Lumba-lumba Penuh Luka Terdampar di Blitar, Sempat Dilepas Akhirnya Terdampar Lagi
JATIMPLUS.ID | 11/01/2019 14:50
Lumba-lumba Penuh Luka Terdampar di Blitar, Sempat Dilepas Akhirnya Terdampar Lagi

BLITAR- Lubang nafas (blowhole) lumba lumba belang atau stripped dolphin itu patah. Mata kanannya mengalami peradangan (inflamasi) akut. Kondisi itu diperparah dengan adanya 180 luka gores serta 14 titik jamur disekujur badan.

Cedera berat yang membuat lumba lumba itu terdampar di perairan pantai selatan Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. Dwi Handoko, Kepala Desa Serang, memastikan luka yang diderita lumba lumba bukan disebabkan jaring nelayan.

BACA JUGA: Unggah Status FB, Aktivis Anti Korupsi Dipenjara

“Dipastikan bukan disebabkan jaring nelayan,“tulis Dwi Handoko mellai pesan WA kepada Jatimplus Rabu (9/1/2019).

Oleh petugas pengawas Pantai Serang, lumba lumba jantan bernasib apes itu sempat dikembalikan ke perairan lebih dalam, yakni 100 meter dari garis pantai. Begitu menyentuh air, mamalia bernama latin stenella coeruleoalba itu langsung berenang ke arah laut bebas.

Namun tiga jam kemudian kembali lagi ke lokasi terdampar. Makhluk sepanjang 147 cm dengan berat 40-50 kilogram itu terlihat kepayahan dan lemah. Melihat itu petugas langsung mengevakuasi ke dalam kolam air berbahan fiber.

“Kami juga langsung menghubungi semua pihak terkait. Sebab lumba lumba ini harus segera mendapat pertolongan, “terang Handoko. Mulai BPSPL Denpasar, DKP Provinsi Jawa Timur, UPT Tambak Rejo, P2SKP, Sahabat Alam Indonesia, JAAN, hingga Dolphin Project, dihubungi.

Para petugas langsung berdatangan ke lokasi. Dari pemeriksaan, diketahui lumba lumba mengalami cedera berat dengan ratusan luka (180 luka gores), mata meradang akut dan lubang nafas (blowhole) patah. Sayangnya dalam proses pemeriksaan lumba lumba itu menjemput ajal.

BACA JUGA: Berakhirnya Misteri Gugusan “Salju” di Jombang

“Atas petunjuk petugas, bangkainya kami kuburkan di sekitar pantai, “kata Handoko. Peristiwa lumba lumba terdampar baru pertama kalinya terjadi di kawasan Pantai Serang. Namun kendati demikian, saat berburu ikan di perairan Serang, kata Handoko  para nelayan kerap melihat lumba lumba.

“Bisa jadi perairan Serang menjadi perlintasan lumba lumba. Karena nelayan sering juga melihat lumba lumba, “terangnya. (*)

JATIMPLUS.ID


BERITA TERKAIT