Kawin Silang Monyet Gorontalo
DARILAUT.ID | 14/05/2021 16:55
Kawin Silang Monyet Gorontalo
Seekor monyet ekor panjang (Macaca facicularis) memakan ubi yang diberikan warga di objek wisata Hutan Alas Kedaton di Tabanan, Bali, Jumat, 1 Mei 2020. Warga memberi makan monyet dengan ubi-ubian, jagung serta roti dua kali dalam sehari. Johannes P. Christo

Darilaut – Secara ekologi, monyet yang hidup di Pulau Sulawesi memiliki habitat tersendiri. Setiap spesies berbeda sebaran wilayah geografi.

Namun, persebaran Monyet Sulawesi khususnya di perbatasan tercatat sering melakukan perkawinan silang atau hibridisasi. Seperti Macaca nigrescens dengan Macaca hecki.

Habitat kawin silang ini berada di bagian barat Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Menurut Dr Abdul Haris Mustari dalam buku terbaru “Manual Identifikasi dan Bio-Ekologi Spesies Kunci di Sulawesi” keturunan yang dihasilkan melalui kawin silang ini sedikit berbeda dari kedua induk. Hal ini terlihat dari perkembangan bentuk bantalan kawinnya.

Macaca nigrescens (Gorontalo Macaque) atau dihe dalam nama lokal hidup berkelompok dengan jumlah anggota kelompok bervariasi antara 20–60 individu.

Monyet Gorontalo ini kadang ditemukan kelompok kecil dengan jumlah anggota kelompok 2–5 individu. Perbandingan jumlah jantan dan betina dalam satu kelompok adalah
1:2.

Sementara Macaca hecki hidup berkelompok yang terdiri dari beberapa jantan dan betina. Anggota kelompok berkisar 10 sampai 15 ekor.

Macaca hecki juga melakukan kawin silang dengan Macaca tonkeana yang berada di Sulawesi Tengah. Monyet ini tersebar di bagian utara Sulawesi Tengah.

Macaca tonkeana (Tonkean Macaque) dengan nama lokal Boti (Poso), Seba (Toraja), Ceba
(Pattinjo-Pinrang).

Bantalan kawin spesies ini berbentuk oval, berwarna merah jambu, di antara bantalan kawin tersebut tidak terdapat celah pemisah.

Menurut Mustari, monyet boti diindikasi melakukan perkawinan silang dengan Macaca hecki di perbatasan daerah persebarannya.

https://darilaut.id/


BERITA TERKAIT