Disangka Ada Harimau Berkeliaran, Balai Konservasi Aceh Temukan Kucing Emas
MEDANHEADLINES.COM | 18/09/2019 10:00
Disangka Ada Harimau Berkeliaran, Balai Konservasi Aceh Temukan Kucing Emas

MEDANHEADLINES.COM – Seekor kucing hutan langka berwarna emas berhasil diamankan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Aceh bersama warga Gampong Le Jeureuneh, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan

Kepala BBKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo saat dikonfimasi melalui sambungan telepon mengatakan, sebelum kucing tersebut ditangkap, warga Gampong resah dan khawatir saat hendak beraktivitas di luar rumah dalam sepekan terakhir.

BACA: Kebakaran Hutan Di Tapteng, 7 Unit Mobil Damkar Diturunkan

Penyebabnya adalaha kabar yang menyatakan bahwa ada harimau berkeliaran di kebun sawit dan sekitar pemukiman warga. “Warga pun sempat berinisiatif untuk mendatangkan pawang harimau dari Meulaboh, Aceh Barat,” katanya, Selasa 17 September 2019.

Kekhawatriran warga saat itu cukup beralasan. Setelah sebelumnya ada warga yang melihat satwa yang diduga harimau dan anaknya di ladang, Kamis pekan lalu, seekor lembu ditemukan mati di kebun cabai milik Hasbi, warga Gampong Ladang Rimba.

Kondisinya, hanya tinggal kepala. Lokasi penemuan itu hanya berjarak 500 meter dari pemukiman. Warga menduga, hewan tersebut dimangsa harimau.

Warga kemudian melaporkan penemuan itu kepada pemerintah setempat. Kemudian, oleh Camat Trumon Tengah, laporan itu diteruskan ke BBKSDA. “Senin kemarin, petugas langsung turun ke lapangan untuk mengecek dan memverifikasi informasi itu,” katanya.

Ternyata, setelah petugas BBKSDA Aceh ke lokasi, petugas menemukan kucing langka, berwarna emas lengkap dengan belang, menyerupai harimau. Hewan yang dilindungi ini kemudian dievakuasi ke Aceh Selatan. “Saat ini, hewan itu masih diamankan di BBKSDA,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kondisi hewan langka itu masih sangat baik. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melepas ke habitat alami di kawasan Tapaktuan. Tapi dia enggan merinci lokasi pelepasan itu, karena dikhawatirkan akan memancing para pemburu.

Adapun kucing emas Asia atau disebut juga kucing Temminck, kucing liar Asia Tenggara berukuran sedang. Tahun 2008, IUCN mengklasifikasikan kucing emas Asia sebagai satwa yang terancam punah. Satwa ini dinyatakan spesies yang mendekati kualifikasi sebagai rentan karena tekanan perburuan dan hilangnya habitat.

Ukuran kucing langka ini bisa dua hinga tiga kali ukuran kucing peliharaan. Bulu hewan tersebut seragam dalam warna, tapi sangat bervariasi mulai dari merah ke coklat keemasan, coklat tua sampai kayu manis pucat, abu-abu sampai hitam. Bentuk peralihan antara pewarnaan yang berbeda juga ada. Ini dapat ditandai dengan bintik dan garis.

BACA: Kedapatan Sedang Mencuri Motor, Pemuda Ini Nyaris Tewas Dihajar Massa

Camat Trumon Tengah, Tahta Amrullah mengatakan, dengan ditemukannya kucing emas di Gampong Le Jeureuneh menggambarkan kekayaan satwa di ekosistem Leuser masih terjaga.

Sementara, mengenai dugaan harimau yang berkeliaran di sekitar pemukiman warga, hingga kini BBKSDA masih terus mendalami informasi tersebut. Petugas juga telah menyusuri lokasi yang diduga tempat munculnya harimau, tetapi tak ditemukan tanda-tanda atau jejak kaki harimau. (red)

MEDANHEADLINES.CO


BERITA TERKAIT