Waspada! Terdeteksi Titik Panas di Teluk Sampit
BORNEONEWS.CO.ID | 31/07/2021 20:50
Waspada! Terdeteksi Titik Panas di Teluk Sampit
Hutan yang dibakar di luar kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 1 November 2015. Kebakaran hutan ini menyebabkan asap yang mengganggu penerbangan karena jarak pandang pilot terhalang. Ulet Ifansasti/Getty Images

BORNEONEWS, Sampit - Titik Panas atau hotspot terdeteksi berkurang dari hari sebelumnya, di Kotawaringin Timur. Namun, 1 titik panas terdeteksi di wilayah baru yakni Kecamatan Teluk Sampit. Masyarakat kecamatan itu diharapkan waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.

"Ada 1 titik panas di Kecamatan Teluk Sampit. Sehari sebelumnya, ada 3 titik panas di Kecamatan Parenggean," jelas Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Musuhanaya, Sabtu, 31 Juli 2021.

Dijelaskan Musuhanaya, keberadaan titik panas tersebut merupakan indikasi adanya kebakaran lahan. Hendaknya informasi sebaran titik panas ini menjadi peringatan dini bagi masyarakat maupun aparat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran lahan.

Kendati demikian jumlah titik panas di Kotim berkurang dari sehari sebelumnya. Secara perkiraan curah hujan juga ada perubahan dari yang awalnya tidak ada hujan, menjadi berpotensi hujan ringan.

Sedangkan ditinjau dari analisa parameter cuaca Kotawaringin Timur secara umum masih kategori mudah terbakar. Sebelumnya kategorinya sangat mudah terbakar.

Berdasarkan peta sebaran titik panas BMKG, di Kabupaten Seruyan terdapat 1 titik panas yakni berada di Kecamatan Batu Ampar. Sedangkan di Kabupaten Katingan ada 4 titik panas, yakni titik panas di Kecamatan Pulau Malam, dan 3 titik panas di Kecamatan Senaman Mantikei.

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT