Cabai PaKu Ditetapkan Sebagai TOP 45 Sinovis Tingkat Nasional 2021
KRJOGJA.COM | 10/11/2021 13:05
Cabai PaKu Ditetapkan Sebagai TOP 45 Sinovis Tingkat Nasional 2021
Ilustrasi tanaman cabai merah. ANTARA/Saiful Bahri

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Inovasi Cabai PaKu yang diinisiasi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo ditetapkan sebagai pemenang Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2021 oleh Kementerian Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI. Dengan torehan prestasi tersebut upaya pengembangan inovasi pelayanan publik kabupaten ini diakui tingkat Nasional.

Penyerahan penghargaan secara virtual oleh Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo kepada Bupati Kulonprogo Sutedjo didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan setempat Ir Muh Aris Nugroho MMA bersama Kepala OPD lainnya di ‘Command Room’ Diskominfo Kulonprogo, Selasa (9/11/2021).

“Prestasi yang diraih Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo sangat membanggakan. Sebelum inovasi cabai PaKu ditetapkan menjadi Top 45 inovasi pelayanan publik 2021 tentu telah melalui seleksi cukup ketat, dari 1.609 proposal yang masuk baik dari kementrian/ lembaga, pemda propinsi/ kabupaten dan kota, BUMN dan BUMD,” ungkap Bupati Sutedjo. Sementara Muh Aris Nugroho MMA bersyukur inovasi Cabai PaKU masuk top 45. Pihaknya berharap dengan masuknya Inovasi Cabai PaKU menjadi top 45 pelayanan publik 2021 akan menambah semangat semua ‘stake holder’ lebih mengembangkan agribisnis cabai lahan pantai Kulonprogo.

Inovasi Cabai PaKu merupakan inovasi pengelolaan agribisnis secara utuh dari hulu sampai hilir. Dari hulu merubah lahan pasir pantai yang gersang tandus menjadi kawasan sentra produksi cabai yang saat ini menjadi 12 pemasok cabai Nasional. Dari aspek pemasaran untuk meningkatkan nilai tawar petani telah dibentuk pasar lelang yang tersebar di 21 kelompok pasar lelang.

“Sementara dari aspek pengolahan hasil telah dirintis pengolahan hasil cabai pantai oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi berbagai olahan cabai antara lain abon cabe, olahan sambal dan olahan pedas lainnya. Untuk promosi dan pemasaran olahan tersebut sudah dipasarkan di outlet usaha mikro kecil dan menengha (UMKM) YIA, Tomira, toko swalayan, aplikasi TaniKU dan melalui sosial media lainnya,” tutur Aris.

krjogja.com