palembang.

teraslampung.com


BERITA TERKAIT