Area Banjir Rob Saat Terjadi Gerhana Bulan Total Lebih Luas
DARILAUT.ID | 31/05/2021 10:07
Area Banjir Rob Saat Terjadi Gerhana Bulan Total Lebih Luas
Banjir rob di dermaga pelabuhan kali Adem, Muara Angke, Jakarta, Jumat, 1 Januari 2021. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini cuaca akan berpotensi hujan disertai angin kencang dan kilat atau petir. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Darilaut – Area banjir rob akibat pasang air laut yang lebih tinggi saat terjadi gerhana bulan total di Jakarta pada Rabu (26/5) malam lebih luas dan tinggi. Hal ini dibandingkan dengan banjir rob yang terjadi keesokan harinya, Kamis (27/5) malam.

Hasil ini merupakan monitoring dan verifikasi lapangan yang dilakukan Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Tanjung Priok – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Stasiun Meteorologi Maritim memantau kondisi banjir rob di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Kondisi di lapangan menunjukkan sejumlah wilayah yang tergenang saat dan setelah gerhana bulan total.

Pengamatan pasang air laut maksimum pada Kamis (27/5) mulai pukul 20.30 hingga pukul 23.30. Pemantauan ini berada di 3 lokasi, yaitu Korpolairud Baharkam Polri, Pelabuhan Sunda Kelapa, dan Pelabuhan Kali Adem Muara Angke.

Kegiatan Stasiun Meteorologi Maritim dilakukan melalui pengukuran manual maupun secara visual, serta wawancara dengan petugas dan warga. Hasil wawancara dan pengukuran kejadian rob hari Rabu malam lebih tinggi dan lebih luas areanya di tiga lokasi yang diamati.

Kegiatan ini untuk pengecekan di lapangan, sekaligus memvalidasi peringatan banjir pesisir atau rob yang telah dikeluarkan sebelumnya.

Ke depan, diharapkan terdapat alat ukur tetap di lokasi yang sesuai, seperti mistar atau palem ukur. Histori pengamatan tersebut nantinya dijadikan data masukan untuk memperkuat peringatan banjir pesisir/banjir rob agar lebih baik lagi.

Selain itu, perlu koordinasi dan kerjasama pemerintah daerah dengan lembaga/instansi, pihak swasta dan akademisi untuk mengantisipasi dampak rob.

Sebelum peristiwa gerhana bulan total, BMKG telah merekomendasikan agar masyarakat yang berada di pesisir atau pinggir laut (pantai) perlu mewaspadai terjadinya pasang air laut yang lebih tinggi dari pasang normalnya.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo mengingatkan masyarakat Jakarta untuk mewaspadai adanya potensi terjadinya banjir rob atau banjir akibat air pasang di pesisir Jakarta. Jakarta masuk dalam 11 lokasi yang berpotensi terjadi banjir rob.

Gerhana bulan total, kata Eko, juga mempengaruhi ketinggian pasang surut air laut. Posisi bulan, bumi, dan matahari yang sejajar akan mengakibatkan gaya tarik terhadap air laut sehingga terjadi pasang air laut lebih tinggi dan menyebabkan banjir rob.

Selain Jakarta, BMKG menyampaikan wilayah lain yang berpotensi rob yakni Banten, Sumatera Utara, Batam, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua.

darilaut.id


BERITA TERKAIT