DPPM Yogyakarta Kembangkan Aplikasi SiCantik Cloud
KRJOGJA.COM | 05/05/2021 14:07
DPPM Yogyakarta Kembangkan Aplikasi SiCantik Cloud
Ilustrasi aplikasi media sosial di telepon genggam/hyppe

BANTUL, KRJOGJA.com – Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) DIY meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis meningkatkan pelayanan publiknya melalui Aplikasi Cerdas Layanan Perizinan Terintegrasi untuk Publik berbasis sistem atau SiCantik Cloud. Selain terus berupaya meningkatkan layanan aplikasi perizinan online tersebut, DPPM DIY tetap memberikan pelayanan secara manual dengan memberikan pendampingan kepada para pemohon izin yang kurang melek teknologi untuk menginput data maupun dokumen persyaratan yang dibutuhkan.

Kepala DPPM DIY Agus Priono mengatakan SiCantik Cloud merupakan aplikasi berbasis web yang menangani proses perizinan dan non perizinan, mulai dari tahap permohonan sampai dengan penerbitan dokumen dan pembuatan laporan eksekutif yang terintegrasi untuk perizinan berusaha maupun layanan lain. Semua aplikasi diciptakan yang bertujuan agar kinerja lebih efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

“Aplikasi merupakan teknologi ciptaan manusia jadi efektivitas akan tergantung faktor manusianya dalam hal ini terkait pemberi izin dan pemohon izin. Sehingga perlu effort lebih dari keduanya, maka mohon kerjasama dan pengertiaan semua pihak, baik kami DPPM DIY maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang sarat kemajuan teknologi,” tuturnya disela Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan secara virtual, Selasa (4/5/2021).

Agus menyampaikan pihaknya berharap OPD teknis yang masih belum atau kurang mudah-mudahan dapat meningkatkan pelayanannya melalui aplikasi tersebut supaya lebih baik dan tetap karena arah layanan publik yang menuntut secepat dan semudah mungkin tergantung faktor manusianya. Pihaknya memahami diantara pemberi izin dan pemohon tingkat pemahaman teknologi kurang maka bisa meminta bantuan sumber daya manusia (SDM) yang paham teknologi.


“Kita juga tidak menutup kemungkinan tetap memberikan pendampingan atau konsultasi langsung karena faktanya masih diperlukan khususnya bagi pemohon yang kurang melek teknologi. Ini menjadi visi kita bersama agar bisa menerapkan sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Resiko yang akan menjadi acuan tunggal dalam perizinan berusaha,” tandasnya.

Kapala Bidang (Kabid) Pelayanan Perizinan DPPM DIY Agustinus Ruruh Haryanta menjelaskan masih perlu ditingkatkan pemenuhan waktu Standard Operating Procedure (SOP) karena dari hasil survei ada beberapa proses perizinan yang melampaui sop yang ditetapkan. Untuk itu, harus dibenahi pemenuhan waktu SOP perizinan supaya memenuhi standar pelayanan perizinan maupun pelayanan non perizinan salah satunya dengan mengembangkan aplikasi SiCantik Cloud.

“Kami berharap kehadiran SiCantik Clouds ini semakin meningkatkan kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan dengan cepat, transparan, efisien dan akuntabel. Sehubungan dengan pelaksanaan perizinan online SiCantik Cloud, DPPM DIY sudah mengimplementasikan uji coba 8 jenis izin dan ditargetkan mampu melayani 30 jenis izin pada Juni 2021 mendatang supaya SOP dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Ruruh menyatakan pihaknya juga akan menyesuaikan aplikasi perizinan online tersebut dengan Undang Undang Cipta Kerja khususnya Peraturan Pemerintah (PP) No.5 dan No.6 Tahun 2021 yang akan menggunakan OSS yang berbasis resiko yang masuk kategori perizinan berusaha. Jika aplikasi SiCantik Cloud disesuaikan dengan sistem OSS Berbasis Risiko tersebut maka tidak perlu pemenuhan aplikasi lain karena cukup satu kesatuan sistem dalam OSS tersebut.

“Kita tunggu peraturan menteri untuk penyesuaian sistemnya terutama perizinan usaha. Jika perizinan non usaha masih dapat menggunakan aplikasi SiCantik Cloud,” imbuhnya.

Kabid Pengaduan dan Kemudahan Berusaha DPPM DIY Nuri Achadiyanti menambahkan bagi pemohon izin yang kurang melek teknologi tetap akan diberikan pendampingan oleh petugas. Petugas akan membantu para pemohon izin terutama yang sudah lanjut usia atau kurang melek teknologi untuk memasukkan data dan semua dokumen persyaratan yang harus diunggah dalam aplikasi perizinan online tersebut.

krjogja.com


BERITA TERKAIT