BPBD di Seluruh Indonesia Diminta Siap Siaga Hadapi La Nina
DARILAUT.ID | 29/10/2021 17:00
BPBD di Seluruh Indonesia Diminta Siap Siaga Hadapi La Nina
Ilustrasi La Nina. Wikipedia

Darilaut – Intensitas bencana hidrometeorologi basah cenderung meningkat, untuk itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan siap siaga.

Menghadapi potensi tersebut, khususnya kesiapsiagaan menghadapi La Nina, BNPB juga telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi, pada 22 Oktober 2021, meminta BPBD provinsi untuk menyikapi potensi ancaman terkait dengan fenomena La Nina. Beberapa langkah kesiapsiagaan direkomendasikan untuk ditindaklanjuti hingga ke tingkat kabupaten dan kota sehingga masyarakat dapat selamat dari ancaman bahaya.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi La Nina dapat terjadi pada periode Oktober 2021 sampai dengan Februari 2022. Fenomena ini merupakan anomali iklim global yang dapat memicu peningkatan curah hujan. Puncak musim hujan juga diprediksi akan dominan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2022.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Senin (18/10) mengatakan peringatan dini untuk waspada datangnya La-Nina menjelang akhir tahun ini.

Didasarkan pada kejadian La Nina tahun 2020 lalu, hasil kajian BMKG menunjukkan bahwa curah hujan mengalami peningkatan pada November-Desember-Januari terutama di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali hingga NTT, Kalimantan bagian selatan dan Sulawesi bagian selatan.

La Nina tahun ini diprediksikan relatif sama dan akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20 – 70% di atas normalnya.

Dengan adanya potensi peningkatan curah hujan pada periode musim hujan tersebut maka perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Dwikorita mengingatkan agar pemerintah daerah, masyarakat dan semua pihak terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak La-Nina.

Menghadapi La Nina diminta agar bersiap segera untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung ataupun terjadinya badai tropis.

darilaut.id


BERITA TERKAIT