Hujan Meteor Eta Aquarid Dari Gunung Bromo
DARILAUT.ID | 06/05/2022 13:30
Hujan Meteor Eta Aquarid Dari Gunung Bromo

Darilaut – Sebuah pemandangan meteor Eta Aquarid yang menakjubkan tampak dari foto yang ditampilkan Space.com, situs web berita luar angkasa (5/5).

Salah satu foto menampilkan meteor Eta Aquarid di langit yang cerah dengan latar (foreground) Gunung Bromo di Jawa Timur.

Yang mengabadikan foto ini penulis dan astrofotografer yang berbasis di Singapura, Justin Ng.

Justin memotret pemandangan meteor Eta Aquarid di atas Gunung Bromo pada Mei 2014.

Seperti ditulis Earthsky.org, 7 Mei 2014, astrofotografer Justin mengunjungi Gunung Bromo beberapa kali selama dua tahun terakhir, ketika itu.

Kondisi pemotretan di Gunung Bromo sangat menantang. Karena di lokasi ini terdapat gas belerang yang dikeluarkan di Gunung Bromo.

Destinasi Gunung Bromo menarik bagi wisatawan dan fotografer yang ingin mengabadikan berbagai momen di tempat tersebut.

Seperti halnya Justin yang mengunjungi Gunung Bromo beberapa kali, salah satunya untuk memotret meteor Eta Aquarid.

Bulan Mei tahun ini puncak hujan meteor Eta Aquarid. Bila cuaca cerah, pada dinihari Jumat 6 Mei dan Sabtu 7 Mei, waktu terbaik mengamati Eta Aquarid.

Mengutip Space.com hujan meteor Eta Aquarid, yang berasal dari Komet Halley (1P/Halley) akan terlihat di konstelasi Aquarius selatan.

Paling baik untuk mengamati pada pukul 03.00 pagi waktu setempat setelah bulan sabit terbenam dan langit menjadi sedikit lebih gelap untuk pertunjukan langit.

Sementara hujan meteor paling terlihat dari Belahan Bumi Selatan atau dekat khatulistiwa dan Belahan Bumi Utara.

Komet Halley menghasilkan dua hujan meteor setiap tahun: Eta Aquarids pada bulan Mei dan Orionid di bulan Oktober.

Sebagian besar hujan meteor tercipta ketika Bumi menembus bidang puing-puing yang ditinggalkan oleh komet yang mengorbit matahari.

Puing-puing berukuran kecil, umumnya seukuran kerikil kecil atau sebutir pasir, tetapi ketika mengenai atmosfer bumi, akan terbakar dan memancarkan kilatan cahaya yang terang.

Pecahan komet Halley inilah yang dapat disaksikan melalui hujan meteor Eta Aquarid. Selain pekan ini, Eta Aquarids akan tetap aktif hingga minggu kedua bulan Mei.

Orang-orang yang berada di bawah langit mendung yang tidak cerah masih memiliki kesempatan untuk menyaksikan beberapa bintang jatuh selama akhir pekan dan minggu depan.

Komet Halley saat ini jaraknya lebih dari 2 miliar mil jauhnya dari Bumi, lebih jauh dari Neptunus. Jalur terakhirnya melewati matahari adalah pada tahun 1986 dan tidak akan terbang melalui tata surya bagian dalam lagi sampai tahun 2061.

Menyaksikan hujan meteor tahunan Eta Aquarid adalah cara lain menikmati komet, meskipun melihat bintang jatuh adalah pengalaman yang sama sekali berbeda dari melihat komet di langit.

Kilatan cahaya meteor hanya berlangsung beberapa detik, sementara komet dapat terlihat selama berminggu-minggu, terkadang berbulan-bulan, terbang perlahan di langit malam.

Bagi yang ingin memotret, selalu ada beberapa ketidakpastian dalam memprediksi meteor karena mereka muncul dari aliran puing-puing yang ditinggalkan beberapa benda langit.

Bintang jatuh sama sekali tidak berbahaya, karena mereka muncul tinggi di atmosfer. Ketika membaca tentang meteorit yang jatuh ke tanah, itu berasal dari batuan luar angkasa yang jauh lebih besar yang cenderung diasosiasikan dengan bola api.

Sebagai catatan untuk Eta Aquarids meluncur di atmosfer dengan kecepatan 41 mil (66 kilometer) per detik.

 

darilaut.id


BERITA TERKAIT