Hujan Musim Kemarau Pekan Ini Karena La Nina
DARILAUT.ID | 19/07/2022 13:34
Hujan Musim Kemarau Pekan Ini Karena La Nina
Ilustrasi La Nina. Wikipedia

Darilaut – Curah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Indonesia selama sepekan ke depan, pada 16 hingga 23 Juli. Padahal, sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau.

Dalam keterangan pers Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hal ini disebabkan masih aktifnya beberapa fenomena dinamika atmosfer skala global-regional yang cukup signifikan.

Di antaranya, fenomena La Nina yang pada bulan Juli ini diidentifikasi masih cukup aktif dengan kategori lemah.

“Kondisi tersebut masih turut berpengaruh terhadap penyediaan uap air secara umum di atmosfer Indonesia,” kata Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto di Jakarta, Sabtu (16/7).

Selain La Nina, menurut Guswanto, fenomena Dipole Mode di wilayah Samudra Hindia saat ini juga menunjukkan indeks yang cukup berpengaruh dalam memicu peningkatan curah hujan terutama di wilayah Indonesia bagian barat.

Sementara itu, kata Guswanto, dalam skala regional, terdapat beberapa fenomena gelombang atmosfer yang aktif meningkatkan aktivitas konvektif dan pembentukan awan hujan, yaitu MJO (Madden Jullian Oscillation), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby yang terjadi pada periode yang sama.

Guswanto mengatakan adanya pola belokan angin dan daerah pertemuan serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sekitar Sumatera bagian selatan dan di Jawa bagian barat juga mampu meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.

Hal ini didukung dengan anomali suhu muka laut positif yang dapat meningkatkan potensi uap air di atmosfer.

Menurut Guswanto, saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, namun, karena adanya fenomena-fenomena atmosfer tersebut memicu terjadinya dinamika cuaca yang berdampak masih turunnya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Berikut prediksi potensi Hujan untuk periode sepekan ke depan 16 hingga 23 Juli. Curah hujan Sedang – Lebat masih dapat terjadi di wilayah: Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Curah hujan Ringan – Sedang masih dapat terjadi di wilayah: Aceh, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

Sementara untuk wilayah Jabodetabek masih perlu diwaspadai potensi hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di pada siang-sore hari terutama di wilayah barat, timur, dan selatan.

Guswanto mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap kemungkinan adanya potensi hujan yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang. Mengenai musim kemarau, perlu diwaspadai dampak kekeringan.

“Hemat dan gunakan air secara bijak. Supaya dampak kekeringan akibat kemarau bisa kita hadapi bersama,” katanya.

 

**


BERITA TERKAIT