Kualitas Air Sungai Jelai Tercemar Ringan
BORNEONEWS.CO.ID | 03/10/2022 10:42
Kualitas Air Sungai Jelai Tercemar Ringan

BORNEONEWS, Sukamara - Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukamara pada Semester II tahun 2021, kualitas air di DAS Jelai mengalami pencemaran ringan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukamara, M Fakhmi Rizali mengatakan bahwa pada tahun 2021, pihaknya melakukan pengambilan sampel dienam titik, yaitu di Hulu Sungai Mapam, Tengah Sungai Mapam, Hilir Sungai Mapam lalu di Hulu Sungai Jelai, Tengah Sungai Jelai dan Muara Jelai.

"Berdasarkan hasil evaluasi Pollutant Indeks (PI) air Sungai Jelai dan Sungai Mapam pada masing-masing lokasi penelitian masuk kategori tercemar ringan," kata M Fakhmi Rizali, Minggu, 2 Oktober 2022.

Hasil pengukuran lapangan dan laboratorium, parameter-parameter Mikrobiologi Fecall Califrom dan Total Califrom konsentrasinya melebihi baku mutu air permukaan, sehingga tidak layak konsumsi oleh masyarakat di sekitar DAS Jelai dan Mapam karena tidak memenuhi standar kesehatan.

"Meskipun harus dikonsumsi harus diolah terlebih dahulu, seperti airnya harus direbus," ujarnya. Berdasarkan hasil uji laboratorium, air sungai tercemar ringan karena banyaknya kegiatan manusia di perairan, yaitu aktifitas masyarakat yang berperahu menggunakan mesin.

Seperti kapal pengangkut barang dan hasil bumi yang memungkinkan terjadinya tumpahan atau limpasan minyak mesin dan buangan domestik rumah tangga yang terakumulasi pada titik sungai.

Dengan kondisi air sungai yang tercemar ringan tersebut maka pihaknya akan melakukan upaya pemeliharaan secara terus menerus sehingga status air tidak mengalami perubahan atau penurunan kualitas air. Caranya dengan melalukan pembinaan dan pengawasan terhadap sumber-sumber pencemaran yang berpotensi mencemari Sungai Jelai dan Mapam.

"Kita terus berupaya untuk menjaga kualitas air sungai agar tidak berubah atau menurun dan harapan kita ada kerjasama semua pihakuntuk sinergi dengan kegiatan pengelolaan kualitas air," tukasnya. 

 

**


BERITA TERKAIT