Konsep Tropical Urbanism di Vida Bekasi
HOME.CO.ID | 03/04/2018 23:00
Konsep Tropical Urbanism  di Vida Bekasi
Banyak apartemen dan rumah tapak yang dibangun di kota Bekasi, salah satunya Vida Bekasi yang dikembangkan Gunas Land.

Bekasi menjadi salah satu kawasan penyangga ibu kota yang diminati sebagai tempat tinggal. Ada banyak apartemen dan rumah tapak yang dibangun di kota Bekasi. Salah satunya Vida Bekasi yang dikembangkan Gunas Land memiliki lahan seluas 130 hektar. Kawasan terpadu dengan master plan berkonsep Tropical Urbanism, yaitu konsep kehidupan yang sadar dan responsif terhadap iklim tropis. 

Vida Bekasi berkomitmen untuk menyediakan hunian yang layak, berkualitas, dan mampu meningkatkan kualitas kehidupan penghuninya. Tidak hanya secara arsitektur, tapi juga penyediaan lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan. Vida Bekasi menggandeng arsitek Andra Matin untuk membuat master plan.

Desain tersebut menjadi tema utama dan diwujudkan melalui desain kontemporer yang dapat menunjang kebutuhan penghuni, baik lingkungan maupun fasilitasnya.

“Gunas Land berkomitmen meningkatkan standar kualitas pembangunan properti dengan mengusung konsep eco living. Tren gaya hidup yang menekankan terciptanya konsep pengembangan berkelanjutan. Gunas Land juga mengintegrasikan cita rasa Indonesia melalui bangunan dan berbagai aktivitas,” jelas Edward Kusma, Direktur Vida Bekasi.

Kawasan Vida Bekasi memiliki dua distrik, Bumipala (semula Grand Bekasi) dan Bumiwedari (kawasan Vida Bekasi), serta memiliki ruang terbuka hijau mencapai 50 persen. Saat ini Vida Bekasi memiliki empat kluster hunian, Premier Savanna, Taman Apel, Taman Durian, dan Taman Frambosa, yang telah diisi lebih dari 9.000 jiwa.

Adapun tipe hunian yang dipasarkan bervariasi mulai tipe 37 hingga 105. “Kami memasarkan rumah tipe 37/72 sampai 105/120 dengan kisaran harga Rp300 juta hingga Rp1,3 miliar. Total jumlah hunian yang akan dibangun 10 ribu hingga 15 ribu unit,” buka Edward.

Tidak hanya rumah tapak, Vida Bekasi juga menyediakan apartemen eksklusif yang dinamakan Teras Alun-Alun. Hunian vertikal untuk mengakomodasi pekerja atau masyarakat dengan penghasilan yang terbatas. Dalam merancang Teras Alun-Alun, Vida Bekasi menggandeng Suryawinata-Heizelmann Architecture & Urbanism (SHAU), firma arsitek yang didirikan oleh duo arsitek asal Indonesia dan Jerman, Daliana Suryawinata dan Florian Heinzelmann.

SHAU menuangkan prinsip arsitektur humanis untuk hunian kolektif yang memperhatikan faktor manusia yang hidup di dalamnya.

Vida Bekasi juga akan dilengkapi fasilitas pendukung, seperti Bina Nusantara School di area seluas 30.000 meter persegi yang siap menjadi salah satu sekolah terbaik di kota Bekasi. Fasilitas Saraswati Sembilan, arena sports club, Pasar Anyar, dan tempat ibadah.

Selain membangun hunian, Vida Bekasi bekerja sama dengan Waste4Change untuk mengedukasi warga memilah sampah. Inisitatif lainnya adalah digarapnya Farm4Life, kebun organik yang pupuknya diperoleh dari hasil pengomposan sampah warga. 
 

REKOMENDASI BERITA