Izin Operasional Terbit, Pulau Rhun Maluku Resmi Miliki Madrasah Aliyah
TERASMALUKU.COM | 19/08/2022 10:25
Izin Operasional Terbit, Pulau Rhun Maluku Resmi Miliki Madrasah Aliyah
Pantai dan bukit di Pulau Kisar, Maluku Barat Daya. (djkn.kemenkeu.go.id)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Dalam rangka meningkatkan akses layanan pendidikan madrasah yang bermutu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, H. Yamin, menerbitkan izin operasional Madrasah Aliyah (MA) Sairun Pulau Rhun, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Nomor 1569-c Tahun 2022, dengan Piagam Nomor 25.Kw/2.3/PP.07/08/2022, Tanggal 15 Agustus 2022.

Izin operasional ini diterbitkan setelah lembaga pendidikan Madrasah Aliyah yang diselengarakan masyarakat di bawah badan hukum Yayasan Pendidikan Banda Naira itu dianggap layak dan memenuhi persyaratan admistarif, teknis dan kelayakan yang telah ditetapkan. 

SK izin operasional itu diserahkan langsung Kepala Bidang Madrasah La Fatah di dampingi Kepala Tata Usaha H.Yasir Rumadaul, dan Kasi Madrasah Murtadho kepada Ketua Yayasan Pendidikan Banda Naira, Muhammad Farid di ruang bidang Penmad Kanwil Kemenag Maluku di Ambon, Kamis (18/8/2022).

Ketua Yayasan Pendidikan Banda Naira Muhammad Farid mengatakan, terbitnya ijin Madrasah Aliyah Sairun ini merupakan langkah maju pengembangan Sumber Daya Manusia di Kecamatan Banda pada umumnya dan khususnya di Pulau Rhun yang telah lama menantikan kehadiran Madrasah Aliyah. Pasalnya para siswa lulusan Madrasah Tsanawiyah dan SMP di pulau itu selama ini bila melanjutkan pendidikan harus menyebrang laut ke luar.

Sehingga lanjut Farid, kehadiran lembaga pendidikan formal ini dapat mempermudah rentang kendali akses pendidikan di pulau yang pernah ditukar Inggris dan Belanda pada masa kolonialisme itu.

“Terbitnya izin operasional ini adalah hadiah kemerdekaan yang terindah buat orang Banda, khususnya basudara Rhun. Ini adalah kerja tim hebat, yang dipimpin pak Kasman Renyaan dan kawan-kawan, harus kita syukuri bersama," ujar Farid.

 
 

Pimpinan Universitas Banda Naira itu juga berharap, kehadiran MA Sairun Pulau Rhun, dapat menjawab tantangan global ke depan.

“Ada banyak problem anak putus sekolah, pengangguran, pekerja usia dini, pergaulan bebas, yang semua itu akibat dari kurangnya pengetahuan dan lemahnya kesadaran tentang pentingnya pendidikan di kalangan remaja di pulau itu,” ungkapnya.

 

**


BERITA TERKAIT