Siklon Tropis, BNPB Minta Pemda Waspada
DARILAUT.ID | 13/04/2021 21:51
Siklon Tropis, BNPB Minta Pemda Waspada
Sejumlah warga menghindari gelombang laut yang mengenai garis pantai di Pantaisari, Pekalongan, Jawa Tengah, 1 Desember 2017. Gelombang laut setinggi sekitar 2,5-6 meter dan curah hujan lebat disertai angin kencang terjadi dipicu siklon tropis dahlia. ANTARA

Darilaut – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah provinsi mewaspadai potensi bibit siklon tropis 94W.

Kewaspadaan tersebut disampaikan BNPB melalui surat tanggal Selasa (13/4) kepada para gubernur.

BNPB merekomendasikan beberapa langkah kesiapsiagaan terhadap peringatan dini ini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Selanjutnya, BNPB berharap pemerintah provinsi menginstruksikan beberapa upaya, pertama, meningkatkan koordinasi dengan BMKG di wilayah terkait dengan perkembangan potensi bibit siklon tropis.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan mengatakan informasi peringatan dini BMKG dapat digunakan untuk mempercepat penyebarluasan informasi peringatan dini bencana. Selain itu, menyusun rencana tindak lanjut dan pengambilan keputusan.

Kedua, pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir dan hujan es. Selain itu, dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang maupun jalan licin.

Lilik juga meminta koordinasi antar dinas terkait dan aparatur untuk kesiapsiagaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan masing-masng.

Upaya ini bertujuan untuk mencegah dampak yang mungkin timbul. Koordinasi menyasar pada komunikasi risiko bagi masyarakat di wilayah risiko tinggi. Terutama yang berada di lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon tumbang atau tepi pantai.

Koordinasi bertujuan untuk menyiapkan dan mengelola seluruh sumber daya manusia, logistik, dan peralatan. Selain itu, penyiapan sarana dan prasarana untuk penanganan keadaan darurat serta penyiapan fasilitas layanan Kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Lilik meminta pemerintah daerah untuk selalu siap siaga mengevakuasi warga masyarakat yang tinggal di daerah risiko bencana tinggi, seperti lembah sungai, barah lereng rawan maupun tepi pantai.

“Mengaktifkan tim siaga bencana untuk memantau lingkungan sekitar akan gejala awal terjadinya banjir bandang, longsor, angin kencang atau pun gelombang tinggi,” ujar Lilik Selasa (13/4).

Lebih lanjut, Lilik meminta adanya pemantauan ruang udara dan kondisi bandar udara secara terus menerus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Airnav untuk menerbitkan informasi peringatan, berupa Sigmet dan Aerodrome Warning.

Lilik mengatakan agar mengaktifkan pusat pengendalian operasi (pusdalops) daerah yang terkoneksi dengan pusat-pusat data, informasi dan komunikasi kelembagaan terkait di pusat dan provinsi, kabupaten dan kota.

Apabila diperlukan, pemerintah daerah dapat menetapkan status darurat bencana untuk pembentukan pos komando serta aktivasi rencana kontinjensi menjadi rencana operasi.

BNPB menyampaikan pesan peringatan dini dan kesiapsiagaan ke-30 wilayah administrasi setingkat provinsi, antara lain Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Selanjutnya, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Kemudian di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

BMKG mendeteksi potensi bibit siklon tropis 94W di Samudera Pasifik dari Timur Laut Papua akan menguat menjadi siklon tropis dalam seminggu ke depan.

Bibit siklon tropis ini mempengaruhi wilayah bagian utara Indonesia. Khususnya daerah Timur seperti Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua Barat, Papua serta beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang dan tinggi gelombang yang akan terjadi pada tanggal 13 sampai 19 April 2021.

darilaut.id


BERITA TERKAIT