Warga Yogya Diajak Familiar Aplikasi JSS
KRJOGJA.COM | 30/04/2021 19:44
Warga Yogya Diajak Familiar Aplikasi JSS
Ilustrasi aplikasi pada ponsel pintar atau smartphone (Pixabay)

YOGYA, KRJOGJA.com – Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi mengajak warga penduduk Kota Yogya agar familiar terhadap aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Hal ini karena layanan yang sifatnya offline di lingkungan Pemkot Yogya berangsur-angsur mulai beralih menuju online melalui aplikasi tersebut.

Menurut Heroe, saat ini layanan surat menyurat, perizinan hingga antrian di puskesmas atau rumah sakit sudah bisa diakses melalui JSS. Terbaru, empat layanan administrasi kependudukan (adminduk) juga sudah diluncurkan melalui JSS. “Ini bagian dari pengembangan agar JSS betul-betul menjadi bagian penting terkait pelayanan kepada masyarakat. Makanya kita dorong seluruh layanan di Balaikota perlahan dialihkan ke digital dan interaktif. Menjadikan JSS sebagai Balaikota di dunia maya,” urainya di sela peluncuran layanan adminduk secara digital, Kamis (29/4/2021).

Layanan adminduk yang sudah bisa diakses melalui JSS ialah permohonan KTP elektronik, Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran dan akta kematian. Layanan adminduk lain yang tengah disiapkan dalam aplikasi JSS antara lain kartu keluarga, surat keterangan tinggal sementara dan mutasi penduduk.

Heroe melanjutkan, perpindahan layanan offline menuju online tersebut supaya masyarakat tidak perlu lagi harus bondong-bondong ke instansi terkait. Sehingga cukup mengakses dari rumah sudah bisa mendapatkan layanan. “Semua permohonan yang masuk ke JSS ini tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan. Jadi bisa ditelusuri kapan permohonan itu masuk, sejauh mana prosesnya serta ada kepastian,” lanjutnya.

Di samping itu, surat elektronik atau email juga menjadi bagian yang cukup penting di era digital. Terutama untuk arus informasi dan penyampaian berkas elektronik. Sehingga diimbau agar memiliki email khusus untuk mengakses layanan dari pemerintah.

Terkait layanan adminduk tersebut, selain dapat diakses secara online, pemohon juga dapat mencetak secara mandiri. Khususnya akta kelahiran dan akta kematian dengan kertas HVS putih ukuran 80 gram. Jika tidak memiliki mesin cetak, dapat mendatangi kantor kelurahan maupun kemantren. Begitu pula jika ada warga yang belum memiliki akun JSS, dibantu oleh petugas di kelurahan dan kemantren.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogya Dra Lucy Irawati, mengungkapkan total ada 38 dokumen adminduk yang ia terbitkan. Akan tetapi hanya 18 dokumen yang kerap diakses oleh masyarakat. “Kami arahkan agar semua bisa diakses melalui JSS. Memang secara bertahap karena berkaitan dengan banyak aspek. Namun intinya supaya masyarakat semakin dimudahkan namun juga dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

 

krjogja.com


BERITA TERKAIT