Kakatua Terancam Punah di Hutan Maluku
TERASMALUKU.COM | 01/02/2019 13:00
Kakatua Terancam Punah di Hutan Maluku
Populasi Kakatua kian kritis akibat marak perburuan dan penjualan liar. Burung endemik Maluku itu perlu dijaga dan dikembalikan ke habitatnya. FOTO: Dok. BKSDA Maluku

TERASMALUKU.COM,AMBON– Burung endemik Maluku diambang kepunahan. Perburuan liar, pasar gelap serta pembabatan hutan membuka lebar pintu bagi orang Maluku kehilangan salah satu ciri khas dan kebanggaannya. Kakatua dan nuri, jenis burung paruh bengkok keberadaannya kian kritis.

Di Indonesia terdapat 25 jenis satwa liar yang terancam punah (endangered species). Berdasar data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) red list ada 25 jenis burung atau aves, tiga diantaranya masuk kategori terancam punah.

BACA JUGA: Kakatua, Maskot Pilgub Maluku Dan Artinya

Yakni burung Gosong Maluku Eulipoa wallacei yang berkerabat dengan Maleo. Populasinya kini tersisa 136 ekor. Burung Kakatua Seram Salmon-crested cockatoo dengan populasi tersisa 4.414 ekor serta kasturi Tengkuk Ungu atau Nuri Kepala Hitam Lorius lory populasinya 3.725 ekor. Ada juga tiga Jenis burung lain yang hanya bisa kalian jumpai di Maluku. Yakni Kakatua Tanimbar, Kakatua Jambul Oranye dan Kasturi Ternate. Burung-burung khas Maluku itu mendiami sebagaian besar hutan dan taman nasional. Itu menjadi rumah besar bagi mereka hidup dan berkembang biak.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Maluku (BKSDA) Provinsi Maluku Mukhtar Amin Ahmadi menyebut praktik penangkapan dan penjualan satwa liar dari Maluku kian marak. Itu berpengaruh besar pada populasi serta keanekaragaman satwa khas. “Memang betul terancam punah. Kasus yang paling banyak itu burung kakatua dan nuri, ya jenis paruh bengkok,” sebutnya kepada Terasmaluku.com di ruangnnya, Kamis (31/1/2019).

BACA JUGA: 12 Potensi Bencana Di Maluku, Warga Harus Sigap Jangan Panik

Tahun lalu, BKSDA berhasil menyelamatkan 1.177 ekor jenis burung dari 80 kasus peredaran tumbuhan satwa liar (TSL). Dari jumlah itu paling banyak merupakan jenis kakatua dan nuri. Menurut Amin, pasar gelap dalam dan luar negeri lebih menyenangi jenis burung paruh bengkok lantaran mudah diajari.

Baca cerita lengakp soal punahnya Kakatua di TERASMALUKU.COM


BERITA TERKAIT